kaos dakwah "rezeki kita soal rasa"

0 komentar

assalamuaalaikum warohmatullahiwabarokatuh..
temen temen yang ingin punya kaos dakwah "rezeki kita soal rasa" bisa sms ke hp 082135662249

"rezeki kita soal rasa"



WARNA

biru muda

KETERANGAN BAHAN

- Cotton Combed
- Jahit rantai bahu

HARGA PROMO

Rp. 75.000,- (Belum Termasuk Ongkir dari jogja)
70% dari keuntungan akan di sedekahkan untuk kegiatan islam dan sosial

UKURAN

M: 70 cm x 45 cm
L: 72 cm x 51 cm
XL: 75 cm x 54 cm
XXL: 84 cm x 66 cm
sementara hanya tersedia ukuran L da XL

mereka mengenalkan pung,musik dan lain lain salah satunya melaui kaos,semoga kaos ini selain bermanfat untuk di kenakan juga dapat menjadi jalan bagi yang membaca untuk selalu bersyukur kepada Allah subhanahuwata'ala atas apa yang di karuniakan-Nya.

tulisan kaos ini ter inpirasi dari buku LAPIS-LAPIS KEBERKAHAN penulis SALIM A FILLAH 
berikut kami kutipkan, semoga bermanfaat.

Di antara makna rizqi adalah segala yang keluar masuk bagi diri dengan anugrah manfaat sejati. Nikmat adalah rasa yang terindra dari sifat maslahatnya. Kasur yang empuk dapat dibeli, tapi tidur yang nyenyak adalah rizqi. Ia dapat saja terkarunia di alas koran yang lusuh, dan bukan di ranjang kencana yang teduh. Hidangan yang mahal dapat dipesan, tetapi lezatnya makan adalah rizqi. Ia dapat saja terkarunia di wadah daun pisang bersahaja, bukan di piring emas dan gelas berhias permata.
Atau bahkan, ada yang memandang seseorang tampak kaya raya, tapi sebenarnya Allah telah mulai membatasi rizqinya.
Ada yang bergaji 100 juta rupiah setiap bulannya, tapi tentu rizqinya tak sebanyak itu. Sebab ketika hendak meminum yang segar manis dan mengudap yang kue yang legit, segera dikatakan padanya, “Awas Pak, kadar gulanya!” Ketika hendak menikmati hidangan gurih dengan santan mlekoh dan dedagingan yang lembut, cepat-cepat diingatkan akannya, “Awas Pak, kolesterolnya!” Hatta ketika sup terasa hambar dan garam terlihat begitu menggoda, bergegaslah ada yang menegurnya, “Awas Pak, tekanan darahnya!”
Rasa nikmat itu telah dikurangi.
Lagi-lagi, ini soal rasa. Dan uang yang dia himpunkan dari kerja kerasnya, amat banyak angka nol di belakang bilangan utama, disimpan rapi di Bank yang sangat menjaga rahasia, jika dia mati esok pagi, jadi rizqi siapakah kiranya? Apa yang kita dapat dari kerja tangan kita sendiri dan kita genggam erat hari ini, amat mungkin bukan hak kita. Seperti hartawan yang mati meninggalkan simpanan bertimbun. Mungkin itu mengalir ke ahli warisnya, atau bahkan musuhnya. Allah tak kekurangan cara untuk mengantar apa yang telah ditetapkanNya pada siapa yang dikehendakiNya.
Rizqi sama sekali bukan yang tertulis sebagai angka gaji.
Seorang pemilik jejaring rumah makan dari sebuah kota besar Pulau Jawa, demikian cerita shahibul hikayat yang kami percaya, dengan penghasilan yang besarnya mencengangkan, punya kebiasaan yang sungguh lebih membuat terkesima. Sepanjang hidupnya, tak pernah dia bisa berbaring di kasur, apalagi ranjang berpegas. Dia hanya bisa beristirahat jika menggelar tikar di atas lantai dingin, tepat di depan pintu.
Rizqi sama sekali bukan soal apa yang sanggup dibeli.
Ada lagi kisah tentang seorang pemilik saham terbesar sebuah maskapai penerbangan yang terhitung raksasa di dunia. Armada pesawat yang dijalankan perusahaannya lebih dari 100 jumlahnya. Tetapi dia menderitahyperphobia, yakni rasa takut terhadap ketinggian. Seumur hidupnya, yang bersangkutan tak pernah berani naik pesawat.
Rizqi sama sekali bukan soal apa yang dikuasai.
Sebaliknya pula, ada seorang lelaki bersahaja yang tidak mampu membeli mobil sepanjang hidupnya. Tapi sungguh Allah telah menetapkan bahwa rizqinya adalah naik mobil ke mana-mana. Maka para tetangga selalu berkata bergiliran padanya, “Mas, tolong hari ini pakai mobil saya untuk kegiatannya ya. Saya senang kalau Mas yang pakai. Sungguh karenanya terasa ada berkah buat kami sekeluarga.” Dan pemilik mobil pergi bekerja ke kantornya dengan mengayuh sepeda. Sebab itulah yang disarankan dokter padanya.
Rizqi sama sekali bukan soal apa yang dimiliki.

