dimana potensi anak islam ..?

Acara bertajuk mencari bakat anak-anak Indonesia sedang menjamur sekarang ini. Hampir semua stasiun TV berlomba-lomba menggelar acara yang mirip satu sama lain. Indonesia Mencari Bakat yang diselenggarakan oleh Trans TV muncul lebih dulu dan menyedot banyak perhatian permirsa. Tak lama kemudian, nongol Indonesia’s Got Talent, sebuah acara yang mendapat lisensi dari Fremantle Media. Isinya persis plek dengan America’s Got Talent, Britain’s Got Talent, dll.

Setelah era AFI, Indonesian Idol dan dan beberapa acara sejenis namun kurang tenar berlalu, muncul yang namanya Mama Mia dan hal-hal yang ber’bau’ anak dan mama. Kemudian, muncullah ajang pencarian bakat baik yang memakai judul bahasa Indonesia ataupun yang menjiplak plek dari bahasa aslinya yaitu bahasa Inggris. Tapi intinya mah saja, mengekor kreativitas dari negara yang dianggap lebih daripada dirinya sendiri.

Masyarakat Indonesia pun terlena, mulai dari anak kecil hingga dewasa bahkan ibu-ibu dan bapak-bapak serta kakek-nenek pada mantengin acara pencarian bakat ini. Semua punya jago masing-masing. Ada yang milih Hudson, penyanyi ‘transgender’ alias separuh laki-laki dan separuh perempuan. Ada juga yang ngefans berat dengan Brandon, si kecil yang lincah kayak bola bekel. Lalu ada juga yang berada di pihak Putri, si penyanyi seriosa atau bahkan Klanthink, grup pemusik jalanan yang bisa eksis hingga tahap final.

Sebagai remaja muslim yang cerdas, gimana sih kita menyikapi semua ajang pencarian bakat seperti ini? Apa iya kita kudu mantengin aksi-aksi mereka setiap tampil di TV terus ikut-ikutan kirim polling SMS? Atau kita sama sekali anti terhadap tayangan sejenis dan tak mau tahu sama sekali tentangnya? Hmm…gimana ya enaknya. Yuk kita bahas satu demi satu. Lanjoott!

Tambang uang kapitalisme

Semua acara audisi yang mengeksploitasi kemampuan diri apalagi body (baca: tubuh), bertujuan UUD (Ujung-Ujungnya Duit) juga. Masyarakat yang gampang dibuat tersihir oleh tayangan TV adalah mangsa yang empuk untuk menggali tambang uang ini. Mereka enggan beranjak apalagi ketika jagoannya lolos dari eliminasi. Karena itu, si pembawa acara tak bosan-bosannya mengajak pemirsa untuk terus mengirim SMS dukungan agar idolanya tidak berada di level terendah perolehan SMS.

SMS ini tarifnya premium alias kalo bahasa awamnya sih, MAHAL. Normal SMS kan tarifnya sekitar 100-150 rupiah sekali kirim. Kalo tarif lomba-lomba beginian biayanya 2000 rupiah. Coba kamu kalikan nilai ini dengan 1000 orang yang mengirim SMS, dan satu orang mengirim nggak hanya sekali tapi bisa 10 kali misalnya. Berhubung jumlah masyarakat Indonesia sekitar 200 juta lebih, 1% saja mengirim, wow….akan didapati jumlah yang sangat fantastis hanya dari perolehan SMS.

Perolehan iklan bagaimana? Ini juga tak kalah fantastis dan bombastis jumlahnya (hehehe…sesekali memakai kosakata hiperbola). Hitung saja jumlah iklan setiap jeda penampilan dan kalikan berapa kali jeda selama acara tersebut ditayangkan. Padahal sekali tampil suatu iklan, nilai nominalnya lumayan mahal juga lho. Itungannya per detik dan tergantung ditaro di prime time (waktu utama) atau bukan. Kalo nggak salah di waktu biasa aja, pagi menjelang siang, per 15 detiknya bisa 30 juta lho. Kalo 30 detik yang 60 juta. Itu sekali tayang. Kalo sehari sampe 10 kali tayang? Lebih dari setengah M (ini singkatan dari Milyar, bukan eMber hehehe). Belum lagi produksi iklannya yang bisa mencapai ratusan juta karena harus ngurus ijin, menggunakan jasa selebriti dan sebagainya. Pasti deh langsung *tuing-tuing* pusing karena mikirin duitnya. Gimana nggak, kalo uang sebanyak itu kita cuma bisa menghitung di atas kertas tanpa pernah punya sendiri (huu…bilang aja kalo pingin jadi orang kaya juga :D )

So, gimana dengan bakat dari para pelaku entertainer itu sendiri ya? Beberapa bakat anak bangsa yang diaudisi sudah diseleksi, sekarang bagaimana dengan bakat mereka sendiri untuk menampilkan karya anak bangsa yang kreatif? Kenapa juga harus membebek terus pada program sejenis dari mancanegara? Indonesia adalah megara ke-35 yang menjadi pemegang izin terselenggaranya acara serupa loh. Semua ini tak lebih hanya sekadar mencari formulasi baru agar masyarakat Indonesia tetap keranjingan TV.

Wanted: bakat dunia akhirat

Bukan maksud ikut-ikutan acara audisi pencarian bakat seperti di TV swasta itu. Tapi di sini kita semua diajak mikir, apakah tak ada bakat lainnya yang dimiliki oleh anak Indonesia selain dari joged dan nyanyi? Hampir semua peserta menampilkan kebolehan dirinya di bidang ini. Mengapa pula tak ada ajang pencarian bakat yang menyaring anak-anak hebat bukan hanya berdimensi dunia tapi juga akhirat?

Acara Laptop si Unyil pernah menampilkan sosok tiga bersaudara yang hafidz alias penghafal al-Quran. Usia mereka di bawah 10 tahun dan hidup dalam kondisi sangat sederhana. Anak-anak ini adalah anak-anak hebat yang ‘bakatnya’ (baca: potensinya) sangat susah dicari tandingannya di zaman yang semua serba matrealistis ini. Tapi adakah yang peduli dengan kehebatan anak Indonesia yang model begini?

