berjilbab...??yukk...

0 komentar

Pas diwarnet(maklum lom punya modem) tak sengaja saya nemuin sebuah situs tentang bagaimana caranya agar cewek tampil PD dengan tank top meskipun lengan tangan besar. Saya pun tanpa ba..bi..bu..tulis komentar “berpakaian menutup aurat (kerudung plus jilbab) adalah solusi cerdas bagi cewek tanpa harus meributkan ukuran lengan, sekali lagi bagi cewek yang cerdas(tak ulang biar mantaap…). Dan klimaknya bisa sahabat tebak(loh kok malah tebak2an) masing-masing bertahan pada pendapatnya. Situs tersebut menyatakan bahwa kita harus menghargai pilihan orang dalam memilih pakaian. Saya pun tidak keberatan karena pendapat tentang kerudung dan jilbab itu juga pendapat pribadi ,sebagai seorang perempuan muslim tentunya.
Ukhtifillah semua yang saya cintai! (jiaah masih aja sempet-sempet ngegombal? Wataw!!) To the point aja zaa, antum suka perhatiin kondisi anak muda zaman sekarang kan? (termasuk kalian juga tentunya, hehe..) Coba deh cek di daerah terdekat. Hitung seberapa banyak ukhti-ukhti yang aktif pake jilbab,dikit banget kan... pas tak tanya ”jilbabpe kok nggak dipake je..? “Duh nggak usah repot-repot peduli sama aku, yang penting aku nggak nyusahin orang lain!” pernah juga ada cewek yang taktanya: “Kenapa kamu nggak pake kerudung. Padahal kan kamu tahu perempuan seumur kamu wajib menutupi aurat?” Eh, dia bilang: “Aku nggak munafik kayak cewek-cewek yang pake kerudung itu. Mereka pake kerudung padahal hatinya busuk.pepatah lama bilang”nduwur kerudung ngisor warung” Aku sih ada apanya, eh apa adanya sesuai dengan kata hati. Nantilah kalo udah tobat baru pake..Slow ajah ah.. mumpung masih muda hehe..”. jatuh nggak tuh… amit-amit gue! Dan parahnya yang bikin saya nangis.. ada yang ngomong ”kalau pake jilbab seperti mereka entar takutnya menimbulkan fitnah”,mbokku bilang ”ra umum nok..engko malah dikiro melu jaringan teroris” waduh..nangis lagi...

Memang sih perempuan berkerudung belum tentu hatinya juga ‘berkerudung’ alias alim. Tapi kalo terus-terusan ngikutin kata hati dan hawa nafsu dijamin nggak bakalan ada usaha untuk jadi lebih baik. Saya belum jadi orang tua aja udah sutris duluan kalau-kalau nanti punya anak tantangan untuk mendidiknya pasti berat cuy. Hwach nggak kebayang! Sistem kapitalisme udah bener-bener meracuni anak bangsa! “Asal hati senang urusan yang lain di abaikan!” Musibah deh…
saya baru menyadari kalau sebagian wanita yang menggunakan kerudung hanya karena sekedar disuruh atau diwajibkan oleh orang tua, tempat belajar atau tempatnya bekerja. Jika telah keluar dari ‘aturan’ itu, maka lepas pula kerudung yang menutupi kepalanya. Mungkin karena itulah kain-kain itu tidak menutup secara benar dikepala dan dada mereka. malahan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya, Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.

Saya juga pernah berpikir dan bertanya-tanya, bahwa orang-orang memakai cadar dan berjilbab lebar apakah tidak kepanasan dengan seluruh atributnya? Apakah tidak repot jika hendak keluar dimana mereka harus memakai seluruh kain panjang tersebut? Mulai dari baju, jilbab yang lebar, masih harus ditambah memakai kaus kaki! Ah! Dan di balik jilbab itu, ternyata masih ada jilbab lagi! Dan… apakah mereka bisa melihat dari balik cadar yang menutup matanya?

Untuk yang satu ini, waktu tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan itu. Karena butuh pengetahuan lain yang merasuk ke dalam hati untuk mendapatkan jawabannya. Pengetahuan akan indahnya Islam dengan segala pengaturan yang diberikan oleh Allah. Pengetahuan akan surga yang begitu indah dan damai dengan segala kenikmatannya. Pengetahuan bahwa surga tidak akan tercium oleh wanita yang mengumbar-umbar aurat di depan khalayak. Pengetahuan bahwa penghuni neraka yang paling banyak adalah wanita. Oleh karena itu kerepotan itu bukanlah kerepotan, melainkan sebuah usaha. Usaha dari seorang wanita muslimah untuk menggapai surga-Nya. Untuk bersanding dengan suaminya kelak ditemani dengan bidadari cantik lainnya. Panas dari jilbab itu bukanlah rasa panas yang menyesakkan pikiran dan dada. Akan tetapi hanya sepercik penguji jiwa yang dapat meluruhkan dosa-dosa kecil dari seorang insan wanita. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa setiap kesusahan yang dialami muslim merupakan peluruh bagi dosa-dosanya.
So, dari beberapa contoh di atas bisa terlihat Apabila seseorang mengakui dirinya sebagai muslimah, maka sudah ada aturan khusus tentang tata cara berpakaiannya. Jadi tidak bisa semau gue atas nama kebebasan memilih atau bahkan memakai dalih HAM.