“Sesungguhnya jika Allah langsung menghukum semua makhluq yang berdosa dengan memutus rizqinya”, jelas Hasan Al Bashri, “Niscaya semua manusia di bumi ini sudah habis binasa. Sungguh dunia ini tak berharga di sisi Allah walau sehelai sayap nyamukpun, maka Allah tetap memberikan rizqi bahkan pada orang-orang yang kufur kepadaNya.”
“Adapun kita orang mukmin” “Hukuman atas dosa adalah terputusnya kemesraan dengan Allah, Subhanahu wa Ta’ala.”
***
Lagi-lagi terrenungi, bahwa di lapis-lapis keberkahan, ini soal rasa. Semoga Allah melimpahkan rizqiNya kepada kita, dan menjaga kita dari bermaksiat padaNya. Dengan begitu, sempurnalah datangnya nikmat itu dengan kemampuan kita menikmati rasa lezatnya, lembutnya, dan harumnya. Di lapis-lapis keberkahan, soal rasa adalah terjaganya kita dari dosa-dosa.

sepenuh cinta, dinukil dari:
Lapis-Lapis Keberkahan, Setitis Rizqi

di terima atau di tolak itu urusan nanti

0 komentar

Ilustrasi (inet)Dua hari sebelumnya mendapat taujih dari teman berkaitan dengan sikap ikhwan, dan semalam dapat lagi guyonan dari seorang mbak yang berada di Jerman. Dari taujih maupun guyonan tersebut membuat tertawa dan berakhir pada suatu tujuan yang sama. 

Meskipun konteks penyampaiannya berbeda, yang satu berbentuk keseriusan sedangkan yang satunya lebih pada guyonan menuju keheningan malam.
tulisan ini tidak mewakili sikap ikhwah fillah yang sedang membaca, melainkan tulisan ini hanya sebatas imajinasi liar belaka.

 Entah kenapa ikhwah fillah cuma berani membicarakan saja, hanya berani mengguyoni, hanya berani diajak chat melalui sosial media, hanya sanggup menantap jarak jauh tak berani mengatakan siap pada ikatan yang dianjurkan Allah, hanya jago di kandang tapi tidak berani mendatangkan wali. Banyak hal kenapa baru berani di kandang, antara lain tidak punya nyali besar, cuma berani berada di comfort zone, jangan cuma berani nge-like status facebooknya saja, jangan cuma berani following twitternya, merasa belum mampu menafkahi, takut ditolak, ingin membahagiakan keluarga dahulu, dan terakhir tidak dapat restu dari orang tua. Sungguh sakit ya!!!

Mungkin juga karena merasa belum mapan, merasa tidak pantas, merasa belum saatnya untuk menyatakan rasa suka, merasa belum yakin karena tidak setara dengan si wanita baik dari sisi finansial, pendidikan, fisik, keluarga, berasumsi jangan-jangan ditolak, dan jangan-jangan dipermalukan.

Jika memang belum berani, belum sanggup, masih betah di comfort zone, dan belum mendapat restu sebaiknya jangan engkau bicarakan mereka (akhwat) dalam keadaan apapun, jangan nge-like statusnya, jangan following twittenyar.

 Jangan guyonin apalagi memberi janji untuk serius karena itu akan menyakiti hati sendiri dan semakin terlihat bahwa kalian jago di kandang. Kenapa mengatakan jago di kandang? Karena cuma berani aman saja tetapi tidak berani menerima kenyataan pahitnya. Atau kenapa ikhwan bersikap seperti itu, karena nyali sudah hilang dan keberanian sudah tenggelam oleh kegalauan maksimal.
Sampai kapan punya keberanian untuk datang pada walinya? Apakah sampai kaya?

 Padahal kalau tunggu kaya, bisa-bisa usia sudah tua. Sedangkan teman seperjuangan sudah menenteng kiri kanan. Apakah sampai hati yakin? Padahal soal keyakinan tidak ada manusia yang yakin seratus persen bahkan hati itu selalu berbolak-balik dan istikharah merupakan cara menyakini hati. Sampai tidak ada pilihan baru memilih. Sampai puas menikmati kesendirian atau sampai cari waktu pas dari ramalan bintang.

Padahal sudah tahu wanita yang disukai memiliki masa depan yang cerah untuk mendidik si buah hati (anak-anak), memiliki potensi menjadi istri yang shalihah. 
Sedangkan ia memiliki karakteristik yang tidak dimiliki sembarang orang dan memiliki jiwa membangun sekolah peradaban. Jangan sampai orang pernah hadir dalam qalbumu, orang yang pernah kau ucapkan dalam doa, dan orang yang sesuai dengan kriteriamu diambil oleh sang pemberani tentu akan menyesal nantinya.