Orang-orang, baik pemirsa TV, pemilik TV, penggiat TV mulai dari produser, sutradara, penata acara, dll cenderung lebih suka anak-anak Indonesia yang terlihat glamour daripada sosok yang bersahaja namun jelas-jelas berprestasi. Bukan hanya bakat, tapi kecemerlangan otak telah dimiliki oleh anak-anak yang hafal al-Quran ini. Hanya orang-orang dan anak-anak yang ‘bersih’ dan cemerlang daya pikirnya saja yang bisa mencapai tahap level ini.

Potensi yang dimiliki seseorang itu bukan sesuatu yang tiba-tiba atau jatuh dari langit datangnya. Seorang Brandon yang pintar breakdance bukan tiba-tiba bisa begitu saja. Sejak kecil ia terbiasa mendengar musik rancak yang memang memancing pendengarnya untuk bergerak. Bukan itu saja, Brandon juga sering melihat video yang berisi orang-orang dewasa sedang ‘dance’. Input dari musik dan tayangan ini memberi efek pada Brandon untuk menirukan gaya mereka. Di usia 3 tahun, ia sudah bisa menari perut meskipun di usia selanjutnya ia lebih tertarik pada gerakan breakdance.

Itu hanya satu contoh saja. Lingkungan yang membentuk ‘bakat’ seseorang. Kesempatan memperoleh orang tua yang mendukung pilihan anaknya adalah hal lain. Begitu juga faktor minat si anak juga menentukan apakah anak tersebut bisa disebut berbakat atau tidak. Tapi di atas semua itu, bakat yang ada seharusnya makin membuat nilai kemanusiaan kita bertambah di mata Allah. Karena kehidupan sekarang ini kan bukan segalanya. Materi juga akan ada habisnya. Cuma bekal yang baik saja sebagai teman menuju kehidupan abadi, akhirat yang kekal.

So, finally…

Bagi diri seorang muslim, ada standar yang harus diikuti olehnya yaitu apa kata hukum syara terhadap setiap perbuatan. Plus juga ada skala prioritas yang harus diingat. Entah berapa waktu yang dihabiskan oleh Brandon, Putri Ayu dan remaja-remaja lain yang ingin kaya dan terkenal dengan instant untuk melatih bakat mereka itu. Padahal masih banyak PR remaja yang harus segera dikerjakan agar negeri ini tidak terus terpuruk pada kubangan kenistaan karena ditinggalkannya syariat Islam.

Pada website resmi transTV sebagai penyelenggara acara Indonesia Mencari Bakat, tertulis tujuan bahwa program ini bisa menjadi sebuah kampanye untuk membangkitkan semangat anak bangsa, memotivasi setiap generasi, dan mendobrak pesimisme bangsa ini. Tapi saya pribadi sangat tidak yakin tujuan ini tercapai. Yang ada malah jutaan anak bangsa semakin hidup dalam dunia impian bisa ke Jakarta dan menjadi terkenal dengan cara instan. Anak bangsa yang terpinggirkan oleh sistem dan semakin pesimis menghadapi kehidupan.

Lihat saja, betapa banyak anak cerdas yang tak bisa sekolah. Padahal pendidikan adalah pintu gerbang luar biasa untuk memperbaiki taraf kehidupan. Bandingkan dengan mereka yang cuma goyang kanan dan kiri langsung dapat uang banyak. Karena memang faktanya di negeri ini, intelektualitas anak bangsa berharga jauh lebih murah daripada suara biduan dan akting para aktris. Jadi tujuan diselenggarakannya program pencarian bakat sejenis sebagaimana ditulis di atas, jauh panggang dari apinya, alias gatot (gagal total).

Tak bisa tidak kita kembali saja kepada aturan hidup yang memanusiakan manusia. Aturan hidup ini sudah teruji selama 14 abad menghasilkan anak-anak cemerlang yang berbakat dunia akhirat. Siapa tak kenal nama Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Al-Khawarizmi dan masih banyak lagi talenta-talenta hebat yang membawa peradaban gemilang. Mereka paham dunia sebagai ilmuwan (fisika, astronomi, kedokteran, dll) dan paham akhirat sebagai ilmuwan juga (ulama). Keilmuwan mereka mencakup ilmu dunia dan akhirat. Belum pernah terdengar ada peradaban bangsa yang besar berawal dari pemudanya yang suka joget atau nyanyi. Itu mah, peradaban sampah!

Nah, tak usah bermimpi lagi ya sebagai the next idol dalam pencarian bakat anak bangsa ini. Menonton pun sekadarnya saja, sebagai upaya untuk memahamkan umat tentang tidak pentingnya acara beginian dalam kehidupan kamu. Bahkan bukan hanya acara ini saja, mayoritas acara di TV nasional kita adalah racun bagi jiwa dan otak kita.

So, ayo kita pakai saja audisi potensi anak Indonesia dan bahkan anak dunia dengan Islam sebagai tolok ukur aturan dan Allah sebagai tujuan. Berlomba-lomba dalam kebaikan adalah aktivitasnya, bukan yang lain. Tentu, semuanya berdasarkan ajaran Islam dong ya. Gimana, setuju? Kalau begitu, mari kita mulai lomba ini. Siap? Mulai! [ria: riafariana@gmail.com]

buku hafalan santri

. Do’a iftitah (1)
Allaahu akbar,kabiirow walhamdulillaahika tsiiro wasubhaanallaahibukrataw wa ashilaa,innii wajjahtuwajhiyalilladzii fathataras samaawaati wal ardho haniifammuslimaw wamaa ana minal musyrikiin,inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi robbil'alamiin,laasyariika lahu wabidzaalika umirtu wa-ana minal muslimiin

Do’a iftitah (2)
Allahumma ba’id baini wabaina khotoyaa ya kamaa ba’adta bainal masriqi wal magh rib, Allahumma naqqini min khotoyaa yakamaa yunaqqots tsaubul ab yadlu minaddanas Allahummagh silnii min khotoo yaa yabilmaa iwal tsalji wal barod

Do’a Ruku’ (1)
subkhaana rabbiyal azhiimi wabikhamdih 3x

Doa Ruku’ (2)
Subkhana kallahumma robbana wabikhamdi kallahummagh firlii

Do’a iktidal (1)

sami 'allaahuliman khamidah
robbanaa walakal-khamdu mil-ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil umaasyi'tamin sya-in ba'du

