shalatlah agar teringat yang lupa

0 komentar

Shalatlah, Agar Kamu Ingat yang Terlupakan
Ketika itu, dalam posisi sujud, rakaat pertama shalat asar. Tadi pagi ada pesenan, agar membawakan buku x untuk dibawa pulang. Pesanan yang sempat terlupakan selama siang hari. Tiba-tiba melintas, datang dalam ingatan.
Sip… kalau lupa bisa kacau janjiannya.
Bukan teringatnya yang aneh…
Namun, mengapa ingatan semacam ini muncul kembali dalam shalat,
Seolah ada yang sengaja mengingatkanya…
Ternyata dugaan itu tidak salah…, setan mengingatkan ketika shalat…
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

إِذَا نُودِىَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِينَ ، فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ ، حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ ، حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطُرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ ، يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا ، اذْكُرْ كَذَا . لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ ، حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لاَ يَدْرِى كَمْ صَلَّى

Ketika adzan dikumandangkan, setan menjauh sambil terkentut-kentut, sehingga tidak mendengarkan adzan. Setelah adzan selesai, dia datang lagi. Ketika iqamah dikumandangkan, dia pergi. Setelah selesai iqamah, dia balik lagi, lalu membisikkan dalam hati orang yang shalat: ingat A, ingat B, menngingatkan sesuatu yang tidak terlintas dalam ingatan. Hingga dia lupa berapa jumlah rakaat yang dia kerjakan. (HR. Ahmad 8361, Bukhari 608, Muslim 885 dan yang lainnya).
Subhanallah, terkadang orang mendapat manfaat dalam shalatnya, melalui upaya setan. Meskipun ini merugikan pahala shalatnya.

Fatwa Abu Hanifah

Hadis ini menjadi acuan Imam Abu Hanifah rahimahullah ketika memberikan fatwa kepada orang yang lupa dimana dia menyembunyikan hartanya.
As-Suyuthi  menjelaskan hadis di atas,
ومن هنا استنبط أبو حنيفة للذي شكا إليه أنه دفن مالا ثم لم يهتد لمكانه أن يصلي ويحرص على أن لا يحدث نفسه بشيء من أمور الدنيا ففعل فذكر مكان المال في الحال

Dari hadis ini, Abu Hanifah memberikan kesimpulan untuk menjawab orang yang bertanya kepada beliau, bahwa dirinya telah mengubur hartanya. Sementara dia lupa, di mana dia mengubbur hartanya. Abu Hanifah menasehatkan agar orang ini shalat dan berusaha untuk khusyu, dan tidak memikirkan dunia apapun. Orang inipun mengikuti sarannya Abu Hanifah, dan dia ingat tempat dia mengubur hartanya seketika itu juga. (Tanwir al-Hawalik, hlm. 69).
Shalatlah dengan khusyu, agar anda ingat yang terlupakan…

membuka jalan agar terkabulnya doa

0 komentar

Musim haji yang lalu, sahabat saya Imam, mendapat anugerah yang tidak terduga sebelumnya, yaitu memenuhi panggilan Allah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Anugerah ini muncul tidak terlepas dari kedekatan dia pada seorang tokoh pemuda yang sekarang menjadi atasan dan pimpinan kantornya, sebut saja namanya Adhi. Sebelumnya Imam bertugas di kantor lain. Kepindahan dia ke kantor instansi pemerintah baru, karena promosi jabatan dan restrukturisasi pada instansi pemerintah.

Ketika itu dalam forum seminar, di mana yang menjadi pembicara adalah Adhi dan dirinya, dia di tanya,
“Pak Imam, sudah berangkat haji belum?”Pertanyaan itu bukan mengada-ada, atau iseng, atau basa-basi. Adhi melihat kapasitas keilmuan Imam sudah sangat memadai. Dari pembicaraan, sikap dan perilaku, dari ibadah dari dia lakukan, dan dari perhatiannya pada masalah-masalah yang selalu dikaitkan dengan sudut pandang Islam. Ditanya seperti itu, dia kikuk, tetapi terus terang menjawab,
“Belum, Pak.”
“Mau naik haji?”
“Kalau mau sih siapa yang ndak mau ke tanah suci, Pak!”
“Ya sudah, Pak Imam tahun ini saya tunjuk berangkat naik haji. ” Imam sahabat saya, tertegun dan seolah tidak percaya. Di tengah ketergunannya itu dia hanya bisa berucap Alhamdulillah berulang kali dan berterima kasih kepada Adhi, pimpinan kantornya, atas kepercayaan diberikan kepadanya.

Dalam hati Imam bergumam, apakah ini jawaban dari doa-doa yang saya panjatkan selama ini? Sungguh Allah maha pengabul segala doa. Pergi ke Baitullah telah menjadi keinginan dan cita-citanya sejak lama. Namun dia pendam kuat-kuat dalam lubuk hatinya. Dia sadar, kondisi ekonominya kurang memungkinkan. Berapalah tabungan yang bisa terkumpul dari gaji seorang pengabdi negara. Alih-alih menabung, untuk memenuhi keperluan anak-anak sekolah dan rumah tangga, dia harus bijak-bijak mengatur keuangan.

