ketika anak bertanya tentang ALLAH

0 komentar



Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).
Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…
Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”

Jawablah:

“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”

Jangan jawab begini:

“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.
Jawablah begini:“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
[baca juga Melihat Tuhan]
Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“

Jangan jawab begini:

Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad SAW. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.
إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}
Jawablah begini:

“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagaimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”
Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”
Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti,
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”

Jangan jawab begini:

“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip "Allahu Akbar" itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]
ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.
Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.
Jawablah begini:

“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)
وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)
وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)
“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)
Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”

Jangan jawab begini:

“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
Jawablah begini:

“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.
Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]
Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
“Kenapa, Bu?”
“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).
Allahu a’lam.
sumber : “ Mutiara Hikmah

kaos dakwah "rezeki kita soal rasa"

0 komentar

assalamuaalaikum warohmatullahiwabarokatuh..
temen temen yang ingin punya kaos dakwah "rezeki kita soal rasa" bisa sms ke hp 082135662249

"rezeki kita soal rasa"



WARNA

biru muda

KETERANGAN BAHAN

- Cotton Combed
- Jahit rantai bahu

HARGA PROMO

Rp. 75.000,- (Belum Termasuk Ongkir dari jogja)
70% dari keuntungan akan di sedekahkan untuk kegiatan islam dan sosial

UKURAN

M: 70 cm x 45 cm
L: 72 cm x 51 cm
XL: 75 cm x 54 cm
XXL: 84 cm x 66 cm
sementara hanya tersedia ukuran L da XL

mereka mengenalkan pung,musik dan lain lain salah satunya melaui kaos,semoga kaos ini selain bermanfat untuk di kenakan juga dapat menjadi jalan bagi yang membaca untuk selalu bersyukur kepada Allah subhanahuwata'ala atas apa yang di karuniakan-Nya.

tulisan kaos ini ter inpirasi dari buku LAPIS-LAPIS KEBERKAHAN penulis SALIM A FILLAH 
berikut kami kutipkan, semoga bermanfaat.

Di antara makna rizqi adalah segala yang keluar masuk bagi diri dengan anugrah manfaat sejati. Nikmat adalah rasa yang terindra dari sifat maslahatnya. Kasur yang empuk dapat dibeli, tapi tidur yang nyenyak adalah rizqi. Ia dapat saja terkarunia di alas koran yang lusuh, dan bukan di ranjang kencana yang teduh. Hidangan yang mahal dapat dipesan, tetapi lezatnya makan adalah rizqi. Ia dapat saja terkarunia di wadah daun pisang bersahaja, bukan di piring emas dan gelas berhias permata.
Atau bahkan, ada yang memandang seseorang tampak kaya raya, tapi sebenarnya Allah telah mulai membatasi rizqinya.
Ada yang bergaji 100 juta rupiah setiap bulannya, tapi tentu rizqinya tak sebanyak itu. Sebab ketika hendak meminum yang segar manis dan mengudap yang kue yang legit, segera dikatakan padanya, “Awas Pak, kadar gulanya!” Ketika hendak menikmati hidangan gurih dengan santan mlekoh dan dedagingan yang lembut, cepat-cepat diingatkan akannya, “Awas Pak, kolesterolnya!” Hatta ketika sup terasa hambar dan garam terlihat begitu menggoda, bergegaslah ada yang menegurnya, “Awas Pak, tekanan darahnya!”
Rasa nikmat itu telah dikurangi.
Lagi-lagi, ini soal rasa. Dan uang yang dia himpunkan dari kerja kerasnya, amat banyak angka nol di belakang bilangan utama, disimpan rapi di Bank yang sangat menjaga rahasia, jika dia mati esok pagi, jadi rizqi siapakah kiranya? Apa yang kita dapat dari kerja tangan kita sendiri dan kita genggam erat hari ini, amat mungkin bukan hak kita. Seperti hartawan yang mati meninggalkan simpanan bertimbun. Mungkin itu mengalir ke ahli warisnya, atau bahkan musuhnya. Allah tak kekurangan cara untuk mengantar apa yang telah ditetapkanNya pada siapa yang dikehendakiNya.
Rizqi sama sekali bukan yang tertulis sebagai angka gaji.
Seorang pemilik jejaring rumah makan dari sebuah kota besar Pulau Jawa, demikian cerita shahibul hikayat yang kami percaya, dengan penghasilan yang besarnya mencengangkan, punya kebiasaan yang sungguh lebih membuat terkesima. Sepanjang hidupnya, tak pernah dia bisa berbaring di kasur, apalagi ranjang berpegas. Dia hanya bisa beristirahat jika menggelar tikar di atas lantai dingin, tepat di depan pintu.
Rizqi sama sekali bukan soal apa yang sanggup dibeli.
Ada lagi kisah tentang seorang pemilik saham terbesar sebuah maskapai penerbangan yang terhitung raksasa di dunia. Armada pesawat yang dijalankan perusahaannya lebih dari 100 jumlahnya. Tetapi dia menderitahyperphobia, yakni rasa takut terhadap ketinggian. Seumur hidupnya, yang bersangkutan tak pernah berani naik pesawat.
Rizqi sama sekali bukan soal apa yang dikuasai.
Sebaliknya pula, ada seorang lelaki bersahaja yang tidak mampu membeli mobil sepanjang hidupnya. Tapi sungguh Allah telah menetapkan bahwa rizqinya adalah naik mobil ke mana-mana. Maka para tetangga selalu berkata bergiliran padanya, “Mas, tolong hari ini pakai mobil saya untuk kegiatannya ya. Saya senang kalau Mas yang pakai. Sungguh karenanya terasa ada berkah buat kami sekeluarga.” Dan pemilik mobil pergi bekerja ke kantornya dengan mengayuh sepeda. Sebab itulah yang disarankan dokter padanya.
Rizqi sama sekali bukan soal apa yang dimiliki.