Do’a iktidal (2)
sami 'allaahuliman khamidah robbanaa walakal-khamdu
Do’a sujud(1)
subkhaana rabbiyal-a'laa wabkihamdih

Do’a sujud(2)
Subkhana kallahumma robbana wabikhamdi kallahummagh firlii

D’oa diantara dua sujud(1)
rabbighfirlii war khamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu'annii

Do’a diantara dua sujud(2)
Allahummaghfirli warkhamnii wajburnii warfakngnii wahdinii wa’afinii warzuqnii

Do’a tasyahud (1)
attahhiiyaatul mubaarakaa tush shalawatuth thayyiaatulillaah,assalaamu'alaika ayyuhannabiiyu warahmatullaahi wabarakaatuh.Assalaamu'alainaa wa'alaa'ibaadillaa hish-shoolihin,asy hadu allaa ilaaha illallaah,wa-asy hadu anna mukhammadarrasuulullaah.Allaahumma shalli'alaa Mukhammad wa'alaa aali mukhammad.kamaa shollaita'alaa ib roohiim ,wa'alaa aali ibroohiim.wabaarik'alaa mukhammad,wa'alaa aali muhammad,kamaa baarokta'alaa ibroohim,wa'alaa aali ibroohiim.fil'alamiina innaka khamii dummajiid
Do’a tasyahud (2)
Attakhiyyatulillah wassholawaatuwathoyyibat assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warokhmatullahi wabarokatuh, assalaamu’alayna waa’la ‘ibadillahisholikhin Asyhadualla ilaha ilaalloh, wa asyhaduannamukhammadan ‘abekduhu warosuuluh
Allaahumma shalli'alaa Mukhammad wa'alaa aali
mukhammad.kamaa shollaita'alaa ib roohiim ,wa'alaa aali ibroohiim.wabaarik'alaa mukhammad,wa'alaa aali muhammad,kamaa baarokta'alaa ibroohim,wa'alaa aali ibroohiim.fil'alamiina innaka khamii dummajiid

Do’a setelah tashahud

Allohummainii a ‘udzubika min ‘adzaabi jahannam,wamin ‘adzaabilqobr,wamin fitnatilmajhya wal mamaat,wamin syarri fitnatil masiikhid dajjal


Alfathihah dan artinya
Bismillaahirrokhmaanirrokhiim
Artinya :dengan nama Alloh yang maha pengasih lagi maha penyayang

Aklhamdulillaahirobbill'aalamiin.arrokhmaanirrahiim
Artinya:segala puji bagi Alloh tuhan semesta alam.

.maaliki yaumiddiin
Artinya: yang menguasai hari pembalasan
.iyyaakana' budu wa iyyaakanasta'iin.

Artinya:Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada EngkauLah kami meminta pertolongan.

ihdinash shìiraatholmustaqiim,
Artinya:tunjukkanlah kami kejalan yang lurus.

shiroothol ladzìiraatholmustaqiim,
ina an'amta'alaina an'amta'alaihim,ghoiril maghdhuubi'alaihim waladh dhaalliin. Aamiiin


Artinya:(yaitu) jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat,bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan jalan mereka yang tersesat.


Doa sehari hari

Doa untuk orang tua

Robbighrfirlii waliwaa lidayya war khamhumaa kamaa Robbayaanii shoghiiro
Artinya:
YaAlloh Ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasuhku dan mendidikku diwaktu kecil

Doa akan tidur

Bismika Allohumma ahya wa amut
Artinya:
Dengannamamu YaAlloh aku hidup dan aku mati

Doa bangun tidur

Alkhamdulillaahillazhi akhyaanaa ba’damaa amaa tanaa wa ilaihin nusyuur
Artinya:
Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami setelah kami mati dan hanya kepadaMu kami kembali

Doa sesudah makan

Alkhamdu lillahillazhi ath,amanaa wa saqoonaa waj, ‘alanaa muslimiin
Artinya:
Segala puji bagi Alloh yang telah memberkati barang yang aku makan dan aku minum dan jadikanlah akuorangyng muslim

Doa keluar rumah

Bismillahi tawakkaltu ‘alallohiwala khaula walaa quwwata illaa billaah
Artinya:
Dengan nama Alloh aku berserah diri dan tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Alloh

Doa masuk masjid

Allohummaftakh lii ab, waaba rokhmatik
Artunya:
Ya Alloh ampuni semua dosa kami dan bukakanlah bagi kami segala pintu rakhmatMu

Doa keluar masjid

Allohummaftakh lii ab, waaba fadl lik
Artunya:
Ya Alloh ampuni semua dosa kami dan bukakanlah bagi kami segala mcam pintu kebajikan dari Engkau


Hadist pilihan

Hadis larangab marah:
Laataghdhob walakal jannah
Artinya: janganlah kamu suka marah maka bagimu surga

Hadist kebersihan:
Anna dzoofatu minal iimaan
Artinya;kebersihan sebagian dari iman

Hadist keutamaan salam
Inna aulannna mambada a bissalam
Artinya;sesungguhnya sebaik baik manusia adalah yang mendahului mengucapkan salam

Hadist shodaqoh
Maa naqosot min shodaqotin mimmalin
Artinya:tidak akan ber kurang harta yang di sedekahkan

Hadist menjenguk orang sakit
U’u’dul mariidlho
Artinya:jenguklah orang sakit(HRBukhori)

Hadist menyayangi
Mallaa yarkham laa yarkham
Artinya:barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi(H.R Bukhori muslim)

Do’a ketika hujan

Allohumma Shoyyiban afii’aa
Artinya:ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat

Doa bila terjadi angin kencang

Allohummma laqkhan laa a’qiiman
Artinya:ya Allah jadikanlah angin ini membawa manfaat,bukan membawa kerugian

Doa melihat sesuatu yang disukai

Alhamdulillahil ladzi bini’matihi tatimush shooli khaat
Artinya:segala puji bagi Allah yang dengan nikmatNya semua hal
Doa mohon kesabaran
Robbanaaaaa afrigh a’lainaashobrow watawaffanaa muslimin
Artinya:ya Roob kami limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan muslim

Doa melepas pakain
bismillahil ladzi laa ilaaha illaa huwa
Artinya:Dengan menyebut nama Allah dzat yang tiada ilah yang berhak diibadahi selain Diayang baik menjadi sempurna