Tahu gak ? Saat ini tidak gampang mencari wanita shalihah meskipun jumlah wanita lebih dominan dari kaum adam, yang gampang mencari wanita matre, wanita menebar aurat dengan vulgar dan wanita suka bersolek di luar nalar. Bayangkan saja jika wanita minim ilmu agama dan menebar aurat begitu gampang, apa yang akan terjadi ketika membina rumah tangga dan menciptakan perabadan kehidupan…”Jawab aja sendiri”.

Maaf bukan bermaksud menyentil, bukan maksud menyinggung, bukan maksud membuat galau. Rangkaian kalimat ini semoga bisa menjadi motivasi untuk bangkit, untuk menjadi pemberani, untuk bebenah segera dan agar tetap bisa menjaga hati dalam kondisi keindahan.

Apakah rela orang tersebut diambil orang lain?! Tentu tidak diinginkan. Jikaulah tidak mau, segera nyatakan perasaan tersebut kepadanya orangtua dan sampaikan maksud bahwa siap menjadi partner terbaik bagi anak mereka. Apakah nanti diterima atau ditolak itu soal nanti. Datang saja belum tapi sudah pesimis, sudah takut, sudah menyimpulkan dan sudah minder saja. Kalau beranggapan seperti itu terus sampai kapan berani?

Bukankah kepribadian seperti itu adalah kepribadian yang ling-lung. Apakah sampai tumbuh keberanian, sampai yakin, sampai dapat ilham?! Padahal laki-laki membiarkan wanita yang disukai diambil oleh orang lain adalah laki-laki tidak mempunyai prinsip, laki-laki bodoh dan belum siap membebani tanggung jawab.
 Masalah penolakan itu adalah hal biasa dalam siklus kehidupan. Kalau hidup tanpa penolakan sepertinya bumbu-bumbu kehidupan tidak begitu nyeesss. Ibarat makanan diperlukan berbagai macam bumbu agar merasa nikmat makanan tersebut begitu juga dalam mencapai cita-cita dalam menemukan pasangan hidup tentu juga harus mendapat penolakan agar memahami apa kekurangan diri.

Meminjam status teman yang dipublikasi melalui facebook bahwa 
“Nikahi seseorang itu dengan kekuatan iman & potensi yang dimilikinya. Gunakanlah mata hatimu untuk melihat seseorang hari ini dengan refleksi MASA DEPAN. Bila hari ini dia miskin, atau hari ini dia masih belajar, tidak masalah!!. Bila hari ini dia kesulitan, atau dia belum mencapai pencapaian standar-standar dunia, jangan takut! Lihatlah potensi itu, kenalilah pikiran dan karakternya. Apakah dia berpotensi menjadi ayah/ibu, berpotensi menjadi kaya raya, atau berpotensi membangun umat? Dan tentu potensi tertinggi adalah apakah dia berpotensi masuk surga dan kita bisa turut serta bersamanya?”

Selamat menjadi jiwa pemberani dan tidak hanya berani di kandang saja tetapi berani menunjukkan pada orang bahwa kita adalah insan yang siap mengemban amanah yang mengalirkan pahala, siap mendatangkan walinya dan siap menjadi imam kehidupan dalam keluarga Sakinah Mawaddah Warrahmah.
sumber dakwatuna.com

apakah bid'ah itu?

0 komentar

Mari memahami Bid’ah dengan Logika (bukan berarti kita main akal atau mu’tazilah lhoo)
Kenapa saya memilih bahasan dengan logika ? alasannya adalah karena saya ingin memberikan pengetahuan “Dasar” kepada kaum muslimin, khususnya bagi yang baru saja belajar mendalami agama Islam terlebih tentang kaidah Bid’ah.

Baiklah, saya tekankan bahwa kata “Bid’ah” itu jika Di “Indonesia” kan berarti INOVASI, untuk itu saya akan menyebut INOVASI dalam penjelasan – penjelasan di bawah ini (Supaya lebih familiar di telinga OK .. )

1. Apa itu INOVASI ?

INOVASI adalah hal baru, hal-hal yang sudah diberi penambahan dan pengurangan sehingga menjadi baru atau berubah dari kondisi sebelumnya.

2. Apa yang mendasari INOVASI ini tercipta ?

Kecenderungan manusia yang selalu mengembangkan akal pikiran, ilmu pengetahuan dan rasa ketidakpuasan terhadap sesuatu yang sudah ada (Selalu merasa kurang).

3. Apa sebab INOVASI ini ada ?

Waktu yang menyebabkan INOVASI ini terus berkembang.

4. Apakah INOVASI selalu baik buat manusia?

Tentu Tidak !! Ada INOVASI yang baik dan bermanfaat buat sesama manusia ada juga yang INOVASI yang berakibat buruk buat manusia.