“Sesungguhnya jika Allah langsung menghukum semua makhluq yang berdosa dengan memutus rizqinya”, jelas Hasan Al Bashri, “Niscaya semua manusia di bumi ini sudah habis binasa. Sungguh dunia ini tak berharga di sisi Allah walau sehelai sayap nyamukpun, maka Allah tetap memberikan rizqi bahkan pada orang-orang yang kufur kepadaNya.”
“Adapun kita orang mukmin” “Hukuman atas dosa adalah terputusnya kemesraan dengan Allah, Subhanahu wa Ta’ala.”
***
Lagi-lagi terrenungi, bahwa di lapis-lapis keberkahan, ini soal rasa. Semoga Allah melimpahkan rizqiNya kepada kita, dan menjaga kita dari bermaksiat padaNya. Dengan begitu, sempurnalah datangnya nikmat itu dengan kemampuan kita menikmati rasa lezatnya, lembutnya, dan harumnya. Di lapis-lapis keberkahan, soal rasa adalah terjaganya kita dari dosa-dosa.

sepenuh cinta, dinukil dari:
Lapis-Lapis Keberkahan, Setitis Rizqi

di terima atau di tolak itu urusan nanti

0 komentar

Ilustrasi (inet)Dua hari sebelumnya mendapat taujih dari teman berkaitan dengan sikap ikhwan, dan semalam dapat lagi guyonan dari seorang mbak yang berada di Jerman. Dari taujih maupun guyonan tersebut membuat tertawa dan berakhir pada suatu tujuan yang sama. 

Meskipun konteks penyampaiannya berbeda, yang satu berbentuk keseriusan sedangkan yang satunya lebih pada guyonan menuju keheningan malam.
tulisan ini tidak mewakili sikap ikhwah fillah yang sedang membaca, melainkan tulisan ini hanya sebatas imajinasi liar belaka.

 Entah kenapa ikhwah fillah cuma berani membicarakan saja, hanya berani mengguyoni, hanya berani diajak chat melalui sosial media, hanya sanggup menantap jarak jauh tak berani mengatakan siap pada ikatan yang dianjurkan Allah, hanya jago di kandang tapi tidak berani mendatangkan wali. Banyak hal kenapa baru berani di kandang, antara lain tidak punya nyali besar, cuma berani berada di comfort zone, jangan cuma berani nge-like status facebooknya saja, jangan cuma berani following twitternya, merasa belum mampu menafkahi, takut ditolak, ingin membahagiakan keluarga dahulu, dan terakhir tidak dapat restu dari orang tua. Sungguh sakit ya!!!