Namun Dia juga yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, memuliakan orang yang Dia kehendaki, dan menghinakan orang yang Dia kehendaki. Maka rasa rindu untuk ziarah ke Baitullah itu, dia tumpahkan dalam bait-bait doa selepas shalat fardhu dan qiyamullail. 

Doa tersebut telah menjadi doa rutin, yang senantiasa terpanjatkan baik secara sadar maupun tidak sadar.
Secara keilmuan, Imam tidak asing dengan hal-hal yang berkait dengan manasik haji. Dia dulu pernah belajar di pesantren di daerah pinggiran Semarang, sebelum akhirnya melanjutkan kuliah di Universitas Diponegoro. Maka persiapan haji yang dia lakukan relatif ‘aman-aman saja’.

Singkat cerita, dia berhasil menunaikan ibadah haji dan umrah dengan baik dan memuaskan. Beberapa hari sebelum pulang ke tanah suci, di berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah. Berkunjung ke Masjid Nabawi dan shalat di dalamnya adalah hal-hal yang disunnahkan sebelum atau setelah pelaksanaan ibadah haji dan umrah, karena shalat di dalamnya lebih baik seribu kali dari shalat di tempat lain kecuali di Masjidil Haram.
Yang menjadi sasaran utama peziarah Masjid Nabawi adalah sebuah ruang yang diberi nama ‘Raudhah’. Keutamaan Raudhah ini disampaikan langsung oleh Rasulullah, ”Di antara rumahku dan mimbarku adalah taman (Raudhah) dari taman-taman surga. Dan mimbarku di atas kolam. ” (Shahih Bukhari). Berdoa di Raudhah adalah mustajab.

Keyakinan inilah yang membuat jamaah haji dari berbagai negara yang berada di Madinah, berbondong-bondong menuju Masjid Nabawi sekaligus untuk dapat memanjatkan doa di Raudhah. Tapi Taman Surga yang terbatas itu hampir tak sebanding dengan ribuan jamaah yang ingin sekadar meletakkan dahi bersujud dan memanjatkan doa serta salam bagi Baginda yang Mulia. Perjuangan menuju Raudhah cukup berat, dibutuhkan kondisi prima, daya juang tinggi, stamina memadai, dan tak kalah penting adalah kesabaran. Sebab di tengah ‘jubelan’ dan desakan manusia, tidak boleh menyakiti orang. Baik dengan kata-kata kasar atau ‘bahasa tubuh’ yang menyakitkan.

Saat tiba di Masjid Nabawi, selepas menunaikan haji dan umrah, Imam seolah berada di dalam dua pusaran yang bersinggungan. Satu sisi dia ingin mencapai Raudhah dan berdoa di sana. Satu sisi lain, dia mengetahui bahwa berdesakan dan berebutan yang berakibat menyakiti orang, hukumnya haram. Dia, dan teman-teman satu khafilah, ragu dan merasa kecut. Rasanya berat untuk berdesak-desakan dan memaksakan diri ke sana. Teman satu khafilah, bernama Ummu Umair, bercakap dengan dia,

“Pak Imam, tolong doakan sahabat saya ini. Saya rasanya tidak sanggup ke sana.” Kata Ummu Umair, sambil menyerahkan secarik kertas bertuliskan sebuah nama.
“Oh ya. Ini Bu Aisyah siapa?” dia bertanya tentang sebuah nama yang tercantum pada secarik kertas. “Apa Bu Aisyahnya Pak Hariz?” Dia menyebut salah satu nama sahabatnya.
“Waduh, saya nggak tahu. Pokoknya ini sahabat dekat saya. Minta tolong didoakan”.
Aneh dalam pikiran Imam. Ummu Umair yang mengaku sahabat dekat Aisyah tetapi tidak mengetahui barang sedikit perihal suaminya.

“Tinggalnya di mana Ummi?” Imam bertanya lebih lanjut.
“Di Jatiwaringin, Pondok Gede”
Klop . Imam yakin, Aisyah yang dimaksud adalah istri dari sahabat yang dikenalnya. Tiba-tiba semangatnya bangkit. Ikatan ukhuwahnya mengencang. Dengan kesabaran yang dimiliki, dia coba menembus kerumunan massa yang berdesak-desakan. Tidak disangka, dengan cepat dia telah sampai di Raudhah. Subhanallah. Dia takjub dan penuh syukur. “Kekuatan apa yang menjadikan saya mudah melakukan ini?” Gumam hatinya penuh tanda tanya.


Ketika sampai di Raudhah, berbagai bayang keajaiban melintas dalam pikirannya secara berulang ulang. Pertemuan dengan tokoh yang hanya mungkin terjadi karena reformasi politik, doa yang terkabul tanpa diduga, dan kemudahan bertemu Raudhah. Rasanya Allah telah membukakan jalan-jalan bagi terkabulnya doa, yang berakibat dia berada di sini. Sekarang ini. Tak pelak lagi, dia merasa betapa besar perhatian Allah pada dirinya. Betapa kasih dan sayangnya Allah pada dirinya. Hatinya bergemuruh dan pecah. Air matanya berderai, tangis batinnya sesunggukan, dan suara pun terbata-bata menghiba. 