5. Contoh INOVASI yang baik buat manusia ?

• Kereta kuda menjadi Mobil• Telegram menjadi SMS• Surat menjadi E-Mail• Mesin Ketik menjadi Laptop• Kurir Pesan menjadi Gelombang Radio/Signal Telephone• Bedah pisau menjadi bedah laser• Dan masih buaanyaaaaaak lagi hampir semua teknologi dan fasilitas yang kita pake saat ini merupakan hasil dari INOVASI dari jaman sebelumnya

6. Contoh INOVASI yang berakibat buruk buat manusia ?

• Robot yang gagal produk• Kawin silang manusia dengan hewan• Produk yang menyebarkan radiasi• Mesin yang menimbulkan pencemaran (polusi)• Peralatan yang mudah meledak tanpa pengamanan khusus• Pencampuran melamin dalam susu• Penggunaan bahan kimia dalam jamu• Penggunaan narkotik untuk konsumsi harian• Dan masih banyak lagi contohnya

7. INOVASI di atas bisa dalam kehidupan sehari-hari, banyak contoh barangnya, adakah INOVASI dalam agama ?Ada !

8. INOVASI apa contohnya ?

INOVASI dalam beribadah kepada Tuhannya

9. Ibadah kok ber-INOVASI ? Apa boleh ?

Dalam Islam TIDAK BOLEH ! tapi agama lain mungkin DIBIARKAN..

10. Contoh INOVASI yang dibiarkan oleh agama lain ?

Kitab injil yang keluar dengan beberapa versi pembaharuan (INOVASI )

11. Contoh INOVASI beribadah dalam Islam yang dilarang ?Semuanya dilarang dong …

• Cara sholat yang tidak sesuai ajaran Rasulullah• Cara puasa yang tidak sesuai ajaran Rasulullah• Cara berdo’a yang tidak sesuai ajaran Rasulullah• Cara berdzikir yang tidak sesuai ajaran Rasulullah• Cara berwudhu yang tidak sesuai ajaran Rasulullah• Cara adzan yang tidak sesuai ajaran Rasulullah• Dan semua bentuk ibadah kepada Allah yang tidak sesuai ajaran Rasulullah

12. INOVASI untuk ibadah kok dilarang ? kalo lebih baik kenapa tidak ?

Islam sudah sempurna bro !! Kenapa ada penambahan dan pengurangan kalo Allah sendiri sudah bilang SEMPURNA !! Baca nih Firman Allah surat Al Maa'idah ayat ke-3 :".. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.."

13. Nah itu .. Mobil, Laptop dan fasilitas INOVASI lain kok boleh dilakukan ?

Itu bukan INOVASI beribadah bro .. tapi INOVASI pada kebutuhan dunia.

14. Bukankah mobil untuk ke masjid, pesawat terba
ng untuk pergi Haji adalah bentuk ibadah ? Berarti mobil, pesawat dan lainnya juga bisa saja termasuk INOVASI dalam hal ibadah dong ?

Itukan tujuan selanjutnya , bukan tujuan utamanya ..

15. Maksud bukan tujuan utamanya ?

• Mobil, pesawat, kereta api, kapal pesiar dibuat sebagai bentuk INOVASI dengan tujuan asal adalah INOVASI dalam bentuk transportasi baik darat, laut atau udara.• Begitu Juga dengan speaker, gelombang radio, telephone dibuat sebagai bentuk INOVASI dengan tujuan asal INOVASI untuk komunikasi baik yang berupa pengeras suara maupun komunikasi jarak jauh.• Contoh lain dakwah melalui Internet, tujuan utama dari INTERNET adalah bentuk INOVASI dalam hal teknologi informatika dan elektronika.

16. Berarti untuk membedakan apakah INOVASI itu bentuk ibadah atau bukan musti dilihat tujuannya dulu ya ?

Yup .. benar

17. Nah kalo Al-Quran yang disusun menjadi kitab, itu INOVASI dalam bentuk apa ?

Menyusun Al-Quran bukan INOVASI bro .. tapi udah dari jaman Rasulullah.

18. Ah masak sih ? Buktinya ?

Iya .. pengumpulan dan penyusunannya melalu hafalan (disimpan di ingatan dan hati) para sahabat, ditulis di atas daun, kulit, tulang dan sejenisnya.

19. Tapi kok sekarang Al-Quran jadi buku (kitab) yang sangat menarik dan mudah dibaca ? Bukankah ini juga termasuk INOVASI yang baik ? Karena memudahkan buat kita di jaman ini .. dan membaca Al-Quran ini adalah ibadah apakah ini juga dilarang karena termasuk INOVASI dalam ibadah ?

INOVASInya kan dari media cetaknya bro .. dari daun menjadi kertas, dari diikat (disatukan) menjadi dijilid, so ini INOVASI di media cetak dan sekarang juga ada INOVASI dari media cetak menjadi media digital dengan tujuan untuk memudahkan apa yang akan dilihat, dibaca pada media cetak atau media digital itu.

20. Jadi INOVASI pembuatan Al-Quran itu ada di medianya ya .. bukan INOVASI di cara membacanya Al-Qurannya ?

Betul sekali, kalo ada orang yang membaca Al-Quran dengan selalu menambahkan ayat atau menambahkan bacaan lain, Nah itu baru namanya INOVASI dalam beribadah.