Cara berbusana cewek modern

Ukhtifillah yang saya hormati..banyak remaja salah mengira kalau modern itu adalah berpakaian yang mengumbar aurat. Tank top, rok mini, you can see , bahkan pusar pun diobral adalah gaya berbusana cewek modern. Orang yang berpendapat begini pasti sedang mabok ckckck.. . Coba deh kamu perhatikan film kartun Flinstone yang settingnya adalah zaman batu. Atau mungkin film Robin Hood dan Xena yang settingnya adalah zaman kuno abad pertengahan. Baju yang dipakai di sana sangat minim, hampir semua aurat terutama pemeran cewek diobral semua.

Terus, gimana dong dengan beberapa suku di Indonesia yang pakaian tradisionalnya adalah koteka ? Coba deh kamu lihat, bagaimana kehidupan dan tingkat berpikir suku tersebut. Seharusnya menjadi tugas bersama untuk membina suku-suku pedalaman yang masih awam terhadap Islam dan hukum menutup aurat. Bukan malah dijadikan tontonan sebagai aset pariwisata dengan alasan melestarikan budaya bangsa. Kasihan mereka. Bayangkan bila kamu yang di posisi mereka berpakaian, minim kemudian menjadi bahan tontonan. Pasti rasanya tak nyaman.

Tak ada orang yang bilang kalo mereka hidup di zaman modern. Yang ada adalah mereka hidup di zaman batu, kuno, jadul dan yang utama jahiliyah alias bodoh. Yang namanya modern adalah ketika manusia itu jelas bedanya dengan binatang yaitu ketika akalnya dimanfaatkan secara sempurna. Akal inilah yang menuntun manusia untuk mempunyai malu dan iman. Jika malu dan iman ada maka otomatis manusia akan memilih busana yang menutup aurat sebagai gaya berbusananya.

Hal ini pas banget dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dalam QS an-Nur: 31 dan al-Ahzab: 59 bahwa kerudung dan jilbab adalah pakaian muslimah bila mereka keluar rumah. Rasional dan masuk akal, itulah ciri-ciri Islam. Termasuk juga dalam mengatur cara berbusana perempuan, Islam jauh lebih modern daripada agama ataupun ideologi dan budaya mana pun di dunia ini. Ini karena memang Islam diturunkan oleh yang Mahamenciptakan manusia sendiri, jadi Ia pula yang berhak mengaturnya.

Di atas semua itu, modern atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari pola pikirnya. Pola pikir inilah yang akan menentukan pola sikap dia termasuk dalam hal memilih pakaian. Jadi meskipun gelar selangit, rumah di kawasan elit, mobil keluaran terbaru tapi memakai rok mini dan tank top, sudah langsung bisa dilihat kualitas pola pikirnya. ”jaman batu dan jadul”Semua materi duniawi yang disebutkan tersebut cuma aksesoris saja, tidak menyentuh intinya.

Jilbab, pakaian modern

Ukhti.., jilbab itu pakaian perempuan modern dan beradab. Dari busana ini pula, terlihat identitas seseorang apakah ia muslim atau bukan. Jilbab adalah pakaian takwa yang merupakan bukti tunduknya seorang hamba kepada penciptanya. Siapa saja yang memperolok pakaian takwa ini, itu artinya ia juga memperolok Sang Pencipta yang menurunkan aturan tersebut.
Tak jarang muslimah berjilbab mendapat cobaan berupa suara-suara miring semisal disebut ‘sok alim-lah’, ‘sok suci’, dan berbagai sebutan lainnya. Biar saja, Non. Daripada harus menjadi orang yang sok kafir dan menjadi pembangkang perintah Allah, itu jauh lebih buruk dan hina untuk dilakukan. Cuekkin saja.. Itu biasa, romantika hidup Non... Nggak seru rasanya kalo hidup cuma lurus-lurus aja. Hmm.. coba deh telusuri jln paris, pasti capek deh rasanya.(smua juga tau den). Jadi, kalo pun ada cibiran dan cemoohan dari kawan-kawan kita, anggap aja bumbu dalam kehidupan ini.