Dia tertunduk, tertunduk serendah-rendahnya di hadapan Sang Maha Raja Diraja, di hamparan Raudhah sang Taman Surga. Bayangan dosa, kekhilafan, silih berganti muncul dengan bayang taman surga. Suaranya sayup, timbul-tenggelam dalam kekhusyukan doa.
Itulah kisah Imam yang rintihan doanya terkabul, karena Allah memberikan petunjuk pada dirinya sehingga terbuka jalan menuju keterkabulannya. Kisah ini juga mengisyaratkan tentang suatu hak yang harus ditunaikan. Yaitu hak ukhuwah.

Saya teringat kisah sahabat yang mendamba syahid di peperangan. Ketika ditanya rasul apa yang menjadi cita-citanya, dia jawab ‘syahid dalam peperangan’, maka rasul berkata ‘kamu pasti akan menemuinya, jika kamu jujur’. Terbukti kemudian, sahabat itu menemui syahidnya.

Doa yang jujur akan menemukan jalan bagi keterkabulannya. Kita berdoa agar diberi kesempatan pergi haji ke Baitullah, namun dari lubuk hati terdalam kita menginginkan rumah atau mobil atau hal lain yang lebih dominan dari itu. Pantaslah jika ‘keinginan kita’ tiada pernah terwujud. Kejujuran doa juga tercermin dalam perilaku keseharian. Jika Sang Hamba berdoa minta rezeki kecuali yang halal, tentu dia akan hati-hati langkahnya, mematuhi rambu-rambunya, sehingga diperoleh apa diimpikannya. 

Maha Benar Allah yang berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ” (2:186).

Dan ukhuwah, adalah penguat hati. Terkadang kita merasa lemah jika harus berjuang sendirian. Kehadiran ‘saudara’ atau kecintaan kepada saudara atau kecintaan untuk memperoleh kebaikan dan manfaat bersama, mampu menguatkan hati dan membangkitkan jiwa yang lemah.

Kisah-kisah sahabat di zaman Rasul mengajarkan, betapa keikhlasan yang melahirkan ukhuwah, membuka jalan bagi kemenangan dan takluknya kota Makkah (Fathu Makkah) di mana Rasul pernah bermimpi sebelumnya: ‘memasuki kota Makkah dengan aman dan tanpa hambatan’.

Waallahua’lam Bishshawaa

Sumber: dakwatuna.com

doa untuk kita dari orang yang kita tak kenal

0 komentar

Ketika kita merasakan kebahagiaan, sungguh dibalik kebahagiaan yang kita rasakan harus kita yakini bahwa banyak orang di luar sana yang tidak kita kenal yang selalu setia mendoakan kebaikan untuk diri kita,

Ketika kita merasakan kesedihan, sungguh di balik kesedihan yang kita rasakan, banyak orang yang tidak kita kenal diluar sana yang selalu setia mendoakan agar kita bahagia,
Ya,,,Doa orang yang tak dikenal untuk kita laksana jantung yang ada di dalam tubuh kita, ikhlas tulus hanya karena ingin mengharapkan ridho dari Allah semata, ia tidak ingin di ketahui keberadaanya, ia hanya ingin agar orang orang yang ia kenal maupun tidak pernah ia jumpai dalam kehidupannya bisa merasakan kebahagiaan seperti kebahagiaan yang ia rasakan, Ia hanya ingin agar disetiap untaian doa kebaikan yang ia panjatakan kepada Allah bisa dirasakan oleh banyak orang. Sungguh mulia orang yang senantiasa mendoakan kebaikan untuk orang lain, lisan dan hatinya selalu di basahi oleh asma Allah, di setiap desah nafas dan denyut jantungnya adalah dzikir dan doa.

 Lantas bagaimana dengan diri kita, malu rasanya jika kita selama ini hanya berdoa untuk kebaikan diri kita sendiri, malu rasanya jika kita hanya berdoa untuk kebahagiaan diri kita sendiri, bukankah kebaikan dan kebahagiaan itu akan terasa nikmat jika kita bisa berbagi dengan orang lain.
Allah Ta’ala berfirman:

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Hasyr: 10)

Sejenak mari kita simak kisah yang begitu indah nan agung, dari seorang putri Rasulullah SAW, beliau adalah Sayyidah Fathimah,
Seperti biasa, pada sepertiga malam terakhir, Sayyidah Fathimah — putri kesayangan Rasulullah saw senantiasa melaksanakan shalat tahajud di rumahnya. Terkadang, ia menghabiskan malam-malamnya dengan qiyamu lail dan doa. Hasan bin Ali, putranya, sering mendengar munajat sang bunda.
Suatu pagi, ketika Sayyidah Fathimah selesai berdoa, Hasan kecil bertanya, “Ya Ummi, dari tadi, aku mendengarkan doamu, tetapi tak satu pun doa yang kau panjatkan untuk dirimu sendiri?”