21. Emang ada INOVASI dalam membaca Al-Quran ?

Ada .. Contohnya :• Aliran (sekte) yang sholat membaca ayat Al-Quran kemudian ditambah dengan terjemahannya dalam sholatnya• Setelah selesai membaca Ayat selalu diakhiri dengan bacaan sodaqollahul adziim.

22. Berarti kesimpulannya INOVASI itu ada 2 pengelompokkan pokok ya ?

Betul .. yaitu :

• INOVASI dalam segi bahasa yang berarti penemuan baru, hal baru, perkara baru yang tidak menjadi dasar pokok untuk beribadah kepada Allah.• INOVASI dalam beribadah kepada Allah.

23. Terus kalo INOVASI dalam segi bahasa terbagi juga kan ?

Ya .. yaitu :

1) INOVASI yang baik, terpuji, dan bermanfaat.2) INOVASI yang buruk, tercela dan merugikan.3) Mungkin ada juga INOVASI yang ditengah – tengah , tidak baik dan juga tidak buruk.

24. Kalo INOVASI dalam beribadah ada pembagiannya juga gak ?

Gak Ada !! Karena INOVASI dalam beribadah semuanya DILARANG ! DOSA ! ancamannya neraka bro.

25. Kalo masih ada yang bingung ? Ragu ? Dan berselisih ? Gimana dong ?

Gampang.. kalo ada dalil dari Al – Quran dan As – Sunnah berarti jalanin, kalo gak ada berarti termasuk INOVASI dalam beribadah yang musti kita tinggalkan.

26. Kalo ada yang berdalil, Ulama-Ustadz-Habib-Kyai ini bilang baik, Imam ini bilang boleh, Wali ini bilang sunnah gimana dong ?

Gampang .. Kalo Rasulullah dan 3 generasi sahabat tidak pernah mengajarkan dan mengamalkan berarti tinggalkan !!

27. Kalo ada yang berdalih.. tapi Sahabat bilang boleh, sahabat bilang baik gimana dong ? Dia kan juga 3 generasi sahabat.. umat terbaik ?

Kalo dibenarkan Rasulullah berarti dilakukan dong .. tapi kalo bertentangan dengan Rasulullah tinggalkan .. tinggian mana keislaman dan keimanan antara Rasulullah dengan sahabat .. hayo ??!!

28. Walaupun banyak yang melakukan, bahkan sebagian besar melakukan amalan itu karena dianggap baik menurut Imam, Ulama dan Wali ? Masak kita gak boleh ikut ikutan yang baik to ?

Baik menurut siapa bro ??!! Apakah mungkin Rasulullah menyembunyikan amalan baik yang bisa mendatangkan ridha Allah ? Kalo itu baik menurut Rasulullah, pasti sudah diajarkan dan diamalkan oleh para sahabat dan 3 generasi terbaik dong ..

29. Trus apa bedanya amalan baik yang belum di contohkan Rasulullah dan para sahabat dengan INOVASI dalam beribadah ?

Gak Ada Bedanya !! Amal baik kan merupakan ibadah .. kalo dulu (3 generasi terbaik) belum ada terus sekarang jadi ada berarti kan INOVASI amalan .. alias INOVASI dalam beribadah.

30. Kenapa banyak orang selalu diributkan dengan INOVASI beribadah ini ya ? Bahkan sampe ada yang jotos jotosan ..?

Ya soalnya orang yang berINOVASI dalam ibadah menganggap dirinya bertambah lebih baik .. padahal yang benar – benar baik adalah yang sudah mengambil KESEMPURNAAN dalam Islam .. bukan malah MENYEMPURNAKAN ..!! Emang kita tu siapa ?? Berani – beraninya MENYEMPURNAKAN (menambah nambahi) amalan lain di dalam Agama yang telah sempurna ..

31. Trus kalo kita timbul perselisihan gimana ? Kita menganggap itu INOVASI , sebagian yang lain menganggap Amalan yang baik .. gimana ??

Bersabar, berikan penjelasan pelan pelan, kembalikan kepada Al – Quran dan As – Sunnah dan bertawakal pada Allah.

32. Kalo mereka memaksa kita untuk mengikuti INOVASI ibadah mereka gimana ?

Ya silahkan aja ikut .. kalo kamu gak takut pada neraka dan adzab Allah..

33. Trus mungkin gak mereka yang suka berINOVASI dalam agama itu bisa sadar akan hal ini ?

Hanya Allah yang mengetahui kebenarannya, karena sesungguhnya INOVASI dalam ibadah ini lebih disukai syetan daripada perbuatan maksiat.

34. Lha kok bisa syetan lebih suka INOVASI dalam ibadah dari maksiat ?

Orang bermaksiat tahu kalo maksiat itu jelek jadi kemungkinan untuk menjauh dari kejelekan dan bertobat banyak .. Tapi orang berINOVASI dalam ibadah ini menganggap inilah yang LEBIH BAIK .. Jadi bagaimana mungkin orang yang SUDAH beranggapan yang dilakukannya itu baik tapi suruh bertobat dari kebaikannya (yang dia anggap baik) itu.