Ukhtifillah, berjilbab itu indah. Tapi bukan karena lantas terlihat indah ini kita mau berjilbab. Betapa banyak perempuan berkerudung karena setelah mematut diri di depan cermin, mereka merasa lebih cantik. Jadi ketika berkerudung (apalagi kalo sampe berjilbab) membuat dirinya tidak terlihat cantik, maka orang semacam ini tidak akan mau berjilbab. Banyak sekali ungkapan yang menyatakan enggan berjilbab karena pakaian tersebut hanya akan membuat dirinya terlihat gemuk dan tidak menarik. Meskipun tahu bahwa jilbab adalah perintah Allah, mereka lebih mementingkan apa kata manusia daripada kata-kata atau firman Allah. Semoga kamu bukan tipe perempuan seperti ini.

Berjilbab, mutiara dalam etalase

Pernah ikut pengajian FSRIP kan.., dulu Ustadz Arruman pernah berkata”perempuan berjilbab ibarat mutiara indah dalam etalase. Orang yang lalu-lalang bisa melihat tanpa bisa menyentuh, apalagi menodai. Mutiara ini hanya bisa dibeli dengan harga mahal dan seizin penjualnya. Tak jarang mutiara dalam etalase ini dilengkapi dengan kunci pengaman agar terjaga kemurniannya.
Dan perempuan yang tidak berjilbab. Mereka ini ibarat mutiara yang diobral di kaki lima.(tak ulang biar mantaap”kaki lima mbak”) Semua orang tidak hanya bisa melihat, tapi juga menyentuhnya. Tak jarang tangan-tangan yang menyentuh mutiara tersebut ternyata bernoda sehingga membuat si mutiara tak lagi putih cemerlang. Cacat-cela pun hinggap di permukaannya yang indah. Bila si penjual lengah, bisa jadi ada maling yang menyusup dan mencuri mutiara itu dari tempatnya berada.

Ya, mutiara dalam etalase adalah muslimah berjilbab yang hanya bisa disentuh oleh laki-laki beriman yang berani mengucapkan akad nikah di depan wali dan saksi. Nama Allah sebagai jaminan bahwa laki-laki ini akan menjaga si muslimah hingga kelak dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilanNya. Mutiara ini terjaga kehormatan dan harga dirinya, setara dengan upayanya untuk tunduk pada aturanNya pula.
Dan Mutiara kaki lima, kita semua sudah tahu bagaimana nasibnya. Di antara kedua pilihan ini, muslimah cerdas pastilah tahu harus memilih yang mana. Karena sudah sunatullah bahwa Allah akan memasangkan wanita baik-baik dengan laki-laki yang baik pula, begitu sebaliknya (QS an-Nur: 36). Ini adalah janji Allah. Tapi seorang muslimah salihah bukan tujuan tersebut yang menjadi incarannya. Ridho Allah adalah segalanya di atas semua tujuan. Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Yuk sama-sama nyanyi..Syukuri apa yang ada ...hidup adalah anugrah..yap,Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.

Jadi, mulai sekarang luruskan niatmu bila sebelumnya ada niat lain mengotori keputusanmu untuk berjilbab. Oya, kalo baru sebatas bisa berkerudung, tingkatkan untuk bisa mengenakan kerudung plus jilbabnya (semacam baju kurung yang longgar, lebar dan tebal). Yakin deh, niat-niat duniawi itu umurnya tidak bertahan lama. Betapa banyak muslimah yang berkerudung (termasuk yang mengenakan jilbabnya) karena sekadar ingin agar segera bisa bersuami, setelah nikah menanggalkan kerudungnya, termasuk jilbabnya. Karena tujuannya sudah tercapai, buat apalagi memakai kerudung dan jilbab? Ightifar lagi non..

Namun bila yang menjadi tujuan adalah ridho Allah semata, apa pun halangan dan rintangan yang menghadang karena keputusannya dalam berjilbab, hal itu tak akan menggoyahkannya. Sebaliknya, ia akan semakin tegar dalam mempertahankan identitasnya sebagai muslimah berjilbab. Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Semoga maksud saya dalam tulisan ini sama dengan perkataan Nabi Syu’aib dalam firmanNya Q.S hud ayat 88,yang artinya:”Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama Aku masih berkesanggupan dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku beryawakal dan hanya kepada-Nya-lah Aku kembali.
Jadi para ukhti muslimah, jangan cuma berkerudung aja, tapi tingkatkan levelnya untuk juga berjilbab sampai maut menjemput.Insya Allah, bakalan keren deh.. karena menunjukkan karakter positif seorang perempuan yang punya prinsip. Kamu tak akan pernah diombang-ambingkan oleh tren mode berbusana jahiliyah berkedok modern. Karena tren berjilbab adalah mode busana everlasting yang kata iklan kaos”peka zaman”. Oleh karena itu, tak ada pilihan lain bagi seorang perempuan yang sudah meng-azzamkan diri atau bertekad kuat menjadi seorang muslimah kecuali berbusana sesuai dengan yang ditentukan oleh Islam. So, ayo berjilbab mulai sekarang! jempol deh!!!