Doa agar terhindar dari sifat lemah dan malas

Allohumma innii Au’dlubika minal azzi wal kasalin
Artinya:sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari sifat lemah dan malas

Hadist niat
Innamal a’maalu bin niyyat
Artinya: Perbuatan itu tergantung pada niatnya(HR Bukhori muslim)

Hadist larangan mengadu domba
Laa yadek khulul jannata nammam
Artinya:Orang yang mengadu domba tidak akan masuk surga(HR Bukhori muslim)

Orang mukmin bersaudara

Innamal mukminuu ikhwatun
Artinya:sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara(surat Alhujurot ayat 10

Larangan berbisik-bisik

Innaman najekwaa minassyaiton
Artinya:sesungguhnya berbisik-bisik itu adalah dari setan(surat Almujadalah Ayat 10)

Larangan mencela

Hammaa zimmassyaaaa imbinamiim
Artinya:(janganlah kamu ikuti)orang yang suka mencela yang kesana kemari mengadu domba(surat Al qalam Ayat 11)
(ferysumanto)

semangat berkurban

Alhamdulillah tetap semangat Allahakbar cie...yup mari nyalakan semangat berkurban hingga meledak (emang petasan) atur ledakan agar serpihanya menancap slalu dalam hati, hingga nanti pas akan dbutuh kan tinggal nyulet he..he..nggak ding maksute apapun yang terjadi tetap semangat berjuang dijalan Allah.karna jalan Allah itu mula-mula seperti jalan raya,semua orang ikut berbondong-bondong menyusurinya tapi lama-lama jalan itu makin mengecil hingga hanya beberapa orang saja yang mau atawa lolos menelusurinya,dan ini bisa njenengan lihat kayak dibulan ramadan kemaren awalnya semua masjid penuh tapi bertambah hari makin tambah maju (maksute sof nya) betul?

Semangat kendor loyo dan kurang bergairah dalam ber fastabul khoirot itu ternyata jauuuh dari remaja islam garda 39,buktinya semangat bulan ramadan kemaren nggak ngedrop malah tetep penuh(di cas kali..)
untuk menyambut hari raya kurban besok remaja garda ingin berkurban,coba bayangke berkurban..keren bangrt tho? Yup klo ngakui karen yo nggak bengong aja dung...tepuk tangannya mana..(ih..jadi malu..)

apa boleh suatu organisasi berkurban?
Emang sih...suatu organisasi nggak diwajibkan untuk berkurban tapi bukan trus pong-pong bolong ya harus mendukung serta mensukseskan...tapi masak berbuat baik nggak boleh,klo flesbek tahun lalu berita di tipi-tipi banyak organisasi yang berkurban malah nggak dikit..berapa puluh..ratusan..
iya juga sih..waduh mah pusing nek ngekiyi..

sisi baik organisasi berkurban

organisasi cah enom berkurban? wah keren...kenapa nggak didukung?kan mending atawa mekso buat tambah-tambah..biasane cuman dapet 2kg, klo ada yang berkurban lagi, kan ..bisa ..he.he..pokoke meksolah,dari itu juga membuktikan bahwa remaja juga bisa berpartisipasi bukan hanya ming ngalor-ngidul bawa pisau (tumpul lagi)mengharap girik buat tanbahan he..he..

siapa tau nanti jadi perhatian besar sekampung trus jadi ajang berfastabul khoirot yang sangat indah.hingga tertanam pada diri semua orang untuk berkurban dng sangat membara ..plus bonus tambahan buar kepala suku kordinator anak buahnya yang bikin melayang-layang.,ggak ding.kita berharap semua dari hati yang paling dalam(stinki)ikhlas bin tulus smata-mata hanya mengharap ridho Allah SWT..amiiin...

gimana klo ada yang lebih baik

masak berbuat kebajikan ndadak pilih-pilih/padahal Alah kan udah janji bahwa kebajikan sekecil apapun pasti ada balasannya bahkan akan dilipat gandakan nyampe 700x lipat.
Nggak gitu maksudnya sayang..klo sedekah dng kabing kan harganya bisa nyampe 1,2 jtan,uang segitu kan banyak juga(tetunya bagi yang tak punya he..)sementara pada hari itu kan smua orang Insya Allah mendapat jatah daging walau 1 ons.apa nggaklebih baik dialihkan ke= ladang pahala yang abadi,nek pepatah lama “golek balen-balen”(he ra nyambung)semisal memberi alat pancing bukan malah memberi ikan(ini juga pepatah ya..)maksute buat lapangan pekerjaan gitu (biar kite bisa ikutan)atawa sistem bagi hasil.klo begichukan saget njenengan tebak udah bisa beramal plus dapet donatur tetap ..mantap coy..

dari kita untuk mareka
seseorang yang hanya berjuang untuk dirinya sendira pasti akan lelah dan akan bosan dalam kehipan klo dah bosan psti akan bingung mau ngapain ,klo dah bingung da masalah dikit psti pusing klo dah pusing psti tujuhkelliing,nggak ding maksute berbuat baik kepada semua makluk Allah itu indah,apalagi dlakukan karna Allahpasti akan buat nyaman bin tentram,
untuk itu mari tanamkan dihati yg paling dalam agar menjadi generasi anak ngaji yg sregep tolabul ilmi plus smangat berdakwah tanpa menenal lelah.siip..lah..!!!(fery sumanto)

sahabat-sahabat kecilku

sahabat kecilku.. dulu aku slalu ada untukmu..difikiranku hanya bagaimana agar namamu berkibar dibawah bendera islam,dulu aku ingin tempat itu menjadi media belajar untuk kita..media mencari ilmu bagi kita,agar kita slalu senantiasa berjalan bersama,dijalan Allah hingga nanti sampai mati.
demi kebersamaan kita, kuputuskan untuk bekerja yang setiap waktu.bila kalian membutuhkanku aku slalu ada..tapi seiring waktu ..langkah demi langkah yang ku tempuh ternyata malah menjauhkan diriku dngn kalian,walaupun kalian tak pernah peduli dengan adanya diriku atau tidak.
sahabat kecilku..akulah yang membutuhkanmu..bukan kalian yang membutuhkanku..kalianlah..jembatan-jembatan untuk mencari Ridho Allah.dengan adanya kalian pula aku bisa menanamkan pahala yang akan terus tumbuh dan tumbuh..sampai nanti..sampai waktu yang hanya Allah yang tau.dengan kalian juga aku belajar bagaimana mengendalikan diri dari emosi yang dulu slalu terlepas bebas bisa menjadi kesabaran hingga lama-lama tertanam keikhlasan dan rasa kasih sayang antar sesama.