Mungkin juga karena merasa belum mapan, merasa tidak pantas, merasa belum saatnya untuk menyatakan rasa suka, merasa belum yakin karena tidak setara dengan si wanita baik dari sisi finansial, pendidikan, fisik, keluarga, berasumsi jangan-jangan ditolak, dan jangan-jangan dipermalukan.

Jika memang belum berani, belum sanggup, masih betah di comfort zone, dan belum mendapat restu sebaiknya jangan engkau bicarakan mereka (akhwat) dalam keadaan apapun, jangan nge-like statusnya, jangan following twittenyar.

 Jangan guyonin apalagi memberi janji untuk serius karena itu akan menyakiti hati sendiri dan semakin terlihat bahwa kalian jago di kandang. Kenapa mengatakan jago di kandang? Karena cuma berani aman saja tetapi tidak berani menerima kenyataan pahitnya. Atau kenapa ikhwan bersikap seperti itu, karena nyali sudah hilang dan keberanian sudah tenggelam oleh kegalauan maksimal.
Sampai kapan punya keberanian untuk datang pada walinya? Apakah sampai kaya?

 Padahal kalau tunggu kaya, bisa-bisa usia sudah tua. Sedangkan teman seperjuangan sudah menenteng kiri kanan. Apakah sampai hati yakin? Padahal soal keyakinan tidak ada manusia yang yakin seratus persen bahkan hati itu selalu berbolak-balik dan istikharah merupakan cara menyakini hati. Sampai tidak ada pilihan baru memilih. Sampai puas menikmati kesendirian atau sampai cari waktu pas dari ramalan bintang.

Padahal sudah tahu wanita yang disukai memiliki masa depan yang cerah untuk mendidik si buah hati (anak-anak), memiliki potensi menjadi istri yang shalihah. 
Sedangkan ia memiliki karakteristik yang tidak dimiliki sembarang orang dan memiliki jiwa membangun sekolah peradaban. Jangan sampai orang pernah hadir dalam qalbumu, orang yang pernah kau ucapkan dalam doa, dan orang yang sesuai dengan kriteriamu diambil oleh sang pemberani tentu akan menyesal nantinya.

Tahu gak ? Saat ini tidak gampang mencari wanita shalihah meskipun jumlah wanita lebih dominan dari kaum adam, yang gampang mencari wanita matre, wanita menebar aurat dengan vulgar dan wanita suka bersolek di luar nalar. Bayangkan saja jika wanita minim ilmu agama dan menebar aurat begitu gampang, apa yang akan terjadi ketika membina rumah tangga dan menciptakan perabadan kehidupan…”Jawab aja sendiri”.

Maaf bukan bermaksud menyentil, bukan maksud menyinggung, bukan maksud membuat galau. Rangkaian kalimat ini semoga bisa menjadi motivasi untuk bangkit, untuk menjadi pemberani, untuk bebenah segera dan agar tetap bisa menjaga hati dalam kondisi keindahan.

Apakah rela orang tersebut diambil orang lain?! Tentu tidak diinginkan. Jikaulah tidak mau, segera nyatakan perasaan tersebut kepadanya orangtua dan sampaikan maksud bahwa siap menjadi partner terbaik bagi anak mereka. Apakah nanti diterima atau ditolak itu soal nanti. Datang saja belum tapi sudah pesimis, sudah takut, sudah menyimpulkan dan sudah minder saja. Kalau beranggapan seperti itu terus sampai kapan berani?

Bukankah kepribadian seperti itu adalah kepribadian yang ling-lung. Apakah sampai tumbuh keberanian, sampai yakin, sampai dapat ilham?! Padahal laki-laki membiarkan wanita yang disukai diambil oleh orang lain adalah laki-laki tidak mempunyai prinsip, laki-laki bodoh dan belum siap membebani tanggung jawab.
 Masalah penolakan itu adalah hal biasa dalam siklus kehidupan. Kalau hidup tanpa penolakan sepertinya bumbu-bumbu kehidupan tidak begitu nyeesss. Ibarat makanan diperlukan berbagai macam bumbu agar merasa nikmat makanan tersebut begitu juga dalam mencapai cita-cita dalam menemukan pasangan hidup tentu juga harus mendapat penolakan agar memahami apa kekurangan diri.