Doa yang ringkas makna luar biasa

0 komentar

Banyak dari kita yang tidak mengetahui doa “sapu jagat” kasusnya(eh..kususnya) yang para remaja.. malah banyak dari mereka yang nggak “ngeh” soalnya judul doanya “serem..agak berbau mistik”padahal doa ini doa yang sangat ringkas tapi mengandung makna kebaikan dunia dan akhirat. mungkin banyak dari kita yang belum tahu bahwa do'a sapu jagad (Robbana aatina fid dunya hasanah ...) atau doa kebaikan dunia dan akhirat yang sering diajarkan di TPA di kampung-kampung.doa ini ternyata mengandung makna yang luar biasa,bayangkan didunia mendapat kebaikan dan diakhirat juga mendapat kebaikan,pasti inilah yang diinginkan setiap orang. Sampai-sampai dijelaskan bahwa do'a sapu jagad ini juga adalah do'a untuk mendapatkan wanita sholihah yang setiap orang menginginkannya. mari kita renungkan baik-baik dalam artikel singkat berikut ini. Hanya Allah yang beri petunjuk.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai doa-doa yang singkat padat, dan meninggalkan selain itu.” (HR. Abu Daud no. 1482, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Hadits ini menunjukkan beberapa hal:

1. Dianjurkannya do’a dengan lafadz yang ringkas namun mengandung banyak makna kebaikan.
2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diberi keistimewaan dengan jawami’ul kalim, yaitu diberikan kalimat-kalimat yang ringkas ketika diucap namun mengandung banyak makna dalam hukum dan ilmu.
3. Kalimat yang paling baik adalah kalimat yang sedikit (ringkas), namun syarat makna. Oleh karena itu, sangat dianjurkan seseorang menggapai maksud dari pembicaraan dengan kalimat yang mudah, namun sarat makna.

Di antara do’a ringkas, namun penuh makna adalah do'a sapu jagad(kebaikan dunia dan akhirat):
“Allahumma (Robbana) aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar.”

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan,
“Doa yang lebih sering diucapkan Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam adalah Allahumma aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar (Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari adzab Neraka).” (HR. Bukhari no. 4522 dan Muslim no. 2690)

Muslim menambahkan,
“Jika Anas ingin menyeru dengan suatu seruan, beliau membaca do’a ini dan jika beliau ingin berdo’a dengan suatu do’a, beliau pun membaca do’a ini.”

Beberapa pelajaran dalam hadits ini:

1. Dianjurkan untuk merutinkan do’a ini karena lafadznya begitu ringkas, namun mengandung permintaan kebaikan dunia dan akhirat.
2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam paling sering membaca do’a ini karena do’anya sungguh penuh makna yaitu mencakup tiga hal: [1] meminta kenikmatan di dunia, [2] meminta kenikmatan di akhirat, serta [3] agar terbebas dari api neraka. Semoga Allah menganugerahkan kita tiga hal ini.
3. Permintaan kebaikan di dunia yang dimaksudkan dalam do’a ini mencakup nikmat sehat, rumah yang lapang, istri yang penuh dengan kebaikan, rizki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal sholih, kendaraan yang menyenangkan, pujian yang baik serta kebaikan-kebaikan lainnya dengan berbagai ungkapan dari pakar tafsir. Masya Allah ... luar biasa cakupan do’a sapu jagad ini. Sampai-sampai meminta istri yang sholihah pun sudah tercakup di dalamnya.
4. Adapun kebaikan di akhirat yang diminta dalam do’a ini tentu saja lebih tinggi dari kebaikan di dunia yaitu dimasukkannya ke dalam surga, dibebaskan dari rasa khawatir (takut) dan diberi kemudahan dalam hisab (perhitungan amalan) di akhirat.
5. Adapun permintaan diselamatkan dari siksa neraka mengandung permintaan agar kita dibebaskan dari berbagai sebab yang menjerumuskan ke dalam neraka yaitu dengan dijauhkan dari berbagai perbuatan yang haram dan dosa, dan diberi petunjuk untuk meninggalkan hal-hal syubhat (yang masih samar/abu-abu) dan hal-hal yang haram. –Inilah penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah yang kami sarikan dari kitab tafsirnya ketika menjelaskan surat Al Baqarah ayat 201-.