tapi kini..antara aku da kalian seperti ada pembatas yang tebal dan besar..
hati ini ingin trus bersama kalian tapi apa daya..
hrrkk..aku tak tau kenapa kini difikiranku hanya kerjaan dan mencari uang,padahal aku tahu itu bukanlah tujuan paling utama dalam kehidupan ini.

sahabat-sahabat kecilku..aku sayang kalian..
tetap semangat berjuang ya..demi tegaknya syariat islam yang kaffah.
semoga kalian nanti akan berjejer menjadi barisan remaja islam yang kuat,taat dan mandiri hingga dapat membela dan melindungi saudara muslim yang lemah dari penjajahan yang berkedok demokrasi dan HAM,remaja yang bersifat lemah lembut dan kasih sayang terhadap sesama muslim serta bertindak tegas dan keras terhadap orang-orang kafir,serta menjadi remaja yang slalu memakmurkan masjid-masjid Allah,tetap istiqomah dalam salat,menunaikan zakat serta tidak takut kepada siapapun kecuali Allah.Allahuakbar!!!(fery sumanto)

berjilbab...??yukk...

Pas diwarnet(maklum lom punya modem) tak sengaja saya nemuin sebuah situs tentang bagaimana caranya agar cewek tampil PD dengan tank top meskipun lengan tangan besar. Saya pun tanpa ba..bi..bu..tulis komentar “berpakaian menutup aurat (kerudung plus jilbab) adalah solusi cerdas bagi cewek tanpa harus meributkan ukuran lengan, sekali lagi bagi cewek yang cerdas(tak ulang biar mantaap…). Dan klimaknya bisa sahabat tebak(loh kok malah tebak2an) masing-masing bertahan pada pendapatnya. Situs tersebut menyatakan bahwa kita harus menghargai pilihan orang dalam memilih pakaian. Saya pun tidak keberatan karena pendapat tentang kerudung dan jilbab itu juga pendapat pribadi ,sebagai seorang perempuan muslim tentunya.
Ukhtifillah semua yang saya cintai! (jiaah masih aja sempet-sempet ngegombal? Wataw!!) To the point aja zaa, antum suka perhatiin kondisi anak muda zaman sekarang kan? (termasuk kalian juga tentunya, hehe..) Coba deh cek di daerah terdekat. Hitung seberapa banyak ukhti-ukhti yang aktif pake jilbab,dikit banget kan... pas tak tanya ”jilbabpe kok nggak dipake je..? “Duh nggak usah repot-repot peduli sama aku, yang penting aku nggak nyusahin orang lain!” pernah juga ada cewek yang taktanya: “Kenapa kamu nggak pake kerudung. Padahal kan kamu tahu perempuan seumur kamu wajib menutupi aurat?” Eh, dia bilang: “Aku nggak munafik kayak cewek-cewek yang pake kerudung itu. Mereka pake kerudung padahal hatinya busuk.pepatah lama bilang”nduwur kerudung ngisor warung” Aku sih ada apanya, eh apa adanya sesuai dengan kata hati. Nantilah kalo udah tobat baru pake..Slow ajah ah.. mumpung masih muda hehe..”. jatuh nggak tuh… amit-amit gue! Dan parahnya yang bikin saya nangis.. ada yang ngomong ”kalau pake jilbab seperti mereka entar takutnya menimbulkan fitnah”,mbokku bilang ”ra umum nok..engko malah dikiro melu jaringan teroris” waduh..nangis lagi...

Memang sih perempuan berkerudung belum tentu hatinya juga ‘berkerudung’ alias alim. Tapi kalo terus-terusan ngikutin kata hati dan hawa nafsu dijamin nggak bakalan ada usaha untuk jadi lebih baik. Saya belum jadi orang tua aja udah sutris duluan kalau-kalau nanti punya anak tantangan untuk mendidiknya pasti berat cuy. Hwach nggak kebayang! Sistem kapitalisme udah bener-bener meracuni anak bangsa! “Asal hati senang urusan yang lain di abaikan!” Musibah deh…
saya baru menyadari kalau sebagian wanita yang menggunakan kerudung hanya karena sekedar disuruh atau diwajibkan oleh orang tua, tempat belajar atau tempatnya bekerja. Jika telah keluar dari ‘aturan’ itu, maka lepas pula kerudung yang menutupi kepalanya. Mungkin karena itulah kain-kain itu tidak menutup secara benar dikepala dan dada mereka. malahan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya, Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.

Saya juga pernah berpikir dan bertanya-tanya, bahwa orang-orang memakai cadar dan berjilbab lebar apakah tidak kepanasan dengan seluruh atributnya? Apakah tidak repot jika hendak keluar dimana mereka harus memakai seluruh kain panjang tersebut? Mulai dari baju, jilbab yang lebar, masih harus ditambah memakai kaus kaki! Ah! Dan di balik jilbab itu, ternyata masih ada jilbab lagi! Dan… apakah mereka bisa melihat dari balik cadar yang menutup matanya?

Untuk yang satu ini, waktu tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan itu. Karena butuh pengetahuan lain yang merasuk ke dalam hati untuk mendapatkan jawabannya. Pengetahuan akan indahnya Islam dengan segala pengaturan yang diberikan oleh Allah. Pengetahuan akan surga yang begitu indah dan damai dengan segala kenikmatannya. Pengetahuan bahwa surga tidak akan tercium oleh wanita yang mengumbar-umbar aurat di depan khalayak. Pengetahuan bahwa penghuni neraka yang paling banyak adalah wanita. Oleh karena itu kerepotan itu bukanlah kerepotan, melainkan sebuah usaha. Usaha dari seorang wanita muslimah untuk menggapai surga-Nya. Untuk bersanding dengan suaminya kelak ditemani dengan bidadari cantik lainnya. Panas dari jilbab itu bukanlah rasa panas yang menyesakkan pikiran dan dada. Akan tetapi hanya sepercik penguji jiwa yang dapat meluruhkan dosa-dosa kecil dari seorang insan wanita. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa setiap kesusahan yang dialami muslim merupakan peluruh bagi dosa-dosanya.
So, dari beberapa contoh di atas bisa terlihat Apabila seseorang mengakui dirinya sebagai muslimah, maka sudah ada aturan khusus tentang tata cara berpakaiannya. Jadi tidak bisa semau gue atas nama kebebasan memilih atau bahkan memakai dalih HAM.