Meminjam status teman yang dipublikasi melalui facebook bahwa 
“Nikahi seseorang itu dengan kekuatan iman & potensi yang dimilikinya. Gunakanlah mata hatimu untuk melihat seseorang hari ini dengan refleksi MASA DEPAN. Bila hari ini dia miskin, atau hari ini dia masih belajar, tidak masalah!!. Bila hari ini dia kesulitan, atau dia belum mencapai pencapaian standar-standar dunia, jangan takut! Lihatlah potensi itu, kenalilah pikiran dan karakternya. Apakah dia berpotensi menjadi ayah/ibu, berpotensi menjadi kaya raya, atau berpotensi membangun umat? Dan tentu potensi tertinggi adalah apakah dia berpotensi masuk surga dan kita bisa turut serta bersamanya?”

Selamat menjadi jiwa pemberani dan tidak hanya berani di kandang saja tetapi berani menunjukkan pada orang bahwa kita adalah insan yang siap mengemban amanah yang mengalirkan pahala, siap mendatangkan walinya dan siap menjadi imam kehidupan dalam keluarga Sakinah Mawaddah Warrahmah.
sumber dakwatuna.com

apakah bid'ah itu?

0 komentar

Mari memahami Bid’ah dengan Logika (bukan berarti kita main akal atau mu’tazilah lhoo)
Kenapa saya memilih bahasan dengan logika ? alasannya adalah karena saya ingin memberikan pengetahuan “Dasar” kepada kaum muslimin, khususnya bagi yang baru saja belajar mendalami agama Islam terlebih tentang kaidah Bid’ah.

Baiklah, saya tekankan bahwa kata “Bid’ah” itu jika Di “Indonesia” kan berarti INOVASI, untuk itu saya akan menyebut INOVASI dalam penjelasan – penjelasan di bawah ini (Supaya lebih familiar di telinga OK .. )

1. Apa itu INOVASI ?

INOVASI adalah hal baru, hal-hal yang sudah diberi penambahan dan pengurangan sehingga menjadi baru atau berubah dari kondisi sebelumnya.

2. Apa yang mendasari INOVASI ini tercipta ?

Kecenderungan manusia yang selalu mengembangkan akal pikiran, ilmu pengetahuan dan rasa ketidakpuasan terhadap sesuatu yang sudah ada (Selalu merasa kurang).

3. Apa sebab INOVASI ini ada ?

Waktu yang menyebabkan INOVASI ini terus berkembang.

4. Apakah INOVASI selalu baik buat manusia?

Tentu Tidak !! Ada INOVASI yang baik dan bermanfaat buat sesama manusia ada juga yang INOVASI yang berakibat buruk buat manusia.

5. Contoh INOVASI yang baik buat manusia ?

• Kereta kuda menjadi Mobil• Telegram menjadi SMS• Surat menjadi E-Mail• Mesin Ketik menjadi Laptop• Kurir Pesan menjadi Gelombang Radio/Signal Telephone• Bedah pisau menjadi bedah laser• Dan masih buaanyaaaaaak lagi hampir semua teknologi dan fasilitas yang kita pake saat ini merupakan hasil dari INOVASI dari jaman sebelumnya

6. Contoh INOVASI yang berakibat buruk buat manusia ?

• Robot yang gagal produk• Kawin silang manusia dengan hewan• Produk yang menyebarkan radiasi• Mesin yang menimbulkan pencemaran (polusi)• Peralatan yang mudah meledak tanpa pengamanan khusus• Pencampuran melamin dalam susu• Penggunaan bahan kimia dalam jamu• Penggunaan narkotik untuk konsumsi harian• Dan masih banyak lagi contohnya

7. INOVASI di atas bisa dalam kehidupan sehari-hari, banyak contoh barangnya, adakah INOVASI dalam agama ?Ada !

8. INOVASI apa contohnya ?

INOVASI dalam beribadah kepada Tuhannya

9. Ibadah kok ber-INOVASI ? Apa boleh ?

Dalam Islam TIDAK BOLEH ! tapi agama lain mungkin DIBIARKAN..