35. Berarti bahaya banget ya INOVASI dalam ibadah ini ?

Betul bro .. inilah justru yang menyebabkan Perselisihan , perpecahan sesama muslim.

36. Sebab perselisihan muslim ? Apa maksudnya ?

Iya .. coba kalo semua dikembalikan pada Al – Quran dan As – Sunnah, pasti ketemunya satu titik yaitu Islam yang benar !! Tapi karena ada dan banyak yang berINOVASI dalam beribadah akhirnya umat Islam jadi terpecah belah, ada yang ikut INOVASInya ulama A, ada yang ikut INOVASI nya ulama B dan seterusnya.

37. Kalo semua kembali pada Al – Quran dan As – Sunnah tapi masih saja ada INOVASI dalam ibadah gimana dong ?

Berarti cara memahami Islam tidak sama dengan pemahaman pendahulu kita yang sholeh.

38. Pendahulu kita yang sholeh itu siapa ?

Dia adalah Salafush Sholeh yaitu 3 generasi terbaik setelah jaman Rasulullah.

39. Berarti selain dikembalikan pada Al – Quran dan As – Sunnah cara memahaminya gak boleh sembarangan ya ?

Iya dong … Agamanya Islam, landasan utamanya Al – Quran dan As – Sunnah , jalan-cara memahami dan mempelajarinya musti sesuai dengan orang – orang yang paling sholeh menurut Rasulullah yaitu 3 generasi Muslim awal yaitu para sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in.

40. Itukan generasi jaman dahulu ? Kalo sekarang siapa ?

Mereka adalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yaitu Nama lain dari Salaf atau Salafiyyah tapi bukan Aswaja yang itu loh, yang ngaku-ngaku berbuat sunnah hasanah(baik) tapi aslinya itu Bid'ah.

41. OK deh … Trus kesimpulannya berarti ?

• Perbanyak belajar ilmu Syar’i• Pahami Islam dengan pemahaman Salafush Sholeh• Ikuti petunjuk Al – Quran dan As – Sunnah• Jauhi INOVASI dalam beribadah• Kalo terjadi hal yang membingungkan tinggalin dulu sampe tahu benar apakah sudah sesuai dengan ajaran Rasulullah ato malah gak ada ajaran dan tuntunannya sama sekali, kalo ada tuntunan dari Rasulullah jalanin, kalo gak tinggalin !

42. Kalo masih belom puas dengan penjelasan singkat ini ?

Baca lagi berulang ulang.Renungi dengan hati yang paling bersih.

Yah … Semoga dengan pengetahuan saya yang minim tapi udah berusaha maksimal untuk menjelaskan INOVASI dengan bahasa sehari – hari, dapat memberikan kebaikan buat pembaca sekalian.“Subhanakallahumma wabihamdika Asyhadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi”Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ingat ya bro.. Dalam beribadah Niat saja tidak cukup..Bro

Ibnu Abi Jamrah berkata, “Suatu amalan meskipun dikerjakan dengan niat yang baik maka tidak dinilai sah kecuali apabila mengikuti tuntunan syari’at.” (lihat Fath al-Bari [10/20]).

- Beribadah hanya ikhlas kepada Allah, &- Beribadahnya sesuai yang diajarkan Rasulullah

Maka tidak benar ungkapan yang populer dari sebagian kalangan, “Yang penting ‘kan niatnya!”. Niat yang benar tidak cukup jika tidak dikerjakandengan cara yang benar pula.



Laki-laki yang Tidak Layak Dijadikan Suami

0 komentar


kriteria suami istri


Laki-laki yang Tidak Layak Dijadikan Suami

Tanya:
Jika ada gadis yang ingin menikah, dia sudah dilamar banyak lelaki, apa saja karakter yang harus diperhatikan dan harus dijauhi dr lelaki? Karena dia ingin pernikahan dg seorang lelaki ini bahagian sehingga hanya dialami hanya sekali, dalam arti tidak sampai terjadi perceraian.
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Semua orang mendambakan hidup bahagia. Terlebih setelah dia menikah. Karena perjalanan panjang manusia, tidak lepas dari keterlibatan keluarga di sekitarnya. Setiap lelaki ingin mendapatkan istri yang baik, menurut kriterianya. Demikian pula, setiap wanita ingin mendapatkan suami yang baik menurut kriterianya. Karena standar bahagia setiap manusia, berbeda-beda. Mungkin anda akan merasa terheran ketika melihat ada pasangan suami istri, yang perbandingan wajahnya ’selisih jauh’, ibarat langit dan bumi. Tapi bagi masing-masing, itulah kebahagiaan.
Karena itu, sangat sulit jika kami harus menyampaikan kriteria apa saja yang bisa membuat wanita bahagia. Mengingat semacam ini, kembali kepada selera. Hanya saja, menimbang beberapa dalil yang kami pahami, selain penampilan, ada 4 sifat baik lelaki yang penting untuk diperhatikan:
1. Agamanya baik
Nampaknya menjadi harga mati untuk yang satu ini. Agama dan sekaligus akhlak yang baik. Karena agama Allah turunkan agama ini sebagai acuan untuk bimbingan manusia. Dan dengan akhlaknya yang baik, dia akan berusaha mengamalkannya. Untuk itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan para wali, agar segera menerima pelamar putrinya, yang baik agama dan akhlaknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamberpesan,