Cara berbusana cewek modern

Ukhtifillah yang saya hormati..banyak remaja salah mengira kalau modern itu adalah berpakaian yang mengumbar aurat. Tank top, rok mini, you can see , bahkan pusar pun diobral adalah gaya berbusana cewek modern. Orang yang berpendapat begini pasti sedang mabok ckckck.. . Coba deh kamu perhatikan film kartun Flinstone yang settingnya adalah zaman batu. Atau mungkin film Robin Hood dan Xena yang settingnya adalah zaman kuno abad pertengahan. Baju yang dipakai di sana sangat minim, hampir semua aurat terutama pemeran cewek diobral semua.

Terus, gimana dong dengan beberapa suku di Indonesia yang pakaian tradisionalnya adalah koteka ? Coba deh kamu lihat, bagaimana kehidupan dan tingkat berpikir suku tersebut. Seharusnya menjadi tugas bersama untuk membina suku-suku pedalaman yang masih awam terhadap Islam dan hukum menutup aurat. Bukan malah dijadikan tontonan sebagai aset pariwisata dengan alasan melestarikan budaya bangsa. Kasihan mereka. Bayangkan bila kamu yang di posisi mereka berpakaian, minim kemudian menjadi bahan tontonan. Pasti rasanya tak nyaman.

Tak ada orang yang bilang kalo mereka hidup di zaman modern. Yang ada adalah mereka hidup di zaman batu, kuno, jadul dan yang utama jahiliyah alias bodoh. Yang namanya modern adalah ketika manusia itu jelas bedanya dengan binatang yaitu ketika akalnya dimanfaatkan secara sempurna. Akal inilah yang menuntun manusia untuk mempunyai malu dan iman. Jika malu dan iman ada maka otomatis manusia akan memilih busana yang menutup aurat sebagai gaya berbusananya.

Hal ini pas banget dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dalam QS an-Nur: 31 dan al-Ahzab: 59 bahwa kerudung dan jilbab adalah pakaian muslimah bila mereka keluar rumah. Rasional dan masuk akal, itulah ciri-ciri Islam. Termasuk juga dalam mengatur cara berbusana perempuan, Islam jauh lebih modern daripada agama ataupun ideologi dan budaya mana pun di dunia ini. Ini karena memang Islam diturunkan oleh yang Mahamenciptakan manusia sendiri, jadi Ia pula yang berhak mengaturnya.

Di atas semua itu, modern atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari pola pikirnya. Pola pikir inilah yang akan menentukan pola sikap dia termasuk dalam hal memilih pakaian. Jadi meskipun gelar selangit, rumah di kawasan elit, mobil keluaran terbaru tapi memakai rok mini dan tank top, sudah langsung bisa dilihat kualitas pola pikirnya. ”jaman batu dan jadul”Semua materi duniawi yang disebutkan tersebut cuma aksesoris saja, tidak menyentuh intinya.

Jilbab, pakaian modern

Ukhti.., jilbab itu pakaian perempuan modern dan beradab. Dari busana ini pula, terlihat identitas seseorang apakah ia muslim atau bukan. Jilbab adalah pakaian takwa yang merupakan bukti tunduknya seorang hamba kepada penciptanya. Siapa saja yang memperolok pakaian takwa ini, itu artinya ia juga memperolok Sang Pencipta yang menurunkan aturan tersebut.
Tak jarang muslimah berjilbab mendapat cobaan berupa suara-suara miring semisal disebut ‘sok alim-lah’, ‘sok suci’, dan berbagai sebutan lainnya. Biar saja, Non. Daripada harus menjadi orang yang sok kafir dan menjadi pembangkang perintah Allah, itu jauh lebih buruk dan hina untuk dilakukan. Cuekkin saja.. Itu biasa, romantika hidup Non... Nggak seru rasanya kalo hidup cuma lurus-lurus aja. Hmm.. coba deh telusuri jln paris, pasti capek deh rasanya.(smua juga tau den). Jadi, kalo pun ada cibiran dan cemoohan dari kawan-kawan kita, anggap aja bumbu dalam kehidupan ini.

Ukhtifillah, berjilbab itu indah. Tapi bukan karena lantas terlihat indah ini kita mau berjilbab. Betapa banyak perempuan berkerudung karena setelah mematut diri di depan cermin, mereka merasa lebih cantik. Jadi ketika berkerudung (apalagi kalo sampe berjilbab) membuat dirinya tidak terlihat cantik, maka orang semacam ini tidak akan mau berjilbab. Banyak sekali ungkapan yang menyatakan enggan berjilbab karena pakaian tersebut hanya akan membuat dirinya terlihat gemuk dan tidak menarik. Meskipun tahu bahwa jilbab adalah perintah Allah, mereka lebih mementingkan apa kata manusia daripada kata-kata atau firman Allah. Semoga kamu bukan tipe perempuan seperti ini.

Berjilbab, mutiara dalam etalase

Pernah ikut pengajian FSRIP kan.., dulu Ustadz Arruman pernah berkata”perempuan berjilbab ibarat mutiara indah dalam etalase. Orang yang lalu-lalang bisa melihat tanpa bisa menyentuh, apalagi menodai. Mutiara ini hanya bisa dibeli dengan harga mahal dan seizin penjualnya. Tak jarang mutiara dalam etalase ini dilengkapi dengan kunci pengaman agar terjaga kemurniannya.
Dan perempuan yang tidak berjilbab. Mereka ini ibarat mutiara yang diobral di kaki lima.(tak ulang biar mantaap”kaki lima mbak”) Semua orang tidak hanya bisa melihat, tapi juga menyentuhnya. Tak jarang tangan-tangan yang menyentuh mutiara tersebut ternyata bernoda sehingga membuat si mutiara tak lagi putih cemerlang. Cacat-cela pun hinggap di permukaannya yang indah. Bila si penjual lengah, bisa jadi ada maling yang menyusup dan mencuri mutiara itu dari tempatnya berada.