Fathimah menjawab dengan lembut, “Nak, doakan dulu tetanggamu karena ketika para malaikat mendengarkanmu mendoakan tetanggamu, niscaya mereka akan mendoakanmu. Adakah yang lebih baik daripada doa para malaikat yang dekat dengan Allah, Tuhan kita?”
Apabila salah seorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui oleh yang didoakan, para malaikat berkata, “Amin, semoga engkau memperoleh pula sebagaimana yang engkau doakan itu.” (HR Muslim dan Abu Dawud)

Mari mulai saat ini kita senantiasa memainkan perananan hati dan lisan kita untuk selalu mendoakan kebaikan untuk orang yang kita kenal ataupun orang yang tidak kita kenal, Sungguh indah ketika doa doa kebaikan di panjatkan oleh orang orang yang shaleh.
Wallahualam bisawab.

Sumber: dakwatuna

istimewanya islam

0 komentar


Istimewanya Islam, dia adalah agama dan keyakinan untuk setiap bangsa. Bukan hanya bangsa Arab tetapi juga bangsa Asia, Eropa, Afrika, Amerika dan bangsa lainnya. Kemenangannya adalah untuk kesejahteraan seluruh umat manusia. Islam tidak memaksakan orang lain untuk memeluknya tetapi memberikan pilihan yang terbaik bagi pemeluknya.

Pada zaman peperangan, Islam akan melakukan penawaran dengan damai agar orang-orang yang belum masuk Islam bisa merasakan kehidupan yang layak setelah masuk Islam. Islam juga menjamin kebahagiaan di kehidupan akhirat. Kenyataannya Islam tidak hanya untuk kalangan miskin seperti budak, tetapi juga raja-raja atau pejabat Negara. Islam mengutus utusannya untuk menyampaikan pesan yang datang dari Rasulullah kepada Raja-Raja yang berkuasa pada masa itu. Tentunya dengan cara dan perkataan yang baik dan damai. Jika penawaran itu ditolak, maka dengan cara yang lazim pada zaman itu adalah dengan perang, itupun keputusan yang paling akhir setelah memikirkan strategi perdamaian.
Ketika bangsa Romawi, Persia dan bangsa lainnya berperang untuk membawa nama bangsanya, Islam berperang hanya untuk Allah. Islam tidak akan pernah menghapus kebangsaan setiap pemeluknya karena Islam bukanlah bangsa. Islam milik semua bangsa dan semua bangsa adalah milik Islam. Orang Persia tetap menjadi orang Persia walaupun sudah memeluk Islam.
Orang Asia tetap berkebangsaan Asia walaupun sudah memilih Islam sebagai agamanya. Begitu pun orang-orang berbangsa lainnya tetap menjadi bangsanya meskipun sudah berkarakter Islam. Yang harus dilakukan adalah hanyalah menyembah Allah saja dengan mengikuti akhlak Rasulullah. Islam tidak pernah mengajarkan pemeluknya membanggakan bangsanya dengan menghina dan menindas bangsa lain. Bahkan Islam pun tetap menghargai orang yang memeluk agama lain.

Pada zaman kebebasan, seperti sekarang, Islam justru menentang keras peperangan, permusuhan dan perselisihan. Islam tetap menjadi penengah dalam setiap permasalahan. Islam tidak pernah sekalipun melakukan penjajahan di setiap Negara. Islam menganjurkan setiap system atau cara kenegaraan sesuai dengan ajaran Islam yang mensejahterakan seluruh penduduknya. Islam akan membela orang-orang yang tertindas di Negara mana pun dia berada. Islam tetap menjadi pendukung orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran dan keadilan. Sebaliknya, Islam akan menentang keras orang-orang yang melakukan kerusakan dan kezhaliman dengan sepenuh kemampuannya.

Islamlah yang telah memberikan informasi-informasi yang berguna tentang alam, manusia dan keilmuan yang berguna bagi kehidupan manusia. Karena Al Qur’an adalah sumber ajaran Islam yang terpercaya maka keilmuan-keilmuan yang datang darinya bisa dibuktikan kebenarannya. Isi tentang sejarah, hukum, kekuasaan Allah terkait langit dan bumi serta masa yang akan datang terkandung dalam Al Qur’an sebagai pelajaran yang harus diterapkan semua muslim.

Inilah istimewanya Islam, pelopor keilmuan, mendukung kemerdekaan, mengusung perdamaian, menjamin kehidupan dunia dan akhirat, memihak kebenaran, memberantas kezhaliman, menyamaratakan status manusia, menganjurkan keseimbangan, menghargai perbedaan, dan memberi manfaat bagi seluruh alam.

Inilah istimewanya Islam, menjadikan manusia dari ras, suku atau bangsa manapun istimewa dan mulia di sisi Allah jika beriman dan bertaqwa. Islam tidak akan pernah memberikan kerugian sedikit pun bagi seluruh umat manusia karena hakikatnya Islam sesuai dengan fitrah manusia. Islam juga melarang pemeluknya untuk mengkultuskan atau memuji berlebihan orang lain, bahkan Rasulullah salallahu’alaihiwassalam sekalipun tidak patut disembah, melainkan diikuti jejaknya. Apalagi menyembah benda-benda atau makhluk lain, percaya pada jimat, dukun, ramalan dan sebagainya sangat dilarang oleh Islam.

