mengapa media membela syiah?


indonesia tanpa syiah

Media Membela Syiah

Tanya:
Mengapa media lebih terkesan membela aliran syiah?
Dari: Insan Muslim, Jawa Timur
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Semenjak kasus Suriah dan sampang, kaum muslimin banyak mendiskusikan masalah syiah. Keadaan menjadi semakin keruh ketika media hadir dan turut memberikan opini publik. Beberapa berita dan forum dialog antara kaum muslimin dan syiah yang disiarkan media, sangat kentara unsur permainannya dan sengaja dikondisikan sebelumnya. Semuanya bermuara pada pembentukan satu titik opini; memberikan kesan baik untuk syiah, dan menampakkan citra buruk kaum muslimin ahlus sunah wal jamaah.
Dalam kasus Suriah misalnya, salah satu stasiun televisi dengan logo warna merah mengesankan bahwa pelaku pengeboman di pemukiman penduduk adalah mujahidin. Ketika menyimak berita ini, kontan rekan saya yang menjadi relawan di Suriah menyebutnya dusta. Tidak ada mujahidin yang menembakkan pelurunya ke arah pemukiman penduduk. Semua pengeboman itu adalah ulah tentara Basyar. Termasuk penembakan yang diarahkan ke masjid-masjid kaum muslimin. Karena kebencian syiah terhadap kaum muslimin dan tempat peribadatan mereka.

Suriah, Libya, & Mesir

Anda bisa perhatikan kasus penggulingan Khadafi di Libya dan Husni Mubarok di Mesir, media terkesan lebih membela rakyat dan mendukung perjuangan rakyat untuk menggulingkan dua pemimpin diktator itu. Media menyebut rakyat sebagai pejuang oposisi. Satu gelar yang netral. Padahal kita tidak pernah mendengar ada pembantaian masal terhadap rakyat yang menewaskan puluhan ribu orang karena ulah Khadafi atau Husni Mubarok.
Ini berbeda dengan kasus Suriah. Media-media yang ‘keracunan Iran’ sangat jelas memihak kepada Basyar. Menyebut mujahidin dengan kelompok pemberontak, dan berusaha menyudutkan posisi kaum muslimin Suriah. Padahal kelakuan Basyar dan hizbolah telah memakan korban sekitar 80.033 jiwa menurut data yang tercatat, sebagaimana laporan syrian revolution martyr database (http://syrianshuhada.com/). Tentu saja jumlah korban yang tidak tercatat, jauh lebih banyak.
Apa kepentingan mereka terhadap presiden Basyar? Bukankah dia telah melakukan kejahatan kemanusiaan besar-besaran? Dengan alasan apa mereka berupaya meredam semangat kaum muslimin untuk melawan Basyar? Jawabannya satu: karena Basyar dan bala tentaranya beragama Syiah. Membela Basyar adalah membela entitas syiah di dunia.
Inilah bukti nyata kemunafikan media syiah,
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نَافَقُوا يَقُولُونَ لِإِخْوَانِهِمُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًا وَإِنْ قُوتِلْتُمْ لَنَنْصُرَنَّكُمْ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Apakah kamu tidak memperhatikan sikap orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: “Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti Kami akan membantu kamu.” dan Allah menyaksikan bahwa Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. (QS. Al-Hasyr: 11).

Media Pendusta

Opini publik, opini masyarakat, itulah sasaran untama media. Bagaimana mereka bisa mengendalikan opini masyarakat. Karena dengan opini, orang akan sangat mudah dikendalikan ideologinya. Untuk itu, satu prinsip yang perlu anda beri garis sangat tebal, bahwa berita BUKAN realita. Berita adalah ulasan realita yang ditunggangi opini dan ideologi.
Sayangnya mereka berada di pihak mayoritas. Mereka terlahir dari sistem liberal, dan berkembang bersama ideologi liberal. Memihak kepada kelompok yang bertentangan dengan syariat islam. Semakin jauh dari syariat islam, semakin layak untuk didukung dan dibela. Karena itulah, mereka lebih memihak kepada syiah, atas nama pembelaan kepada minoritas tertindas. Keterangan selengkapnya bisa anda pelajari: Mengapa JIL Membela Syiah?
Namun sayangnya, sebagian besar masyarakat sudah sangat gandrung dengan berita media-media yang tidak bertanggung jawab itu. Terutama mereka yang masih enggan untuk memulai belajar agama dengan cara yang benar. Barangkali realita ini merupakan pembenaran terhadap sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana ditunjukkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan keadaan manusia di akhir zaman,
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: ” السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ “
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan. Pendusta dianggap benar, sementara orang yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara.” Ada yang bertanya, “Apa itu Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh (masalah agama) yang turut campur dalam urusan masyarakat.” (HR. Ahmad 7912, Ibnu Majah 4036, Abu Ya’la al-Mushili dalam musnadnya 3715, dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth).