Ya, mutiara dalam etalase adalah muslimah berjilbab yang hanya bisa disentuh oleh laki-laki beriman yang berani mengucapkan akad nikah di depan wali dan saksi. Nama Allah sebagai jaminan bahwa laki-laki ini akan menjaga si muslimah hingga kelak dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilanNya. Mutiara ini terjaga kehormatan dan harga dirinya, setara dengan upayanya untuk tunduk pada aturanNya pula.
Dan Mutiara kaki lima, kita semua sudah tahu bagaimana nasibnya. Di antara kedua pilihan ini, muslimah cerdas pastilah tahu harus memilih yang mana. Karena sudah sunatullah bahwa Allah akan memasangkan wanita baik-baik dengan laki-laki yang baik pula, begitu sebaliknya (QS an-Nur: 36). Ini adalah janji Allah. Tapi seorang muslimah salihah bukan tujuan tersebut yang menjadi incarannya. Ridho Allah adalah segalanya di atas semua tujuan. Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Yuk sama-sama nyanyi..Syukuri apa yang ada ...hidup adalah anugrah..yap,Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.

Jadi, mulai sekarang luruskan niatmu bila sebelumnya ada niat lain mengotori keputusanmu untuk berjilbab. Oya, kalo baru sebatas bisa berkerudung, tingkatkan untuk bisa mengenakan kerudung plus jilbabnya (semacam baju kurung yang longgar, lebar dan tebal). Yakin deh, niat-niat duniawi itu umurnya tidak bertahan lama. Betapa banyak muslimah yang berkerudung (termasuk yang mengenakan jilbabnya) karena sekadar ingin agar segera bisa bersuami, setelah nikah menanggalkan kerudungnya, termasuk jilbabnya. Karena tujuannya sudah tercapai, buat apalagi memakai kerudung dan jilbab? Ightifar lagi non..

Namun bila yang menjadi tujuan adalah ridho Allah semata, apa pun halangan dan rintangan yang menghadang karena keputusannya dalam berjilbab, hal itu tak akan menggoyahkannya. Sebaliknya, ia akan semakin tegar dalam mempertahankan identitasnya sebagai muslimah berjilbab. Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Semoga maksud saya dalam tulisan ini sama dengan perkataan Nabi Syu’aib dalam firmanNya Q.S hud ayat 88,yang artinya:”Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama Aku masih berkesanggupan dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku beryawakal dan hanya kepada-Nya-lah Aku kembali.
Jadi para ukhti muslimah, jangan cuma berkerudung aja, tapi tingkatkan levelnya untuk juga berjilbab sampai maut menjemput.Insya Allah, bakalan keren deh.. karena menunjukkan karakter positif seorang perempuan yang punya prinsip. Kamu tak akan pernah diombang-ambingkan oleh tren mode berbusana jahiliyah berkedok modern. Karena tren berjilbab adalah mode busana everlasting yang kata iklan kaos”peka zaman”. Oleh karena itu, tak ada pilihan lain bagi seorang perempuan yang sudah meng-azzamkan diri atau bertekad kuat menjadi seorang muslimah kecuali berbusana sesuai dengan yang ditentukan oleh Islam. So, ayo berjilbab mulai sekarang! jempol deh!!!

Doa yang ringkas makna luar biasa

Banyak dari kita yang tidak mengetahui doa “sapu jagat” kasusnya(eh..kususnya) yang para remaja.. malah banyak dari mereka yang nggak “ngeh” soalnya judul doanya “serem..agak berbau mistik”padahal doa ini doa yang sangat ringkas tapi mengandung makna kebaikan dunia dan akhirat. mungkin banyak dari kita yang belum tahu bahwa do'a sapu jagad (Robbana aatina fid dunya hasanah ...) atau doa kebaikan dunia dan akhirat yang sering diajarkan di TPA di kampung-kampung.doa ini ternyata mengandung makna yang luar biasa,bayangkan didunia mendapat kebaikan dan diakhirat juga mendapat kebaikan,pasti inilah yang diinginkan setiap orang. Sampai-sampai dijelaskan bahwa do'a sapu jagad ini juga adalah do'a untuk mendapatkan wanita sholihah yang setiap orang menginginkannya. mari kita renungkan baik-baik dalam artikel singkat berikut ini. Hanya Allah yang beri petunjuk.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai doa-doa yang singkat padat, dan meninggalkan selain itu.” (HR. Abu Daud no. 1482, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Hadits ini menunjukkan beberapa hal:

1. Dianjurkannya do’a dengan lafadz yang ringkas namun mengandung banyak makna kebaikan.
2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diberi keistimewaan dengan jawami’ul kalim, yaitu diberikan kalimat-kalimat yang ringkas ketika diucap namun mengandung banyak makna dalam hukum dan ilmu.
3. Kalimat yang paling baik adalah kalimat yang sedikit (ringkas), namun syarat makna. Oleh karena itu, sangat dianjurkan seseorang menggapai maksud dari pembicaraan dengan kalimat yang mudah, namun sarat makna.

Di antara do’a ringkas, namun penuh makna adalah do'a sapu jagad(kebaikan dunia dan akhirat):
“Allahumma (Robbana) aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar.”

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan,
“Doa yang lebih sering diucapkan Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam adalah Allahumma aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar (Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari adzab Neraka).” (HR. Bukhari no. 4522 dan Muslim no. 2690)

Muslim menambahkan,
“Jika Anas ingin menyeru dengan suatu seruan, beliau membaca do’a ini dan jika beliau ingin berdo’a dengan suatu do’a, beliau pun membaca do’a ini.”