Do'a Meminta Ketakwaan dan Sifat Qona'ah

Sahabat.. do’a lainnya yang juga ringkas, namun syarat makna yaitu salah satunya do’a yang diangkat oleh Imam An Nawawi (Yahya bin Syarf An Nawawi) dalam kitab beliau Riyadhus Shalihin. Kami pun akan mengutarakan faedah do’a tersebut.

Do’a Meminta Ketakwaan dan Sifat Qona’ah
“Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina.” Artinya: Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a: “Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina”.” (HR. Muslim no. 2721)

Faedah hadits:

Pertama: Yang dimaksud dengan “al huda” adalah petunjuk dalam ilmu dan amal. Yang dimaksud “al ‘afaf” adalah dijauhkan dari yang tidak halal dan menahan diri darinya. Yang dimaksud “al ghina” adalah kaya hati, yaitu hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada harta yang ada di tangan orang lain.

An Nawawi –rahimahullah- mengatakan, “ ’Afaf dan ‘iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. Sedangkan al ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia.” (Syarh Muslim, 17/41)

Kedua: Keutamaan meminta petunjuk ilmu sekaligus amal karena yang dimaksud al huda adalah petunjuk dalam ilmu dan amal.

Ketiga: Keutamaan meminta ketakwaan. Yang dimaksud takwa adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Takwa diambil dari kata “wiqoyah” yang maknanya melindungi, yaitu maksudnya seseorang bisa mendapatkan perlindungan dari siksa neraka hanya dengan menjalankan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan.

Keempat: Keutamaan meminta sifat ‘afaf atau ‘iffah yaitu agar dijauhkan dari hal-hal yang diharamkan semacam zina. Berarti do’a ini mencakup meminta dijauhkan dari pandangan yang haram, dari bersentuhan yang haram, dari zina dengan kemaluan dan segala bentuk zina lainnya. Karena yang namanya zina adalah termasuk perbuatan keji.

Kelima: Keutamaan meminta pada Allah sifat al ghina yaitu dicukupkan oleh Allah dari apa yang ada di sisi manusia dengan selalu qona’ah, selalu merasa cukup ketika Allah memberinya harta sedikit atau pun banyak. Karena ingatlah bahwa kekayaan hakiki adalah hati yang selalu merasa cukup. Bukan seberapa banyak harta kita tapi seluas apa hati kita dalam menerima setiap apa yang di berikan oleh Allah untuk dijadikan ibadah.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Semoga Allah memberi kita kekuatan dan tetap istiqomah dalam merutinkan doa yang telah dicontohkan Rosulullah saw
Ya Allah ...hanya Engkaulah yang aku tuju...hanya ridhomulah yang aku nantikan...
Semoga bermanfaat.

Referensi:
rumayso.com,
Bahjatun Naazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Salim bin ‘Ied Al Hilali, cetakan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H
Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392
Bahjatun Naazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Salim bin ‘Ied Al Hilali, cetakan Dar Ibnul Jauzi, jilid I dan II, cetakan pertama, tahun 1430 H.
Syarh Riyadhish Sholihin, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, jilid IV, cetakan ketiga, tahun 1424 H

Bila Cinta Tak Berbalas

0 komentar

Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya.
waduuuh, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.
Ya drama kehidupan menuju meghligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.
Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bias mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta seandainya memang terasa getir- langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.
Mengambil sikap

Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa' (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.
Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.
Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan : Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.
Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.
Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

Percayai qadla

Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.
Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya. (HR.Bukhari)

Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya'.
Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah . akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya?
Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.

Bersiap untuk cinta dan bahagia

Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti, demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.
Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang berani' menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, berani-beraninya... atau apa yang kurang dari saya.....
Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.
Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih bunga' yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.
Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya. (HR. Muslim)

Bukan Aib

Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk perjuangan' menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang senasib' dan sependeritaan'.
Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.

Kita mungkin takkan Bahagia'

Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.
Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar perceraian'? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan ( al hanaah ) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu'alam bi ash shawab

Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.
Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan.
Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain bukan dengan si dia yang antum idamkan- niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.

Saya tak mungkin berbahagia tanpanya'

ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.
Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.

Cinta membutuhkan waktu

maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam! Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.
Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah

Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna

Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan. Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti . tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan. Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dsb.
Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi yang penting akhwat atau yang penting ikhwan . Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan
Maka doa kita kepada Allah bukanlah, berikanlah padaku pasangan yang sempurna tetapi ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku.

Kekuatan Ruhiyah

Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud

da'wah lalu setiap akhwat mendambakannya.

Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita luar biasa berjodoh dengan yang biasa-biasa'. Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia

Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan jangan ke-ge-er-an' dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.

