budidaya jamur tiram

Kini usaha jamur tiram makin menjamur, karena mudahnya cara budidaya jamur tiram, harga jual yang stabil serta permintaan yang terus meningkat menjadi salah satu faktor banyaknya bermunculan petani jamur tiram. Penampilannya yang putih bersih dan menarik menjadi daya tarik tersendiri. Rasanya juga sangat enak, hampir seperti daging ayam sehingga dapat dijadikan sebagai pengganti daging untuk kalangan vegetarian. Mengkonsumsi jamur tiram secara rutin dapat menghancurkan sel kanker. Jamur tiram juga memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga banyak dicari orang.

Cerahnya prospek usaha budidaya jamur ini ternyata menciptakan peluang usaha bagi banyak orang.karena budidaya ini walaupun cuma dalam skala kecil sudah dapat memberikan tambahan penghasilan. “Budidaya jamur tiram tergantung modal, bisa dibuat kecil juga bisa dibuat besar, tergantung skala produksinya.

Memang benar begitulah adanya, banyak pembudidaya jamur tiram di daerah tertentu yang omsetnya bisa mencapai puluhan juta. Hanya beberapa bulan sudah bisa balik modal.

Proses Produksi

Budidaya jamur tiram tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Media tanam yang disebut dengan baglog juga dapat dibuat dengan mudah. Ada beberapa cara yang digunakan para pembudidaya jamur tiram untuk membuat baglog ini. Namun pada dasarnya, perlakuannya sama.

Bahan baku untuk membuat baglog adalah serbuk gergaji, bekatul, kapur, air, polybag, cincin bambu, plastik, kapas dan karet penutup dan bibit spora. Untuk komposisinya, 70 kg serbuk gergaji dicampur dengan 12 kg bekatul, 1 kg kapur serta 17 kg air, kemudian diaduk hingga merata.

Kemudian bahan baku sebanyak 900 gr tersebut dimasukkan kedalam polybag, dikancing dengan cincin bambu, ditutup dengan plastik dan diikat dengan karet sehingga membentuk seperti tutup botol (baglog). Langkah ini disebut dengan proses pengompotan.

Setelah pengompotan, proses sterilisasi siap dilakukan, yaitu dengan cara memanaskan baglog dalam autoclave bertekanan 1,5 – 2,5 bar atau suhu 200 derajat celcius selama 2 jam. Dalam melakukan porses sterilisasi ini, Rosdiyanti hanya menggunakan drum bekas oli yang telah dibersihkan.

Baglog dimasukkan kedalam drum tersebut dengan posisi terbalik agar kadar air tidak bertambah. Kemudian dilakukan proses pengukusan selama 8 jam diatas tungku kayu bakar. Setelah itu baglog didinginkan dalam ruangan selama 12 jam

Langkah selanjutnya adalah proses penanaman bibit, yaitu memasukan bibit spora kedalam lubang baglog lalu diratakan, kemudian disumbat dengan kapas dan diikat kembali dengan plastik dan karet.

Baglog disimpan dalam ruang pemutihan sehingga terjadi penyebaran bibit spora dari bagian atas baglog ke bagian bawahnya. Hal ini menyebabkan baglog yang pada awalnya berwarna cokelat berubah menjadi putih.

Dalam waktu 3 minggu spora telah menyebar lebih dari 3/4 baglog. Baglog siap dipindahkan ke rak pertumbuhan, ditata menumpuk dan disiram dengan menggunakan sprayer 2 kali sehari. Satu sampai dua minggu berikutnya jamur tiram tumbuh dan siap untuk dipanen.

Tempat Produksi

Ruangan produksi jamur tiram atau yang biasa disebut dengan kumbung yang digunakan Rosdiyanti mempunyai luas 2 x 6 m. Untuk ruangan dengan ukuran tersebut, Rosdiyanti bisa menampung kurang lebih 1200 baglog.

Kumbung milik Rosdiyanti terbuat dari bilah bambu (gedek/bilik). Pertimbangannya adalah biaya pembuatannya murah. Tapi yang terpenting adalah kumbung dari bilah bambu ini ideal untuk pertumbuhan jamur karena mirip dengan habitat aslinya di hutan, yaitu intensitas matahari rendah dengan kelembaban yang tinggi.

Atap kumbung ini bisa menggunakan bilah bambu (gedek) atau genting. Yang penting baglog tidak terkena curah hujan dan matahari secara langsung. Diakuinya, jika cuaca terlalu panas maka diperlukan perawatan yang ekstra keras agar pertumbuhan jamur tetap baik.

Pemasaran

Pembeli jamur tiram hasil budidayanya memang baru berkisar didalam wilayah tempat tinggalnya. Kebanyakan adalah rumah makan, catering atau konsumen yang membeli langsung untuk konsumsi rumah tangga.

Walaupun banyak terdapat pembudidaya jamur tiram di daerah tempat tinggalnya, namun tidak menjadi soal baginya untuk memasarkan jamur tiram ini. Hal ini disebabkan karena jumlah kebutuhan pasar jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah produksi yang ada.

Menurut Rosdiyanti, permintaan jamur tiram ini dari hari ke hari terus meningkat. Dia biasa menjual jamur tiram segar dengan harga 11 ribu per kilo dengan sistem delivery order. Jamur tiram dijual dalam kemasan plastik 0,5 mm dengan berat 200 gr atau langsung dimasukan kedalam kantong plastik kecil apabila pesanannya 500 gr.

Analisa Pendapatan Sederhana

Pemasukan
Omset rata-rata per 300 baglog : Rp 1.500.000,00

Pengeluaran
Bahan baku : Rp 120.000,00
Biaya operasional : Rp 180.000,00
Bensin : Rp 20.000,00
Total pengeluaran : Rp 320.000,00

Keuntungan bersih
Rp 1.500.000,00 - Rp 320.000,00 =Rp.1.180.000,00
untuk informasi hub.081328030055
Sumber : Tim Bisnis UKM

0 komentar:

Posting Komentar

 
  • Mengenal alqur'an lebih dekat © 2012 | Designed by dara izhhar, in collaboration with syarie blogmaker , Blogger Templates and WP Themes