2. Lugu dengan keluarga dan tidak keras
Apabila ada orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, yang meminang putri kalian, nikahkan dia. Jika tidak, akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar
. (HR. Turmudzi 1084, Ibn Majah 1967, dan yang lainnya. Hadis ini dinilai hasan oleh al-Albani).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memisalkan wanita seperti al-Qawarir (gelas kaca). Fisiknya, dan hatinya lemah, sangat mudah pecah. Kecuali jika disikapi dengan hati-hati. Karena itu, tidak ada wanita yang suka disikapi keras oleh siapapun, apalagi suaminya. Maka sungguh malang ketika ada wanita bersuami orang keras. Dia sudah lemah, semakin diperparah dengan sikap suaminya yang semakin melemahkannya.
Sebaliknya, keluarga yang berhias lemah lembut, tidak suka teriak, tidak suka mengumpat, apalagi keluar kata-kata binatang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

3. Berpenghasilan yang cukup
“Sesungguhnya kelembutan menyertai sesuatu maka dia akan menghiasinya, dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu, melainkan akan semakin memperburuknya.”
 (HR. Muslim 2594, Abu Daud 2478, dan yang lainnya).
Ketika Fatimah bintu Qois ditalak 3 oleh suaminya, dia menjalani masa iddah di rumah Ibnu Ummi Maktum – seorang sahabat yang buta –. Usai masa iddah, langsung ada dua lelaki yang melamarnya. Yang pertama bernama Muawiyah dan kedua Abu Jahm. Ketika beliau meminta saran dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

Diantara makna: ’tidak meletakkan tongkatnya dari pundaknya’ adalah ringan tangan dan suka memukul.Untuk Abu Jahm, dia tidak meletakkan tongkatnya dari pundaknya. Sedangkan Muawiyah orang miskin, gak punya harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.
 (HR. Muslim 1480, Nasai 3245, dan yang lainnya).
Anda bisa perhatikan, pertimbangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyarankan Fatimah agar tidak menikah dengan Abu Jahm, karena masalah sifatnya yang keras. Sementara pertimbangan beliau untuk menolak Muawiyah, karena miskin, tidak berpenghasilan.
4. Tanggung jawab dan perhatian dengan keluarga
Tanggung jawab dalam nafkah dan perhatian dengan kesejahteraan keluarganya.
Bagian ini merupakan perwujudan dari perintah Allah untuk semua suami,

Beberapa suami terkadang tidak perhatian dengan keluarganya. Penghasilannya banyak dia habiskan untuk kebutuhan pribadi, sementara kebutuhan rumah lebih banyak ditanggung oleh istri. Lebih parah lagi, ketika terjadi perceraian, beberapa suami sama sekali tidak mau menafkahi anaknya. Sehingga yang menghidupi anaknya adalah ibunya.”Pergaulilah istri-istrimu dengan cara yang baik.”
 (QS. An-Nisa’: 19)
Memang ada mantan istri setelah perceraian, namun tidak ada istilah mantan anak.
Kemudian, di sana ada beberapa sifat – selain penampilan – yang harus dijauhi. Karena lelaki yang memiliki sifat ini, tidak layak menjadi suami seorang muslimah.
1. Aqidahnya rusak
Aqidah yang rusak, bisa menyebabkan seseorang keluar dari islam. Karena kerusakan aqidah, merupakan gerbang kekufuran. Sementara Allah melarang wanita muslimah menikah dengan lelaki musyrik atau kafir.

Karena itu, perlu diwaspadai model lelaki yang demen dengan klenik, tenaga dalam, amalan-amalan pesugihan, pemikat orang, suka berteman dengan paranormal, bercita-cita mendapat karomah layaknya wali, atau merawat jimat. Umumnya mereka sangat sulit disembuhkan. Sekali percaya dengan dukun gurunya, biasanya terikat untuk terus jadi budak si dukun.Janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu.
 (QS. Al-Baqarah: 221)
Beberapa istri sempat mengadukan keadaan suaminya ke konsultasisyariah.com. Karena sejak berteman dengan paranormal, kebiasaannya menjadi aneh, dan suka menjadikan istri sebagai objek percobaan.
Termasuk juga mereka yang memiliki pemahaman menyimpang, seperti pengikut Syiah, penganut wihdatul wujud, atau penganut tarekat sesat lainnya. Tidak ada yang bisa dipertahankan dari aqidah mereka.
2. Tidak pernah Shalat
Shalat merupakan ibadah paling penting dalam islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan shalat sebagai batas antara mukmin dan kafir. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjadikan shalat sebagai perjanjian besar umat islam. Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,Sesungguhnya pembatas antara seseorang dengan kesyirikan atau kekufuran adalah meninggalkan shalat
. (HR. Ahmad 15183, Muslim 82, dan yang lainnya).