Peringatan Agar tidak Mudah Membenarkan Berita

Catatan berikutnya yang perlu kita perhatikan terkait media yang berkembang di sekitar kita, hampir semua wartawan, mereka bergelimang dengan dosa dan maksiat. Anda bisa perhatikan, hampir semua stasiun televisi swasta tidak lepas dari yang namanya sex advertising. Presenter yang sedang menyampaikan berita misalnya, tidak pernah kita jumpai presenter wanita memakai busana muslimah yang menutup aurat, selain momen puasa atau lebaran. Artinya, mereka melakukan perbuatan maksiat secara terang-terangan. SOP penyampaian berita dibuat sebisa mungkin jauh dari syariat islam. Sehingga kondisi maksiat menjadi ’gawan bayi’ dalam dunia broadcasting yang berkembang di tempat kita.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa sejatinya mereka adalah orang-orang fasik. Penyiar berita dengan penampilan mengumbar aurat adalah orang fasik. Bahkan tanpa malu mereka melakukan kefasikannya di depan umum.
Allah mengingatkan, agar berita yang bersumber dari model manusia semacam ini, tidak diterima mentah-mentah, namun perlu dilakukan tabayyun, upaya mencari bukti kebenaran berita yang disampaikan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)
Terlebih, hampir semua berita, terutama yang terkait konflik di tempat kita, sangat sarat dengan tendensi ideologi dan opini. Karena itu, menelan mentah-mentah sebuah informasi dari media massa adalah sebuah kesalahan besar, sehingga terjadilah seperti yang Allah firmankan, ’menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu’.

Sikap yang Tepat

Semua realita ini cukup menjadi dasar untuk mengelompokkan berbagai berita di media massa tentang syiah dan ahlus sunah sebagai informasi sampah. Anda cukup mendengarkannya hanya sebagai hiburan, selanjutnya anda tidak perlu banyak menghiraukannya, kecuali jika anda ingin menjadi korban penipuan dan kedustaan mereka. Kedepankan sikap waspada dan tidak mudah percaya, karena kehadiran media liberal telah mewarnai tahun-tahun penuh penipuan.
Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari makar semua musuh islam. Amin
Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Ijab Kabul Zakat


Ijab Kabul Zakat
ijab kabul amalan zakat

Assalamualaikum. .

Ustadz, apakah ketika membayar zakat fitrah ada kaidah tertentu seperti ada ijab kabul dan jabatan tangan?
Tolong kirimkan dalil tentang afdolnya membayar zakat mendekati Idul Fitri.
Syukron
Dari: Syofrion Hendri

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
As-Suyuthi – ulama syafiiyah – dalam karyanya tentang kaidah fikih, Al-Asybah wa An-Nadzair, membagi beberapa akad muamalah berdasarkan ada tidaknya ijab qabul menjadi 5 bagian. Beliau mengatakan,

“Pembeagian yang ketiga dalam akad;
  • Akad yang tidak membutuhkan ijab qabul dengan dilafalkan
  • Akad yang membutuhkan ijab qabul dengan dilafalkan
  • Akad yang membutuhkan ijab dengan dilafalkan dan tidak membutuhkan qabul dengan dilafalkan, namun cukup tindakan.
  • Akad yang tidak membutuhkan ijab qabul sama sekali, bahkan syaratnya, tidak bisa dibatalkan
  • Akad yang tidak bisa kembali, meskipun dibatalkan.
Itulah lima pembagian akad”
Kemudian beliau menyebutkan contohnya masing-masing. Diantara contoh yang beliau sebutkan,