Beri cinta kesempata (lagi)

..........dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. ( QS. Yusuf[12]:87 )

bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya

cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. love is knocking outside the door.' Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.

jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata (HR. Turmudzi)

Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu. (HR.Ahmad)(diedit dari dudung net)

bukan pria idaman

0 komentar

Siapa sih yang nggak ngarepin kebaikan? Kita yakin banget bahwa setiap orang pengen dapetin kebaikan. BTW, nggak ada salahnya juga kalo ngarepin kebaikan dalam urusan pendamping hidup. Namanya juga pendamping hidup, berarti harapannya, selama kita hidup ya si dia menjadi pendamping kita. Begitu pun sebaliknya.
Jangan sampe deh kita salah dalam memilih pendamping hidup untuk memani dalam perjalanan mencari ridhoNya,emang sih pilih pendamping itu gak gampang, nggak semudah milih baju.. klo dah bosen “ganti”ini urusannya Suami Non..untuk dunia dan akhirat masak maen ganti aja…

Oya, buat kamu yang masih SMA (apalagi SMP), tolong jangan merasa kalo bahasan kita kali ini tuh dewasa banget. Jangan ya. Soalnya, kalo kamu udah baligh kan disebut dewasa juga. Itu sebabnya, insya Allah masih cocok. Cuma mungkin perlu dengan catatan tambahan, bahwa kalo sampe mikirin nikah sementara masih berseragam putih-biru dan putih-abu, jangan dulu deh. Oke? Jadiin aja tulisan ini sebagai info penting buat ke depannya.

Yup, pembelajaran seperti ini insya Allah penting banget. Sebab, kita juga ngeri dengan perkembangan temen-teman yang kayaknya udah “siaga satu” dalam kasus pergaulan bebas (termasuk seks bebas di dalamnya). Bahaya banget gitu lho. Jadi intinya, daripada anak-anak SMP or SMA dijejali dengan gaya hidup awut-awutan, yang akhirnya membuat kita salah asuh dan salah arah, mendingan kita kenalan model pergaulan dalam Islam, khususnya dalam membentuk prinsip mencari pendamping hidup. Bukan mencari teman kencan saat pacaran. Tul nggak?

Manusia idaman sejati adalah makhluk langka. Begitu banyak ujian dan rintangan untuk menjadi seorang idaman sejati. Kebalikannya, yang bukan idaman malah tersebar ke mana-mana. (teng tlecek..)So,kita harus hati-hati pilih calon pendamping hidup,nggak kayak kucing garong asal ada pepesan maen sikat maen embat..jangan ya...
Trus Siapakah pria yang pantas menjadi idaman dan tambatan hati? Apa saja ciri-ciri mereka? Ya...yang rajin dmasjid..salat jamaah .patuh ma orang tua deel el..hmm.pokoke solehlah, udah gitu gantengnya gak ketulungan,dah punya penghasilan ndiri,kaya..pake raya lagi,trus dah gitu anak tunggal,wu siapa yang gak mau tu...
Sahabat..tapi yang perlu dicatet semua orang pasti punya kelemahan dan punya kekurangan.pokoke yang penting agama sing nomer siji trus dia juga mau sama kita hi..hi..
kalau nggak mau kan..berarti cintanya bertepuk sebelah tangan (pupus-dewa)jadinya..
Btw dibawah ini kriteria bukan pria idaman, biar akhwat-akhwat nggak asal pilih,yah minimal bisa dapet yang menekati lah..

Ciri Pertama: Akidahnya Amburadul
Maaf ya..rada serius dikit pembahasannya .ok..lanjuuut...
Di antara ciri pria semacam ini adalah pria yang punya prinsip” jika cinta ditolak, maka dukun pun bertindak”. Jika sukses dan lancar dalam bisnis, menggunakan jimat-jimat. Ingain buka usaha pun ia memakai pelarisan.klo sms suka ketik “primbon”,”trus djawab deh ma kijoko blo,on”kamu tidak cocok dilaut”emang ikan apa?(bener-bener blo,on nih orang) Jika berencana nikah,pake ngitung hari(dah da tanggalan den..). Percaya ramalan bintang agar hidup semakin lancar dan semakin PD dalam melangkah.Inilah ciri pria yang nggak pantas dijadikan idaman. Akidah yang dimiliki sudah jelas rusak bin mawut...
Ibnul Qayyim mengatakan, “Barangsiapa yang hendak meninggikan bangunannya, maka hendaklah dia mengokohkan pondasinya dan memberikan perhatian penuh terhadapnya. Sesungguhnya kadar tinggi bangunan yang bisa dia bangun adalah sebanding dengan kekuatan pondasi yang dia buat. Amalan manusia adalah ibarat bangunan dan pondasinya adalah iman.” (Al Fawaid)
Berarti aqidah dan iman seseorang itu penting girs...ibarat bangunan iman adalah pondasi jika pondasinya rusak pasti bangunan diatas akan kokoh(kentir nek mikir ngono)ya rusaklah..