Islam mengajarkan akhlak mulia bagi pemeluknya sebagai refleksi dari menyembah Allah semata. Islam memberi petunjuk bagi seluruh manusia untuk berperilaku sebagai hamba-Nya dan sebagai peran di antara sesamanya. Islam selalu mengarahkan pemeluknya pada kebaikan dan kebenaran yang sangat memberikan manfaat bagi dirinya dan sesamanya. Islam menjunjung nilai kemanusiaan dan menjauhkan manusia dari hal-hal yang tidak berguna.

Adapun kekurangan-kekurangan yang muncul yang mengatasnamakan Islam adalah kelalaian pemeluknya yang belum memahami lebih jauh tentang Islam atau merupakan fitnah dan tuduhan palsu dari musuh-musuh atau penentang Islam.

Sumber: dakwatuna . com

mengejar kebahagiaan yang abadi

0 komentar

Ketenaran seperti apakah yang dicari Mush’ab bin Umair? Pemuda tampan mempesona, bergelimang harta, bergelar bangsawan, bersandang anak kesayangan. Namun, begitu ringan tak menyesal ia ketika kehilangan nikmat itu demi Islam. Melaluilah tokoh Khazraj, Sa’ad bin Mu’adz, merasakan bahagianya bersyahadah
Jabatan seperti apakah yang dicari Ali bin Abi Thalib? Saat kekhalifahan diberikan, saat itu jua jumlah batu ganjalan di perutnya bertambah demi menahan lapar. Padahal, harta yang ia wakafkan hingga wafat berjumlah hingga 4.000 Dinar (Rp 8 Milyar).

Kekayaan seperti apakah yang dicari Ibnu Abbas? Ketika hartanya sejumlah 900.000 dinar (Rp 1,8 Triliun) ia investasikan pada bankir Muslim yang mengalami kebangkrutan hingga tak mampu membayarnya kembali. Namun, ia merelakannya tanpa mengejar pembayaran karena yakin bahwa siapa yang menolong hamba-Nya maka Allah pun akan menolongnya.
Keuntungan seperti apakah yang dicari Utsman bin Affan? Ketika terjadi paceklik di Madinah, saat itu juga kafilah dagangnya datang dari Syam dengan unta berjumlah 1.000 yg membawa bahan makanan melimpah. Para pedagang dan tengkulak pun berlomba ingin membelinya sampai keuntungan 5 dirham.

 Namun Utsman menolak dan mengatakan “Siapakah yg mampu memberi keuntungan lebih bahkan hingga 10 dirham?” Allah jawabnya. Maka dengan mudah ia sedekahkan semua dagangannya untuk seluruh penduduk Madinah.
Cinta seperti apa yang dicari Salman al Farisi? Ketika lamarannya pada gadis yang ia inginkan ternyata ditolak dan gadis tersebut meminta karibnya, Abu Darda’, yang menjadi suaminya. Seketika itu jua Salman lapang dan memberikan seserahan yang dibawanya untuk Abu Darda’.
Istri seperti apakah yang dicari Hanzalah? Saat malam pertamanya, jihad berkumandang. Ia pun bersegera menuju medan. Kesyahidannya mengundang malaikat memandikan jasadnya.

Ilmu seperti apakah yang dicari Abu Hurairah? Hijrah dari Tihamah menuju Madinah tanpa bekal kekayaan. Rela meninggalkan rumah ibunya demi ilmu.

Empat tahun ia habiskan khusus bersama Rasul serta menjadi ahli suffah dengan predikat kemiskinan. Luar biasanya di sepanjang zaman, Abu Hurairah mampu berprestasi sebagai perawi terbaik.

Dan Agama seperti apakah yang dicari Abu Sofyan? Ketika ia merasa menyesali keterlambatannya memeluk Islam dan merasa iri pada assabiqun al awwalun, maka ia nasihati anaknya Umayyah untuk mengejar ketertinggalannya dalam berislam.
Beruntungnya mereka yang telah menemukan makna dan meraih kebahagiaan abadi. Kebahagiaan yang tak semu, Kebahagiaan yang melampaui arena dunia menuju akhirat yang abadi.



Sumber: dakwatuna dot com

benih ikan koi murah

0 komentar

Jual benih koi murah
Dengan mengharap Ridho Allah subhanahu wata’ala kami kelompok tani “Abata fish” akan berusaha agar dapat mengelola usaha dengan baik, berusaha mengoptimalkan iikhtiar,berusaha bermuamalah dengan benar agar tidak melanggar syariat Islam dalam masalah muamalah perdagangan.


Ikan koi merupakan ikan hasil persilangan dari berbagai warna ikan mas. Seiring dengan perkembangan budidaya ikan koi, yang terus menerus dicoba dengan mengawinkan jenis yang satu dan yang lain, maka lahirlah berbagai macam ikan koi baru yang memiliki pola pola unik dan menarik. Pola dan warna unik ini membuat banyak orang ingin memeliharanya di rumah sebagai ikan hias. Biasanya ikan koi lebih sering di pelihara di dalam sebuah kolam taman, pasalnya koi membutuhkan tempat berenang yang luas dan cukup dalam sehingga leluasa.