Contoh yang pertama, hadiah. Pendapat yang benar, tidak disyaratkan adanya ijab qabul dengan dilafalkan. Namun cukup memberikan hadiah dari si pemberi, dan diterima oleh orang yang mendapatkannya… termasuk juga; sedekah. Ar-Rafii mengatakan, ‘Sedekah seperti hadiah, tidak ada perbedaan.’
(Al-Asybah wa An-Nadzair, 1/468)

Berdasarkan keterangan di atas, zakat tidak dipersyaratkan harus ada ijab qabul, apalagi saling jabat tangan. Karena zakat termasuk akad searah, sebagaimana hadiah dan sedekah, seperti yang disebutkan As-Suyuthi. Sehingga statusnya sah dengan diserahkan kepada yang berhak, sekalipun tidak ada kesepakatan.

Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Berfikir Cerdas Dengan Mempermudah Pernikahan

Orang tua yang begitu bersemangat untuk mencarikan obat bagi anaknya yang sedang sakit. Sungguh semangat yang tiada tandingnya, rela mengkorbankan semua yang dimilikinya demi kesembuhan sang anak, sehingga orang tua akan marah-marah jika ternyata anak yang sedang di obati ogah-ogahan meminum obat tersebut. Begitu juga orang tua yang mencubit paha anaknya yang berusia 7 tahun karena menyeberang jalan tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan hingga hampir saja tersambar sebuah mobil yang berkecepatan tinggi.
Itulah gambaran kasih sayang dan cinta yang tertuang dalam kepedulian dan pengorbanan.
Ada kebutuhan anak yang teramat penting akan tetapi banyak orang tua yang sering ogah-ogahan dalam memenuhinya. Adalah kebutuhan seorang anak yang tidak lagi disebut seorang anak akan tetapi seorang anak yang sudah menjadi lelaki dan perempuan dewasa.
 Pada usia tertentu seorang tua tidak boleh melihat seorang anak hanya sekedar sebagai seorang anak akan tetapi ada saat-saat tertentu seorang anak harus dilihat sebagai seorang laki-laki atau seorang wanita yang membutuhkan pemenuhan dalam masalah “seks”.

Adalah kebutuhan seorang anak yang tidak lagi disebut seorang anak akan tetapi seorang anak yang sudah menjadi lelaki dan perempuan dewasa. Zaman ini adalah zaman yang amat berat menguji muda-mudi dengan maraknya perzinaan dan pergaulan yang menghantar kepada perzinaan. Teringat sabda Nabi SAW, “Sebaik-baik pernikahan adalah yang dipermudah dan disegerakan”.
Pernyataan dari Rasulullah SAW tersebut merupakan sabda sekaligus solusi bagi problema remaja saat ini, dan bagi sebagian orang yang beranggapan bahwa pernikahan dini sulit mencapai kebahagiaan. Yang harus dimengerti adalah pernikahan dini bukan pernikahan sebelum waktunya akan tetapi pernikahan dini adalah menyegerakan pernikahan dan mempermudah urusan pernikahan.
Saat adanya tanda- tanda bahwa sang anak sudah mendekati perzinahan, maka wajib bagi orang tua manapun untuk bersegara mencarikan solusi! Dan sungguh jika ada anak lapar seorang tua bisa memberinya makanan dan jika anak sakit orang tua bisa membelikan obat untuk anaknya. Akan tetapi jika anak sudah mengenal “seks” dengan matanya lewat adegan kotor di TV atau dengan telinganya lewat obrolan-obrolan jorok di sekolahnya atau dengan pikiranya lewat bacaan dan gambar-gambar porno, dibarengi dengan pergaulan diluar rumah yang tidak terkontrol, hingga sampailah anak tersebut pada batas butuh kepada pemenuhan kebutuhan seks.