10. Contoh INOVASI yang dibiarkan oleh agama lain ?

Kitab injil yang keluar dengan beberapa versi pembaharuan (INOVASI )

11. Contoh INOVASI beribadah dalam Islam yang dilarang ?Semuanya dilarang dong …

• Cara sholat yang tidak sesuai ajaran Rasulullah• Cara puasa yang tidak sesuai ajaran Rasulullah• Cara berdo’a yang tidak sesuai ajaran Rasulullah• Cara berdzikir yang tidak sesuai ajaran Rasulullah• Cara berwudhu yang tidak sesuai ajaran Rasulullah• Cara adzan yang tidak sesuai ajaran Rasulullah• Dan semua bentuk ibadah kepada Allah yang tidak sesuai ajaran Rasulullah

12. INOVASI untuk ibadah kok dilarang ? kalo lebih baik kenapa tidak ?

Islam sudah sempurna bro !! Kenapa ada penambahan dan pengurangan kalo Allah sendiri sudah bilang SEMPURNA !! Baca nih Firman Allah surat Al Maa'idah ayat ke-3 :".. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.."

13. Nah itu .. Mobil, Laptop dan fasilitas INOVASI lain kok boleh dilakukan ?

Itu bukan INOVASI beribadah bro .. tapi INOVASI pada kebutuhan dunia.

14. Bukankah mobil untuk ke masjid, pesawat terba
ng untuk pergi Haji adalah bentuk ibadah ? Berarti mobil, pesawat dan lainnya juga bisa saja termasuk INOVASI dalam hal ibadah dong ?

Itukan tujuan selanjutnya , bukan tujuan utamanya ..

15. Maksud bukan tujuan utamanya ?

• Mobil, pesawat, kereta api, kapal pesiar dibuat sebagai bentuk INOVASI dengan tujuan asal adalah INOVASI dalam bentuk transportasi baik darat, laut atau udara.• Begitu Juga dengan speaker, gelombang radio, telephone dibuat sebagai bentuk INOVASI dengan tujuan asal INOVASI untuk komunikasi baik yang berupa pengeras suara maupun komunikasi jarak jauh.• Contoh lain dakwah melalui Internet, tujuan utama dari INTERNET adalah bentuk INOVASI dalam hal teknologi informatika dan elektronika.

16. Berarti untuk membedakan apakah INOVASI itu bentuk ibadah atau bukan musti dilihat tujuannya dulu ya ?

Yup .. benar

17. Nah kalo Al-Quran yang disusun menjadi kitab, itu INOVASI dalam bentuk apa ?

Menyusun Al-Quran bukan INOVASI bro .. tapi udah dari jaman Rasulullah.

18. Ah masak sih ? Buktinya ?

Iya .. pengumpulan dan penyusunannya melalu hafalan (disimpan di ingatan dan hati) para sahabat, ditulis di atas daun, kulit, tulang dan sejenisnya.

19. Tapi kok sekarang Al-Quran jadi buku (kitab) yang sangat menarik dan mudah dibaca ? Bukankah ini juga termasuk INOVASI yang baik ? Karena memudahkan buat kita di jaman ini .. dan membaca Al-Quran ini adalah ibadah apakah ini juga dilarang karena termasuk INOVASI dalam ibadah ?

INOVASInya kan dari media cetaknya bro .. dari daun menjadi kertas, dari diikat (disatukan) menjadi dijilid, so ini INOVASI di media cetak dan sekarang juga ada INOVASI dari media cetak menjadi media digital dengan tujuan untuk memudahkan apa yang akan dilihat, dibaca pada media cetak atau media digital itu.

20. Jadi INOVASI pembuatan Al-Quran itu ada di medianya ya .. bukan INOVASI di cara membacanya Al-Qurannya ?

Betul sekali, kalo ada orang yang membaca Al-Quran dengan selalu menambahkan ayat atau menambahkan bacaan lain, Nah itu baru namanya INOVASI dalam beribadah.

21. Emang ada INOVASI dalam membaca Al-Quran ?

Ada .. Contohnya :• Aliran (sekte) yang sholat membaca ayat Al-Quran kemudian ditambah dengan terjemahannya dalam sholatnya• Setelah selesai membaca Ayat selalu diakhiri dengan bacaan sodaqollahul adziim.