Ciri Kedua: Menyia-nyiakan Shalat
Seseorang yang beriman pastilah slalu menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya yaitu pertama selalu menjaga salat berjamaah dimasjid,nggak shalat jama'ah di masjid termasuk ciri pria bukan idaman. karena shalat jama'ah bagi pria adalah suatu kewajiban
Imam Asy Syafi'i sendiri mengatakan, “Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.” (Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 107)lebih lengkapnya(baca buletin edisi 20)
Seorang ulama besar, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dalam kitabnya Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 7, mengatakan, ”Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”lho..gedhe banget kan dosanya..
Jika pria yang salat sendirian aja bukan termasuk pria idaman apalagi yang tidak salat?
‘Padahal dimasjid dan musolla yang ada bapak-bapak,masak kita suruh ngrebut suami orang” sekarang pria idaman emang langka kok mbak..kata pak ustadz”sesuau yang special ya.harus dengan usaha yang special juga.sekarang tinggal kita pilih yang mana yang soleh apa yang cakep,orang bijak pasti pilih kabeh..

Ciri Ketiga: Sering Melotot Sana Sini

Inilah ciri berikutnya, yaitu pria yang matanya hijau ketika melihat wanita.saat ada wanita punya usul,memanfaatkan momen ini untuk memandangnya sampe berbusa,kesempatan katanya. Inilah ciri bukan pria idaman. Karena Allah Ta'ala berfirman,
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".” (QS. An Nur: 30)
Hm.bisa kita bayangkan jika besok udah keluarga klo siPria masih melihara kebiasaan melototin akhwat, bisa berabe. Klo kita nih bisanya ngomongnya Astaghfirullah..tapi matanya tetep tepat sasaran “ah.. mubadhir(emang makanan).tapi mo gimana ya..habis Akhwatnya juga ngejual,ibarat nih “kucing di kasih ikan”kucing mana yang nggak mau, bingung juga kan..masak kita harus merem.(asal nggak merem-melek he..hee)

Ciri Keempat: Senangnya Berdua-duaan

Inilah sikap pria yang tidak baik yang sering mengajak pasangannya yang belum halal baginya untuk berdua-duaan (baca: pacaran mboten ah..). Berdua-duaan (kholwat) di sini bisa pula bentuknya tanpa hadir dalam satu tempat, namun lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via FB dan lainnya. Seperti ini pun termasuk semi kholwat yang juga terlarang.karena ini juga jalan menuju zina dan udah banyak kan.. kasus yang mengerikan karena salah dalam penggunaan media elktronik.
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,ٍ
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)

Ciri Kelima: Tangan Suka Usil

Ini juga bukan ciri pria idaman. Tangannya suka usil,klo ada wanita gayane sok alim”ngejak salaman” padahal bukan mahromnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun ketika berdakwah tidak pernah menyentuh seorang wanita.
Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, ”Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)

Ciri Keenam: Tanpa Arah yang Jelas

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Seseorang dianggap telah berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Muslim no. 996)
Berarti kriteria pria idaman adalah ia bertanggungjawab terhadap istrinya dalam hal nafkah.Sehingga seorang pria harus memiliki jalan hidup yang jelas dan tidak boleh ia hidup tanpa arah yang sampai menyia-nyiakan tanggungannya. Sejak dini atau pun sejak muda, ia sudah memikirkan bagaimana kelak ia bisa menafkahi istri dan anak-anaknya. Di antara bentuk persiapannya adalah dengan belajar yang giat sehingga kelak bisa dapat kerja yang mapan atau bisa berwirausaha mandiri.
Begitu pula hendaknya ia tidak melupakan istrinya untuk diajari agama. Karena untuk urusan dunia mesti kita urus, apalagi yang sangkut pautnya dengan agama yang merupakan kebutuhan ketika menjalani hidup di dunia dan akhirat. Sehingga sejak dini pun, seorang pria sudah mulai membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup untuk dapat mendidik istri dan keluarganya.
Sehingga dari sini, seorang pria yang kurang memperhatikan agama dan urusan menafkahi istrinya patut dijauhi karena ia sebenarnya bukan pria idaman yang baik.



Jika si dia melamarmu...

Maaf, maaf, jangan keburu kepikiran pembahasan ini khusus dewasa. Ya, mungkin ini lebih baik, daripada ditulis: “jika si dia memacarimu...”. Tul nggak? Justru kita harus membiasakan pemahaman bahwa hubungan akrab pranikah itu salah. Sementara hubungan yang sah untuk saling mencurahkan kasih-sayang dan perhatian antara ikhwan-akhwat, tentunya lewat pernikahan. Ini yang harus terus dikampanyekan. Itu sebabnya saya lebih memilih diksi alias pilihan kata, “melamarmu”. Setuju kan? Awas kalo nggak setuju (idih, ngancem!)