Kehadiran ikan koi akan membuat kolam/taman terlihat lebih cantik dan memberi kesan yang menyenangkan, saat dijadikan elemen eksterior rumah. Tentu saja hal tersebut didukung dengan desain kolam dan perawatan yang tepat. Memelihara Koi merupakan hobi yang sangat menyenangkan, karena keindahan ikan koi mampu menyejukkan pandangan dan menenteramkan pikiran. Koi berukuran jumbo yang berenang-renang di sekitar rumah menjadi hiburan tersendiri melepas kepenatan sehari bekerja.
Memelihara ikan koi sesungguhnya tidak memerlukan biaya yang besar, harga ikan koi pun bervariasi mulai dari Rp. 10.000 sampai dengan ratusan ribu bahkan jutaan rupiah, tergantung keindahan dari warna ikan tersebut. Hanya saja untuk memelihara ikan koi tersebut diperlukan kolam yang cukup, untuk bisa ikan koi tersebut bergerak dan berkembang dengan leluasa. Keindahan ikan koi ini pun, yang menyebabkan banyak kolektor ikan koi yang tidak segan-segan mengeluarkan anggaran hingga jutaan rupiah untuk membuat kolam yang indah dan enak untuk dilihat serta mempunyai sirkulasi air dan udara yang baik.

Kualitas air kolam koi merupakan penentu keberhasilan dalam memelihara Koi, ahli koi mengatakan bahwa memelihara koi adalah menjaga kualitas air kolam yang baik. Kolam koi harus terbebas dari zat-zat kimia, biasanya kolam Koi baru yang terbuat dari semen masih menyisakan bau yang berbahaya. Hilangkan terlebih dahulu dengan merendam dengan air sampai beberapa hari, dan jangan buru-buru memasukkan koi ke dalam kolam. Setelah direndam buang air dan isi dengan air bersih.

Untuk memberikan perlindungan mutu kolam, sobat bisa membuat sebuah filter yang terdiri dari 4 lapis. Lapisan pertama tersusun dari kerikil, ijuk, pasir. Bahan bahan ini berfungsi untuk menyaring kotoran. filter kedua berisi karbon zeolit untuk menghilangkan racun dan bau yang tidak enak. Filter ketiga dalam bentuk pestisida untuk mematikan bakteri pengurai. Dan filter yang keempat adalah tanaman untuk mengikat kotoran. Selain filter, cara merawat ikan koi di aquarium juga harus memperhatikan derajat keasaman atau Ph yang ideal. Ikan koi membutuhkan Ph 6,5 – 8,5 untuk pertumbuhan yang ideal.

Memelihara koi bagi pemula sebaiknya dilakukan dari ukuran kecil kurang lebih 10-20 cm agar dapat belajar mengamati perkembangan koi dari waktu kewaktu. Pada ukuran tersebut biasanya sudah cukup mudah untuk dipelihara dan harga masih cukup murah.



Menyediakan benih ikan koi murah

ABATA FISH (081328030055) selain jual benih ikan mas juga menjual benih ikan koi untuk pasar pelanggan lokal, Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.Harga yang Fleksibel adalah upaya kami untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Selain itu, kualitas benih ikan koi  selalu menjadi perhatian utama kami, karena kami menyadari bahwa benih ikan koi  yang baik dan berkualitas adalah kunci dari keberhasilan dalam hal budidaya. Dan kami akan selalu terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada pelanggan kami.

Keterbatasan tempat dan biayalah sehingga budidaya benih ikan koi banyak mengandalkan dari forum kelompok tani di sekitar,kami sangat menyadari kemampuan kami dalam budidaya benih ikan koi. Keterbatan lahan dan modal usaha, sangat membatasi gerak langkah kami dalam usaha budidaya ikan koi




PENGIRIMAN BENIH IKAN KOI

Kami memang sudah sejak sekitar tahun 2012 malakukan pengiriman benih ikan koi ke bandara bandara di seluruh indonesia yang dapat dijangkau oleh cargo pesawat.
Saran,kritik dan Berbagai cara dalam pengiriman demi pengiriman membuat kami  terus belajar untuk berbenah lebih baik dalam pemberokan serta pengemasan benih ikan koi untuk pengiriman luar jogja maupun luar jawa.kami akan terus meningkatkan pelayanan yang lebih baik dalam menyediakan benih benih yang sehat,ukuran yang seragam dan berkwalitas sehingga benih benih tersebut dapat mudah beradaptasi di lingkungan yang baru.