Hal itu tidak akan terselesaikan bila sekedar diganti dengan makanan enak atau yang lainya. Dan orang tua tidak akan bisa memenuhi kebutuhan sang anak kecuali dengan membuka jalan pernikahan. Disinilah peran orang tua harus hadir. Membincangkan masalah pernikahan dengan anak demi keselamatan sang anak. Terlepas dari usia sang anak, pembatasan usia bukan solusi akan tetapi justru problem.
Pernikahan bisa diatas 16 tahun dan bisa dibawah 16 tahun. Asal ada tanda-tanda suka dengan lawan jenis saat itulah orang tua harus bisa mendiskusikanya dengan sang anak. Dari situlah akan hadir makna pengarahan sekaligus pemahaman seberapa besar kebutuhan sang anak kepada seks , lalu dilanjutkan dengan solusi yang baik.
Teringat sabda Nabi SAW, “Sebaik-baik pernikahan adalah yang dipermudah dan disegerakan”.
Pernikahan tidak harus menunggu usia tertentu atau jenjang pendidikan tertentu atau karir tertentu. Akan tetapi kapan anak butuh akan pernikahan maka saat itulah usia nikah yang tepat untuknya . Ada sebagian orang bersemangat menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi dengan harapan mendapatkan keahlian untuk bisa bekerja di tempat yang layak.Akan tetapi ia teledor akan hal yang dibutuhkan anaknya yang setiap hari bepergian dengan lawan jenis , atau saling telepon yang hanya membangkitkan hawa nafsu. Bahkan disaat sang anak berterus -terang akan jalinannya dengan lawan jenis lalu meminta untuk menikah, tiba-tiba yang ada adalah jawaban keras dari orang tua yang memangkas keberanian dalam menyampaikan apa yang ada di hatinya.Yaitu jawaban yang penuh ego “aku tidak izinkan engkau menikah kecuali engkau telah selasai kuliah”.

Apa yang terjadi pada sang anak, disatu sisi ia harus patuh kepada orang tua di sisi lain ia dia ambang bahaya pergaulan dengan lawan jenis. Maka iapun menyelesaikan kuliah hingga sarjana dan gelarpun di raih akan akan tetapi ada gelar tambahan yang tidak tertera bersama namanya yaitu gelar Pezina. Na’udzubillah… Orang tua yang lalai akan keselamatan moral anaknya, yang hanya berfikir tentang karir dan gelar kemulyaan di dunia akan tetapi lalai akan kemuliaan sang anak di akhirat nanti, itulah orang tua yang akan menuai penyesalan panjang di akhirat nanti, menuai dosa zina yang dilakukan sang anak.
Wallahu a’lam bishshowab.

Oase Iman -Buya Yahya

pengiriman benih ikan ke palu

pengiriman benih ikan lele bawal gurami dan patin dari jogja jawa tengah tujuan palu.

 namun pengiriman hanya sampai di airport mutiara palu karena sampai dengan saat ini kami belum bisa mengirim benih ikan sampai alamat rumah maupun hingga pelosok.

Kami memang sudah sejak sekitar tahun 2012 malakukan pengiriman benih ikan  tujuan bandara palu, benih yang kami kirim atara lain benih lele gurami /gurame,nila monosek /jantan merah atau hitam dengan berbagai jenis bibit unggul,patin,graskap,bawal,benih ikan mas,benih koi,benih arwana,benih ikan gabus,benih sidat,belut,cupang dll.

Saran,kritik dan Berbagai cara dalam pengiriman demi pengiriman membuat kami  terus belajar untuk berbenah lebih baik dalam pemberokan serta pengemasan benih ikan untuk pengiriman luar jogja maupun luar jawa.kami akan terus meningkatkan pelayanan yang lebih baik dalam menyediakan benih benih yang sehat,ukuran yang seragam dan berkwalitas sehingga benih benih tersebut dapat mudah beradaptasi di lingkungan yang baru.


Bagi anda yang mayarakat palu yang membutukan benih ikan lele,gurame,nila,bawal,ikan mas,koi,patin,benih ikan gabus,benih arwana,benih sidat,cupang,belut dll.dapat menghubungi kami di 081328030055










pengiriman benih ikan ke tambolaka sumba barat

pengiriman benih ikan lele dari jogja jawa tengah tujuan tambolaka sumba barat.. alamat desa radamata komplek rumah jabatan bupati, kec.loura namun pengiriman hanya sampai di airport tambolaka.karena sampai dengan saat ini kami belum bisa mengirim benih ikan sampai alamat rumah maupun hingga pelosok.