Beberapa pelajaran dalam hadits ini:

1. Dianjurkan untuk merutinkan do’a ini karena lafadznya begitu ringkas, namun mengandung permintaan kebaikan dunia dan akhirat.
2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam paling sering membaca do’a ini karena do’anya sungguh penuh makna yaitu mencakup tiga hal: [1] meminta kenikmatan di dunia, [2] meminta kenikmatan di akhirat, serta [3] agar terbebas dari api neraka. Semoga Allah menganugerahkan kita tiga hal ini.
3. Permintaan kebaikan di dunia yang dimaksudkan dalam do’a ini mencakup nikmat sehat, rumah yang lapang, istri yang penuh dengan kebaikan, rizki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal sholih, kendaraan yang menyenangkan, pujian yang baik serta kebaikan-kebaikan lainnya dengan berbagai ungkapan dari pakar tafsir. Masya Allah ... luar biasa cakupan do’a sapu jagad ini. Sampai-sampai meminta istri yang sholihah pun sudah tercakup di dalamnya.
4. Adapun kebaikan di akhirat yang diminta dalam do’a ini tentu saja lebih tinggi dari kebaikan di dunia yaitu dimasukkannya ke dalam surga, dibebaskan dari rasa khawatir (takut) dan diberi kemudahan dalam hisab (perhitungan amalan) di akhirat.
5. Adapun permintaan diselamatkan dari siksa neraka mengandung permintaan agar kita dibebaskan dari berbagai sebab yang menjerumuskan ke dalam neraka yaitu dengan dijauhkan dari berbagai perbuatan yang haram dan dosa, dan diberi petunjuk untuk meninggalkan hal-hal syubhat (yang masih samar/abu-abu) dan hal-hal yang haram. –Inilah penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah yang kami sarikan dari kitab tafsirnya ketika menjelaskan surat Al Baqarah ayat 201-.

Do'a Meminta Ketakwaan dan Sifat Qona'ah

Sahabat.. do’a lainnya yang juga ringkas, namun syarat makna yaitu salah satunya do’a yang diangkat oleh Imam An Nawawi (Yahya bin Syarf An Nawawi) dalam kitab beliau Riyadhus Shalihin. Kami pun akan mengutarakan faedah do’a tersebut.

Do’a Meminta Ketakwaan dan Sifat Qona’ah
“Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina.” Artinya: Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a: “Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina”.” (HR. Muslim no. 2721)

Faedah hadits:

Pertama: Yang dimaksud dengan “al huda” adalah petunjuk dalam ilmu dan amal. Yang dimaksud “al ‘afaf” adalah dijauhkan dari yang tidak halal dan menahan diri darinya. Yang dimaksud “al ghina” adalah kaya hati, yaitu hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada harta yang ada di tangan orang lain.

An Nawawi –rahimahullah- mengatakan, “ ’Afaf dan ‘iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. Sedangkan al ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia.” (Syarh Muslim, 17/41)

Kedua: Keutamaan meminta petunjuk ilmu sekaligus amal karena yang dimaksud al huda adalah petunjuk dalam ilmu dan amal.

Ketiga: Keutamaan meminta ketakwaan. Yang dimaksud takwa adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Takwa diambil dari kata “wiqoyah” yang maknanya melindungi, yaitu maksudnya seseorang bisa mendapatkan perlindungan dari siksa neraka hanya dengan menjalankan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan.

Keempat: Keutamaan meminta sifat ‘afaf atau ‘iffah yaitu agar dijauhkan dari hal-hal yang diharamkan semacam zina. Berarti do’a ini mencakup meminta dijauhkan dari pandangan yang haram, dari bersentuhan yang haram, dari zina dengan kemaluan dan segala bentuk zina lainnya. Karena yang namanya zina adalah termasuk perbuatan keji.

Kelima: Keutamaan meminta pada Allah sifat al ghina yaitu dicukupkan oleh Allah dari apa yang ada di sisi manusia dengan selalu qona’ah, selalu merasa cukup ketika Allah memberinya harta sedikit atau pun banyak. Karena ingatlah bahwa kekayaan hakiki adalah hati yang selalu merasa cukup. Bukan seberapa banyak harta kita tapi seluas apa hati kita dalam menerima setiap apa yang di berikan oleh Allah untuk dijadikan ibadah.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Semoga Allah memberi kita kekuatan dan tetap istiqomah dalam merutinkan doa yang telah dicontohkan Rosulullah saw
Ya Allah ...hanya Engkaulah yang aku tuju...hanya ridhomulah yang aku nantikan...
Semoga bermanfaat.

Referensi:
rumayso.com,
Bahjatun Naazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Salim bin ‘Ied Al Hilali, cetakan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H
Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392
Bahjatun Naazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Salim bin ‘Ied Al Hilali, cetakan Dar Ibnul Jauzi, jilid I dan II, cetakan pertama, tahun 1430 H.
Syarh Riyadhish Sholihin, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, jilid IV, cetakan ketiga, tahun 1424 H

Bila Cinta Tak Berbalas

Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya.
waduuuh, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.
Ya drama kehidupan menuju meghligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.
Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bias mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta seandainya memang terasa getir- langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.
Mengambil sikap

Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa' (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.
Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.
Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan : Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.
Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.
Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

Percayai qadla

Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.
Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya. (HR.Bukhari)

Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya'.
Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah . akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya?
Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.

Bersiap untuk cinta dan bahagia

Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti, demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.
Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang berani' menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, berani-beraninya... atau apa yang kurang dari saya.....
Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.
Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih bunga' yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.
Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya. (HR. Muslim)

Bukan Aib

Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk perjuangan' menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang senasib' dan sependeritaan'.
Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.

Kita mungkin takkan Bahagia'

Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.
Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar perceraian'? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan ( al hanaah ) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu'alam bi ash shawab

Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.
Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan.
Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain bukan dengan si dia yang antum idamkan- niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.

Saya tak mungkin berbahagia tanpanya'

ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.
Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.

Cinta membutuhkan waktu

maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam! Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.
Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah

Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna

Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan. Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti . tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan. Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dsb.
Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi yang penting akhwat atau yang penting ikhwan . Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan
Maka doa kita kepada Allah bukanlah, berikanlah padaku pasangan yang sempurna tetapi ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku.

Kekuatan Ruhiyah

Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud

da'wah lalu setiap akhwat mendambakannya.

Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita luar biasa berjodoh dengan yang biasa-biasa'. Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia

Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan jangan ke-ge-er-an' dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.

Beri cinta kesempata (lagi)

..........dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. ( QS. Yusuf[12]:87 )

bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya

cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. love is knocking outside the door.' Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.

jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata (HR. Turmudzi)

Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu. (HR.Ahmad)(diedit dari dudung net)
Telegram-Button

buku tamu

hubungi kami

untuk servis maupun jasa pasang dapat menghubungi kontak

admin : fery sumanto

telp. : 0821-3566-2249
wa : 0821-3566-2249

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.