selain melayani dalam kota jogja kami juga melayani pengiriman benih ikan koi antar pulau diseluruh Indonesia yaitu di pulau jawa  antaranya di Jakarta,tangerang,bogor,bandung,Surabaya,di pulau sumatera yaitu: di palembang,lampung,bengkulu,pangkalpinang,batam,banda aceh,pekanbaru,jambi,medan pengiriman benih ikan koi di Kalimantan barat (kalbar) yaitu di pontianak,singkawang,Bengkayang,Putussibau,Sukadana,Ketapang,SungaiRaya,Ngabang,NangaPinoh,Mempawah,Sambas,Sanggau,Sekadau,Sintang pengiriman benih ikan koi di Kalimantan timur (kaltim) yaitu di balikpapan,bontang,samarinda,tarakan,Tanjungredep,(berau)Tanjungselor,Sendawar,Tenggarong,Sangatta,Malinau,Nunukan,Tanah,Grogot,Penajam,TidengPale pengiriman benih ikan koi di kalimantan selatan Paringin,Martapura,Marabahan,Kandangan,Barabai,Amuntai,Kotabaru,Tanjung,Batulicin,Pelaihari,Rantau,Banjarbaru,Banjarmasin pengiriman benih ikan koi di Kalimantan selatan (kalsel) yaitu  di samarinda,Buntok,Tamiang,MuaraTeweh,KualaKurun,KualaKapuas,Kasongan,PangkalanBun,Sampit,NangaBulik,Purukcahu,PulangPisau,Sukamara,KualaPembuang dan palangkaraya pengiriman benih ikan koi tujuan Bali,denpasar,Badung,Bangli,Singaraja,Gianyar,Negara,Karangasem,Klungkung,Tabanan Pengiriman benih ikan koi di Ntt,bima,mataram, Kupang ,Raba,Dompu, Praya,Selong,Tanjung,Sumbawa Besar,Taliwang pengiriman benih ikan koi di gorontalo,Marisa/Tilamuta,Suwawa,Kwandang,Marisa, Kalabahi,Atambua,Ende,Larantuka,Lewoleba,Ruteng,LabuanBajo,Borong,Bajawa,Mbay,BaaSeba,Maumere,Waikabubak,Tambolaka,Waibakul,Waingapu,Soe,Kefamenanu pengiriman benih ikan koi di sulawesi selatan (sulsel) yaitu di palopo,makassar,parepare, Bantaeng,Barru,Watampone,Bulukumba,Enrekang,SungguMinasa,Jeneponto,Benteng,Malili,Masamba,soroako,Maros,Pangkajene,Pinrang,Sidenreng,Sinjai,WatanSoppeng,Takalar,Makale,Rantepao,Sengkang pengiriman benih ikan koi di sulawesi tenggara (sulteng)baubau,kendari,Rumbia,Pasarwajo,Buranga,Kolaka,Lasusua,Unaaha,Andolo,Wanggudu,Raha,WangiWangi, pengiriman benih ikan koi di sulawesi tengah palu,Luwuk,Banggai,Buol,Donggala,Bungku,Parigi,Poso,Ampana,Toli-Toli,Sigi ,Biromaru pengiriman benih ikan koi di sulawesi tenggara bitung, manado,tumohon, Kotamobagu,BolaangUki,Tutuyan,Boroko,Tahuna,OndongSiau,Melonguane,Tondano,Amurang,Ratahan,Airmadidi pengiriman benih ikan koi di Majene,Mamasa,Mamuju,Pasangkayu,Polewali, pengiriman benih ikan koi di maluku,ambon,tual,ternate,tidore pengiriman benih koi di jayapura, agats,Biak,TanahMerah,Tigi,Kigamani,Sugapa,Sentani,Wamena,Waris,Serui,Tiom,Burmeso,Kobakma,Kepi,Merauke,Timika,Nabire,Kenyam,Enarotali,OksibilIlaga,Kotamulia,Sarmi,Sorendiweri,Karubaga,Botawa,Sumohai,Elelim pengiriman benih ikan koi di sorong,Fakfak,Kaimana,Manokwari,Kumurkek,Waisai,Sorong,Teminabuan,Fef,Bintuni,Rasieidan kota-kota lainnya.

harga benih ikan koi

  • benih koi ukuran 4-6,5-7  harga Rp. 1500 (koi campur) Rp 2000 ( koi piihan) dalam 1 bok isi 1000 ekor
  • benih koi ukuran 7cm harga Rp.3000,- (koi campur) dan Rp.4500,-(koi pilihan) dalam 1 bok dapat di isi 500 ekor ikan koi
  • ikan koi ukuran 12cm harga (koi campur)15.000,- dan RP 20.000,-(koi pilihan) dalam 1bok isi 70 ekor
  • ikan koi ukuran 15 cm harga Rp.25.000,-( ikan koi campur) danRp.30.000,- (ikan koi pilihan) dalam 1 bok dapat isi 45 ekor
  • untuk ikan koi belum termasuk biaya onkos kirim dan dokumen dinas karantina yogyakarta


Syarat dan Ketentuan

  • pengiriman benih ikan koi di luar pulau jawa via udara/cargo pesawat,artinya ikan diambil di bandara terdekat.
  • Pengiriman untuk daerah Jawa jika memungkinkan menggunakan jalan darat. Jika tidak Port to Port atau Bandara ke bandara. Artinya barang diambil di Bandara setempat .
  • Pelanggan di wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya akan kami kirimkan langsung ke alamat tujuan.
  • pembelian benih ikan koi bagi pelanggan di jogja /ambil di kolam  minimal seribu ekor
  • Pembelian bibit ikan koi bagi pelanggan luar Jawa minimal 1 Box.
  • Kemasan : Plastik dan Styrofoam.