Kami memang sudah sejak sekitar tahun 2012 malakukan pengiriman benih ikan  tujuan bandara tambolaka, benih yang kami kirim atara lain benih lele gurami /gurame,nila monosek /jantan merah atau hitam dengan berbagai jenis bibit unggul,patin,graskap,bawal,benih ikan mas,benih koi,benih arwana,benih ikan gabus,benih sidat,belut,cupang dll.


Saran,kritik dan Berbagai cara dalam pengiriman demi pengiriman membuat kami  terus belajar untuk berbenah lebih baik dalam pemberokan serta pengemasan benih ikan untuk pengiriman luar jogja maupun luar jawa.kami akan terus meningkatkan pelayanan yang lebih baik dalam menyediakan benih benih yang sehat,ukuran yang seragam dan berkwalitas sehingga benih benih tersebut dapat mudah beradaptasi di lingkungan yang baru.


Bagi anda yang mayarakat tambolaka yang membutukan benih ikan lele,gurame,nila,bawal,ikan mas,koi,patin,benih ikan gabus,benih arwana,benih sidat,cupang,belut dll.dapat menghubungi kami di 081328030055









pengiriman benih ikan ke waingapu sumba timur ntt

pengiriman benih ikan lele gurami dan patin ke waingapu sumba timur.jln. MT.haryono wara kamalaputi kota waingapu dan  jln. S.parman no.95 tandairotu.

 namun pengiriman hanya sampai di airport waingapu.karena sampai dengan saat ini kami belum bisa mengirim benih ikan sampai alamat rumah maupun hingga pelosok.

Kami memang sudah sejak sekitar tahun 2012 malakukan pengiriman benih ikan  tujuan bandara waingapu, benih yang kami kirim atara lain benih lele gurami /gurame,nila monosek /jantan merah atau hitam dengan berbagai jenis bibit unggul,patin,graskap,bawal,benih ikan mas,benih koi,benih arwana,benih ikan gabus,benih sidat,belut,cupang dll.


Saran,kritik dan Berbagai cara dalam pengiriman demi pengiriman membuat kami  terus belajar untuk berbenah lebih baik dalam pemberokan serta pengemasan benih ikan untuk pengiriman luar jogja maupun luar jawa.kami akan terus meningkatkan pelayanan yang lebih baik dalam menyediakan benih benih yang sehat,ukuran yang seragam dan berkwalitas sehingga benih benih tersebut dapat mudah beradaptasi di lingkungan yang baru.


Bagi anda yang mayarakat waingapu yang membutukan benih ikan lele,gurame,nila,bawal,ikan mas,koi,patin,benih ikan gabus,benih arwana,benih sidat,cupang,belut dll.dapat menghubungi kami di 081328030055