22. Berarti kesimpulannya INOVASI itu ada 2 pengelompokkan pokok ya ?

Betul .. yaitu :

• INOVASI dalam segi bahasa yang berarti penemuan baru, hal baru, perkara baru yang tidak menjadi dasar pokok untuk beribadah kepada Allah.• INOVASI dalam beribadah kepada Allah.

23. Terus kalo INOVASI dalam segi bahasa terbagi juga kan ?

Ya .. yaitu :

1) INOVASI yang baik, terpuji, dan bermanfaat.2) INOVASI yang buruk, tercela dan merugikan.3) Mungkin ada juga INOVASI yang ditengah – tengah , tidak baik dan juga tidak buruk.

24. Kalo INOVASI dalam beribadah ada pembagiannya juga gak ?

Gak Ada !! Karena INOVASI dalam beribadah semuanya DILARANG ! DOSA ! ancamannya neraka bro.

25. Kalo masih ada yang bingung ? Ragu ? Dan berselisih ? Gimana dong ?

Gampang.. kalo ada dalil dari Al – Quran dan As – Sunnah berarti jalanin, kalo gak ada berarti termasuk INOVASI dalam beribadah yang musti kita tinggalkan.

26. Kalo ada yang berdalil, Ulama-Ustadz-Habib-Kyai ini bilang baik, Imam ini bilang boleh, Wali ini bilang sunnah gimana dong ?

Gampang .. Kalo Rasulullah dan 3 generasi sahabat tidak pernah mengajarkan dan mengamalkan berarti tinggalkan !!

27. Kalo ada yang berdalih.. tapi Sahabat bilang boleh, sahabat bilang baik gimana dong ? Dia kan juga 3 generasi sahabat.. umat terbaik ?

Kalo dibenarkan Rasulullah berarti dilakukan dong .. tapi kalo bertentangan dengan Rasulullah tinggalkan .. tinggian mana keislaman dan keimanan antara Rasulullah dengan sahabat .. hayo ??!!

28. Walaupun banyak yang melakukan, bahkan sebagian besar melakukan amalan itu karena dianggap baik menurut Imam, Ulama dan Wali ? Masak kita gak boleh ikut ikutan yang baik to ?

Baik menurut siapa bro ??!! Apakah mungkin Rasulullah menyembunyikan amalan baik yang bisa mendatangkan ridha Allah ? Kalo itu baik menurut Rasulullah, pasti sudah diajarkan dan diamalkan oleh para sahabat dan 3 generasi terbaik dong ..

29. Trus apa bedanya amalan baik yang belum di contohkan Rasulullah dan para sahabat dengan INOVASI dalam beribadah ?

Gak Ada Bedanya !! Amal baik kan merupakan ibadah .. kalo dulu (3 generasi terbaik) belum ada terus sekarang jadi ada berarti kan INOVASI amalan .. alias INOVASI dalam beribadah.

30. Kenapa banyak orang selalu diributkan dengan INOVASI beribadah ini ya ? Bahkan sampe ada yang jotos jotosan ..?

Ya soalnya orang yang berINOVASI dalam ibadah menganggap dirinya bertambah lebih baik .. padahal yang benar – benar baik adalah yang sudah mengambil KESEMPURNAAN dalam Islam .. bukan malah MENYEMPURNAKAN ..!! Emang kita tu siapa ?? Berani – beraninya MENYEMPURNAKAN (menambah nambahi) amalan lain di dalam Agama yang telah sempurna ..

31. Trus kalo kita timbul perselisihan gimana ? Kita menganggap itu INOVASI , sebagian yang lain menganggap Amalan yang baik .. gimana ??

Bersabar, berikan penjelasan pelan pelan, kembalikan kepada Al – Quran dan As – Sunnah dan bertawakal pada Allah.

32. Kalo mereka memaksa kita untuk mengikuti INOVASI ibadah mereka gimana ?

Ya silahkan aja ikut .. kalo kamu gak takut pada neraka dan adzab Allah..

33. Trus mungkin gak mereka yang suka berINOVASI dalam agama itu bisa sadar akan hal ini ?

Hanya Allah yang mengetahui kebenarannya, karena sesungguhnya INOVASI dalam ibadah ini lebih disukai syetan daripada perbuatan maksiat.