Karena alasan ini, para sahabat menghukumi orang yang meninggalkan shalat, sebagimana orang kafir. Seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq mengatakan,Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Karena itu, siapa yang meninggalkannya maka dia kafir.
 (HR. Ahmad 22937, Nasai 463, Turmudzi 2621, dan dishahihkan al-Albani).

Orang tidak shalat, sejatinya sumber petaka di rumah tangga. Karena itu, hindari kriteria calon suami yang tidak shalat.Dulu para sahabat, tidaklah mereka menganggap ada satu ibadah yang apabila ditinggalkan bisa menyebabkan kafir, selainshalat. (HR. Turmudzi 2622, dan dishahihkan al-Albani)
3. Tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenis
Allah ta’ala melarang orang baik-baik untuk menikah dengan lelaki pezina atau wanita pezina, hingga mereka bertaubat dari zinanya.

Diantara hikmah larangan menikahi mereka adalah agar istri tidak terkena imbas buruk dari kebiasaan suami yang pernah berzina namun belum taubat. Karena penyakit mudah suka terhadap lawan jenis, bisa saja kambuh. Terlebih jika dia pernah berhubungan di luar nikah. Sehingga perbuatannnya ini memicunya untuk selingkuh.”Laki-laki pezina tidak boleh menikah melainkan dengan perempuan pezina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan pezina tidak boleh dikawini melainkan oleh laki-laki pezina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.”
 (QS. An-Nur: 3)
4. Berpenghasilan haram
Hidup serba kecukupan adalah dambaan setiap wanita. Dengan segala fasilitas yang lengkap, memudahkan dirinya untuk melakukan berbagai aktivitasnya. Namun itu semua hanya standar dunia. Standar yang hanya kembali pada kebahagiaan lahiriyah, yang tentu saja itu bukan segala-galanya. Konsekuensi menikah dengan lelaki berpenghasilan haram, berarti siap untuk makan harta haram hasil kerja suami. Rela untuk berbahagia dengan yang haram.
Dari Ka’ab bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ibnu Rusyd mengatakan,“Tidak ada daging yang tumbuh dari as-suht, kecuali neraka lebih layak baginya.”
 (HR. Turmudzi 614 dan dishahihkan al-Albani).

Berfikir 1000 kali untuk memiliki calon suami pegawai bank, berpenghasilan riba di luar bank, atau bekerja membantu proyek yang haram, pegawai perusahaan barang haram, dst. Halal haram penghasilan orang tua, menentukan keberlangsungan hidup anaknya.Ulama madzhab Malikiyah tidak berselisih pendapat bahwa seorang gadis yang dinikahkan ayahnya denagn lelaki peminum khamr atau lelaki fasik secara umum, dia berhak untuk menolak lamaran nikah, sementara hakim menimbang masalah dan memisahkan keduanya. Demikian pula jika dia dinikahkan dengan orang yang hartanya haram atau lelaki yang suka mengancam talak (Bidayatul Mujtahid, Hal. 404).
5. Perokok berat
Selain merugikan kesehatan, merokok juga dapat membuat sebagian besar wanita ill feel. Ada beberapa alasan, mengapa mereka tidak suka perokok,
  • Pertama, aroma tubuh seorang perokok tidak sedap apalagi perokok berat. Bagi orang yang tidak merokok, ngobrol bersama perokok adalah sebuah siksaan batin. Dia dipaksa sabar untuk menahan nafas bau mulutnya yang sangat tidak sedap.
  • Kedua, kebutuhan beli rokok, jelas mengurangi kantong tabungan sang suami. Jika kebutuhan rokok 10 ribu/bungkus/hari, dalam satu bulan suami menghabiskan 300rb hanya untuk menambah sesak paru-parunya.
  • Ketiga, ancaman bahaya bagi perokok pasif. Beberapa kasus anak kecil yang meninggal karena dosa ayahnya, ahli hisab rokok. Sebenarnya dia sudah berupaya menghindari anaknya ketika merokok. Tapi endapan nikotin di baju sang ayah, tidak bisa dihindarkan dan tercium si anak.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah ingatkan, agar kita selalu berusaha menghindari hal yang membahayakan,

Allahu a’lam
“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat mudharat bagi orang lain baik permulaan ataupun balasan.”
 (HR. Ibnu Majah. Hadis ini di shahihkan oleh Albani).
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

 
  • Mengenal alqur'an lebih dekat © 2012 | Designed by dara izhhar, in collaboration with syarie blogmaker , Blogger Templates and WP Themes