luruskan niat menikahmu

Luruskan Niat Menikahmu
 Bagi yang paham, apabila sedang berada dalam proses menuju pernikahan, saat ditanya perihal niatan menikah, maka mayoritas jawabannya adalah sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Subhanallah.. betapa mulianya niat tersebut.
Nah.. pertanyaannya, betulkah niatnya lurus untuk Allah dan hanya karena Allah? Hehehe.. biasanya, saat ditanya demikian, kita akan mengangguk yakin bahwa niatannya betul-betul lurus untuk ibadah kepada Allah. Tapi sekali lagi, betulkah demikian? Melalui postingan kali ini, yuk kita sama-sama analisis kelurusan niatan menikah kita. As usual based on my own experiences :) Subhanallah.. Allah sungguh luar biasa. Pada saat saya sedang berproses ta’aruf kemarin, kami dipertemukan dengan seorang ustadz yang luar biasa pula, dan memang berkapasitas untuk menasihati orang-orang mengenai ilmu-ilmu pernikahan dalam Islam, terutama yang sedang dalam proses ta’aruf seperti kami.
Masih tampak jelas dalam ingatan saya, sore itu kami duduk di ruang buku ustadz tersebut, bersiap untuk mendengarkan berbagai wejangan demi kemudahan proses kami menuju pernikahan. Saya pribadi pada saat itu membayangkan akan menerima nasihat-nasihat indah yang menggiring harapan baik menuju pernikahan idaman. Hati saya dipenuhi pengharapan akan mendapatkan penjelasan mengenai langkah demi langkah yang jelas, untuk mencapai pernikahan yang barakah.
Pertemuan pertama saya dengan ustadz memperlihatkan saya pada sosok bapak yang tampak sangat bijaksana. Beliau ini merupakan mantan preman, yang setelah hijrah, malah semakin melesat dan kini sudah mendirikan banyak sekali rumah tahfidz untuk para santri penghafal Al Qur’an, subhanallah. Tak hanya itu, dunia kini justru berduyun-duyun mengejarnya.
Ustadz membuka percakapan melalui perkenalan dengan kami terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan bertanya mengenai kesibukan kami sehari-hari. Obrolan kami berlangsung sangat santai seperti sedang silaturahim biasa, bukan berguru atau memohon nasihat. Kami pun akhirnya menyampaikan niat kedatangan kami. Ustadz tersebut tersenyum memandangi kami yang saat itu sedang dalam proses ta’aruf. Bukannya memberikan nasihat, beliau malah meluncurkan pertanyaan, yang hingga sekarang menjadi pedoman kuat saya dalam pelurusan niat menikah. Simak baik-baik ya.. “Nak.. kalau kalian yang sudah berproses hingga sejauh ini ternyata pada akhirnya kalian tidak berjodoh, tidak bisa sampai ke pernikahan..” beliau menghela nafas sebentar, kemudian menatap kami, “Bagaimana perasaan kalian?” Seketika kami terdiam.
 Bagi saya pribadi, itu merupakan hal yang tidak pernah saya bayangkan sama sekali sebelumnya. Saking saya menikmati proses ta’aruf yang indah sesuai syariat Allah, tidak sekalipun terlintas dalam benak saya apabila kelak ternyata kami sebetulnya tidak berjodoh. Saya terdiam cukup lama, merenungkan seandainya hal tersebut benar-benar terjadi. Tidak terbayang sama sekali. Ustadz memecah keheningan kami dengan mengulang kembali pertanyaan yang sama, “Bagaimana seandainya ternyata setelah berproses sejauh ini, ternyata kalian tidak bisa sampai ke pernikahan sebab kalian memang tidak ditakdirkan Allah untuk berjodoh?” Kami terdiam kembali dan benar-benar membayangkan apabila kelak hal tersebut benar terjadi.
 Dan akhirnya ustadz bertanya kembali, “Bagaimana perasaannya? Ternyata berat ya membayangkan bila setelah berproses sejauh ini ternyata tidak bisa sampai ke pernikahan?” Saya mengangguk dalam hati. Sungguh berat sekali membayangkan apabila benar suatu hari ternyata proses kami harus terhenti atas alasan apapun, sebab proses kami indah sekali, khususnya bagi saya. “Nak.. rasa berat hati saat membayangkan seandainya diri tidak berjodoh dengan pasangan yang sedang berproses sekarang merupakan tanda bahwa niat menikahmu belum lurus untuk Allah SWT.” Subhanallah.. JLEB!! “Ucapanmu mengenai niatan menikah karena Allah, demi ibadah yang lebih lengkap, pengutuhan keimanan, dll.. mudah sekali diuji kebenarannya dengan cara demikian tadi. Bayangkan bila seandainya tidak