PEMESANAN

  • pemesanan minimal 2 hari sebelumnya guna pengurusan surat/sempel uji virus dari dinas karantina yogyakarta dan pemesanan cargo pesawat
  • Kami hanya melayani pembelian secara tunai/via transfer Bank. Jika melalui transfer Bank, yang Anda lalukan adalah melakukan pembayaran ke rekening kami. Begitu dananya telah masuk atau bukti transfernya telah kami terima, kami akan mulai memproses bibit ikan koi pesanan Anda.
  • Pemesanan benih ikan koi  bisa dilakukan melalui telepon, sms di 081328030055 atau email atau langsung melalui contact form di website ini. Pastikan data yang anda berikan valid, demi kelancaran komunikasi dan pengiriman.




Apabila ada yang kurang jelas dengan informasi di atas dapat menghubungi kami via telepon/sms di 081328030055.

Semoga bermanfaat

me time ibu rumah tangga

0 komentar

akhir-akhir ini marak istilah *Me Time* yaitu dimana seorang wanita yang sudah menikah meluangkan waktu untuk dirinya sendiri tanpa suami, anak dan keluarga untuk melakukan kegiatan yang biasanya dia lakukan sewaktu belum menikah. Misal hangout bersama teman-temannya, dsb.

Bagaimana seorang suami menyikapi keinginan istri yang demikian.

Bagian dari kemurahan Allah, Dia jadikan setiap usaha yang dilakukan istri untuk melayani suami dan keluarganya sebagai ibadah. Sekalipun itu telah menjadi aktivitas rutin bagi para wanita di rumahnya, ternyata ini semua tidak disia-siakan oleh Allah. Bahkan sebagian ulama menyebutnya sebagai kewajiban. Terutama untuk urusan di dalam rumah, sehingga nantinya akan dimintai pertanggung jawaban di sisi Allah.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِىَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ

Wanita menjadi pemimpin di rumah suaminya dan bagi anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggung jawaban tentang mereka. (HR. Bukhari 2554 & Muslim 4828)
Wanita yang perhatian dengan rumah tangganya, merupakan ciri wanita terbaik,
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seperti apakah ciri wanita terbaik. Jawab beliau,
الَّتِى تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلاَ تُخَالِفُهُ فِى نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Yang menyenangkan suami ketika dilihat suaminya, mentaati suami ketika diperintah suaminya, dan tidak bertindak terhadap dirinya dan hartanya dengan perbuatan yang tidak disukai suaminya. (HR. Ahmad 7626, Nasai 3244 dan dishahihkan al-Albani).
Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memotivasi mereka dengan jaminan surga, 

ketika bisa melayani suami dan keluarga dengan baik. Dari Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Apabila wanita menjaga shalat 5 waktu, menjaga puasa ramadhan, menjaga kehormatannya, an mentaati suaminya, maka dipersilahkan baginya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kamu inginkan.” (HR. Ahmad 1683, Ibnu Hibban 4163 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Untuk itulah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji para wanita Quraisy. Mereka potret wanita yang sangat belas kasih kepada anak-anaknya ketika masih kecil dan perhatian terhadap harta suaminya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ نِسَاءٍ رَكِبْنَ الإِبِلَ صَالِحُ نِسَاءِ قُرَيْشٍ أَحْنَاهُ عَلَى وَلَدٍ فِى صِغَرِهِ وَأَرْعَاهُ عَلَى زَوْجٍ فِى ذَاتِ يَدِهِ

Sebaik-baik wanita yang menunggang onta adalah wanita quraisy yang solihah. Mereka paling penyayang terhadap anak ketika masih kecil dan perhatian terhadap semua harta suaminya. (HR. Bukhari 5082 & Muslim 6623).

Yang dimaksud ‘wanita yang menunggang onta’ adalah wanita arab. Sehingga makna hadis, wanita arab yang terbaik adalah wanita quraisy yang solihah. Karena karakter mereka: paling penyayang terhadap anak ketika masih kecil dan amanah serta perhatian terhadap semua harta suaminya.

Dan inilah kebaggaan sejati bagi wanita. Melayani keluarga, anak-anak, dan suami. Sumber kasih sayang di dalam rumah bagi semua penghuninya. Selalu memberikan kehangatan ketika ada anggota keluarga yang bercengkrama dengannya.

Kami yakin, anda akan sangat bangga jika memiliki ibu dengan kriteria seperti di atas. Ketimbang memiliki ibu seorang wanita karier atau ibu yang lebih memilih dekat dengan teman dari pada dengan keluarganya. Anda akan sangat bangga ketika anda memiliki ibu yang aktivitasnya lebih banyak di rumah, ketimbang ibu yang sibuk ngurusi luar rumah.
Demikian, Allahu a’lam.


Sumber  Konsultasisyariah.com

 
  • Mengenal alqur'an lebih dekat © 2012 | Designed by dara izhhar, in collaboration with syarie blogmaker , Blogger Templates and WP Themes