34. Lha kok bisa syetan lebih suka INOVASI dalam ibadah dari maksiat ?

Orang bermaksiat tahu kalo maksiat itu jelek jadi kemungkinan untuk menjauh dari kejelekan dan bertobat banyak .. Tapi orang berINOVASI dalam ibadah ini menganggap inilah yang LEBIH BAIK .. Jadi bagaimana mungkin orang yang SUDAH beranggapan yang dilakukannya itu baik tapi suruh bertobat dari kebaikannya (yang dia anggap baik) itu.

35. Berarti bahaya banget ya INOVASI dalam ibadah ini ?

Betul bro .. inilah justru yang menyebabkan Perselisihan , perpecahan sesama muslim.

36. Sebab perselisihan muslim ? Apa maksudnya ?

Iya .. coba kalo semua dikembalikan pada Al – Quran dan As – Sunnah, pasti ketemunya satu titik yaitu Islam yang benar !! Tapi karena ada dan banyak yang berINOVASI dalam beribadah akhirnya umat Islam jadi terpecah belah, ada yang ikut INOVASInya ulama A, ada yang ikut INOVASI nya ulama B dan seterusnya.

37. Kalo semua kembali pada Al – Quran dan As – Sunnah tapi masih saja ada INOVASI dalam ibadah gimana dong ?

Berarti cara memahami Islam tidak sama dengan pemahaman pendahulu kita yang sholeh.

38. Pendahulu kita yang sholeh itu siapa ?

Dia adalah Salafush Sholeh yaitu 3 generasi terbaik setelah jaman Rasulullah.

39. Berarti selain dikembalikan pada Al – Quran dan As – Sunnah cara memahaminya gak boleh sembarangan ya ?

Iya dong … Agamanya Islam, landasan utamanya Al – Quran dan As – Sunnah , jalan-cara memahami dan mempelajarinya musti sesuai dengan orang – orang yang paling sholeh menurut Rasulullah yaitu 3 generasi Muslim awal yaitu para sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in.

40. Itukan generasi jaman dahulu ? Kalo sekarang siapa ?

Mereka adalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yaitu Nama lain dari Salaf atau Salafiyyah tapi bukan Aswaja yang itu loh, yang ngaku-ngaku berbuat sunnah hasanah(baik) tapi aslinya itu Bid'ah.

41. OK deh … Trus kesimpulannya berarti ?

• Perbanyak belajar ilmu Syar’i• Pahami Islam dengan pemahaman Salafush Sholeh• Ikuti petunjuk Al – Quran dan As – Sunnah• Jauhi INOVASI dalam beribadah• Kalo terjadi hal yang membingungkan tinggalin dulu sampe tahu benar apakah sudah sesuai dengan ajaran Rasulullah ato malah gak ada ajaran dan tuntunannya sama sekali, kalo ada tuntunan dari Rasulullah jalanin, kalo gak tinggalin !

42. Kalo masih belom puas dengan penjelasan singkat ini ?

Baca lagi berulang ulang.Renungi dengan hati yang paling bersih.

Yah … Semoga dengan pengetahuan saya yang minim tapi udah berusaha maksimal untuk menjelaskan INOVASI dengan bahasa sehari – hari, dapat memberikan kebaikan buat pembaca sekalian.“Subhanakallahumma wabihamdika Asyhadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi”Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ingat ya bro.. Dalam beribadah Niat saja tidak cukup..Bro

Ibnu Abi Jamrah berkata, “Suatu amalan meskipun dikerjakan dengan niat yang baik maka tidak dinilai sah kecuali apabila mengikuti tuntunan syari’at.” (lihat Fath al-Bari [10/20]).

- Beribadah hanya ikhlas kepada Allah, &- Beribadahnya sesuai yang diajarkan Rasulullah

Maka tidak benar ungkapan yang populer dari sebagian kalangan, “Yang penting ‘kan niatnya!”. Niat yang benar tidak cukup jika tidak dikerjakandengan cara yang benar pula.



 
  • Mengenal alqur'an lebih dekat © 2012 | Designed by dara izhhar, in collaboration with syarie blogmaker , Blogger Templates and WP Themes