berjodoh. Ucapanmu diuji melalui rasa hatimu yang jelas tidak bisa berdusta.” Seketika itu diri ini diliputi muhasabbah yang sangat dalam. Pernyataan ustadz tersebut berputar-putar di kepala. Saya menunduk. Benar, sangat benar. Rasa hati yang berat itu merupakan bukti nyata bahwa niatan menikah saya belumlah lurus karena Allah. Ustadz tersenyum. Tampak dari wajahnya, beliau sangat memahami jawaban dalam hati kami. Beliau kemudian melanjutkan, “Sebetulnya, bila niatan menikahnya benar-benar lurus, rasa berat hati apabila ternyata tidak bisa bersatu dalam pernikahan itu tidak akan ada. Hati yang lapang menerima dengan ikhlas atas apapun ketentuan-Nya bisa dengan mudah dimiliki apabila diri sudah sangat yakin bahwa apapun yang terjadi di muka bumi ini, sebenarnya merupakan ketentuan baik dari Allah. Lagipula, bila benar ternyata tidak berjodoh, berarti Allah sedang siapkan yang benar-benar terbaik menurut-Nya. Apa yang harus disedihkan?” Saya menenggelamkan diri dalam muhasabbah yang lebih dalam lagi. Saya mengangguk lebih kencang dalam hati. Iya benar, itu benar, sangat benar. Ustadz melanjutkan kembali, “Jadi untuk menggapai pernikahan yang barakah, pertama-tama.. luruskan dulu niat menikahmu, sebab itu yang sebetulnya cukup sulit. Bila niatan sudah lurus, selebihnya insyaAllah akan dimudahkan.” Ustadz menyampaikan kalimat demi kalimat dengan penuh ketenangan dan diwarnai senyuman yang sangat bijaksana. Sungguh, hari itu merupakan pembelajaran luar biasa. Yang awalnya mengharapkan nasihat langkah demi langkah menuju pernikahan barakah, justru dihadiahi nasihat yang sangat mendasar dan menjadi pondasi kokoh diri sebelum melangsungkan proses pernikahan.
Perjumpaan kami hari itu ditutup dengan sebuah pemaparan indah dari ustadz. “Nak.. tidak ada masalah sama sekali dengan hasil akhir yang tidak sesuai dengan harapan sekalipun, apabila dalam prosesnya kalian sama-sama menjalaninya penuh ketaatan kepada Allah disertai dengan niat yang lurus. Dan sekali lagi, niat yang lurus bisa diukur dengan bertanya pada diri sendiri perihal ikhlas atau beratkah bila ternyata tidak saling berjodoh. Yakinlah Allah pasti berikan keputusan yang terbaik bagi hamba-Nya. Jadi sebetulnya tak ada alasan bagi kita berberat hati terhadap apapun yang tak sesuai dengan harapan. Saya doakan, semoga niat lurus selalu bersemayam dalam hati kalian. Dan bila belum lurus, maka berlatihlah terus.” Subhanallah.. sebuah perjumpaan yang sangat bermakna. Sejak saat itu, setiap hari saya melatih diri meluruskan niat saya menikah. Setiap ada sedikit perasaan yang beranjak semakin dalam pada calon pasangan, seketika saya menarik diri dan meluruskan niat saya kembali, hanya untuk Allah, dan karena Allah. Hari demi hari saya berulang kali memaksakan diri meluruskan niat menikah yang sejujurnya tidak mudah, hingga akhirnya saya menemukan diri saya terbiasa dengan niatan menikah yang lurus, insyaAllah. Alhamdulillah, sebuah pertemuan singkat dengan ustadz tersebut mampu mengkokohkan pondasi utama proses menikah, yaitu dalam hal pelurusan niat menikah. Hingga akhirnya saya menyadari, tidak ada kekhawatiran sedikitpun aapabila ternyata jodoh saya bukanlah dia yang sedang berproses dengan saya. Cukuplah saya menjalankan prosesnya sesuai dengan yang Allah suka, dan hasilnya biar Allah yang tentukan, suka-suka Allah saja. Tapi bukan berarti saya tidak serius menjalankannya. Saya hanya berpegang teguh bahwa apapun yang jadi ketentuan Allah, pastilah yang terbaik. Menikah kapanpun pada waktu terbaik-Nya, dengan siapapun pilihan terbaik-Nya.
 Alhamdulillah, ringan sekali rasanya menjalani kehidupan dimana segala sesuatu hal digantungkan harapannya hanya kepada Allah dan hanya untuk Allah. Sebuah anugerah yang tidak semua orang bisa miliki bila ia tidak yakin kepada-Nya. Terimakasih ya Rabb, I love You more :)

sumber: febriantialmeera.wordpress.com
Telegram-Button

buku tamu

hubungi kami

untuk servis maupun jasa pasang dapat menghubungi kontak

admin : fery sumanto

telp. : 0821-3566-2249
wa : 0821-3566-2249

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.