Ketika kamu sudah siap untuk nikah dan ada ikhwan yang melamar, siapapun orang yang dateng, walaupun anak pejabat kelurahan, jangan langsung memutuskan mau apa tidak,minta petunjuk kepada Allah adalah solusinya yaitu dengan salat istikharah,
Tapi urusan fisik en materi, kayaknya nggak zamannya lagi dipermasalahkan (yang harus dilobi tuh ortu, coz siapa sih ortu yang rela anaknya hidup miskin. Kedengeran matre sih, tapi sebenernya ortu bersikap kayak gitu, aku yakin alasan mendasarnya bukan karena matre, mereka cuma pengen anaknya hidup bahagia. Ciee.. sok bijaksana gini nih).

Eh, kalo ada ikhwan yang gagah, keren, pinter, tsaqafah Islamnya juga tinggi, anak orang kaya, rajin berdakwah, sholeh, keimanannya mantep (wuih, ada nggak sih se-perfect ini di dunia nyata?), teruskamu ngarepin jadi pendamping hidupnya nggak?
“semua pasti bilang ”Ingin banget” tapi semua keputusan akhir, Allah yang nentuin, kita mungkin cuma bisa usaha,”

Tapi, gimana kalo setelah sekian lama menanti ikhwan idaman hati, eh, yang dateng tuh ikhwannya dengan kriteria: wajah pas-pasan, miskin, ilmu agamanya biasa aja, hanya rajin sholat dan dakwah. Gimana tuh?
“nek orangnya terbuka, bijak, dewasa, dan tanggung jawab,jika itu adalah Arjuna yang Allah kirim buat kamu, yo nggak apa-apa. Mungkin Kekayaan baginya adalah adalah kaya hati,bukan sebanyak apa harta yang kita miliki tapi seluas apa hati kita menerima dan mensyukuri setiap apa-apa yang di berikan Allah untuk ibadah

Ukhti-Ukhti yang semoga dicintai Allah.., kesimpulan bahwa umumnya para akhwat mencari ikhwan idaman itu yang imannya mantep, sholeh, pengertian, perhatian, dan punya jiwa pengemban dakwah. Wuih, sederhana dan sangat wajar. Semoga ini menjadi pegangan dan ukuran kita semua. Karena, yang namanya keimanan (akidah) tuh kriteria number one dalam prioritas pilihan kita untuk mencari pendamping hidup. Ingat ini harga toko”Nggak bisa ditawar lagi.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa sebagai petunjuk bagi para wanita muslimah yang ingin memilih laki-laki yang pas untuk dirinya. Dan juga bisa menjadi koreksi untuk dirinya,dan satu lagi yang perlu di catet” wanita-wanita solekhah hanya untuk laki-laki soleh begitupun sebaliknya,dan wanita-wanita keji hanya untuk laki-laki keji begitupun sebaliknya(baca terjemah surat An-nur ayat 26)

Semoga tulisan ini sama dengan perkataan Nabi Syu’aib dalam Firman Allah surat hud Ayat 88 yang Artinya:”Aku tidak bermaksud kecuali(mendatangkan )perbaikan selama Aku masih berkesanggupan dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan)Allah.hanya kepadaAllah aku bertawakkal dan hanya kepadaNya lah aku kembali.(fery sumanto)

Ketika cinta menggoda

0 komentar

Perjalanan cinta emang tak harus sampai kepuncak,kalau terpaksa berhenti untuk mengobati luka dihati dan memperbaiki keadaan serta mempersiapkan perjalanan selanjutnya,tetap semangat dan tegar..meskipun harus mengganti teman perjalanan yang setia membantu dikala melewati jalan yang berliku dan terjal,perih memang dirasa..tapi apa daya..karna dia memilih jalan yang berbeda dan memilih teman yang terbaik yang telah ia pilih untuk menemani perjalanan menuju cinta yang abadi yaitu cinta kepada Allah Azzawajalla.

Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakang kita. Suatu saat tiba-tiba.. kita baru sadar, cinta menyergap kita tanpa peringatan.. Yap, tanpa disadari, tanpa pengumuman... Andai aja rasa itu pake izin ato pengumuman, pasti kan kusiasati ato bahkan kuusir ato kucancel... Lha ini, datang aza tanpa permisi, gimana mau ngusir??? Sahabat.., sekarang aku serasa didatangi tamu tak diundang (bukan jalangkung lo..)di saat sikon yang gak tepat... aku gila karena rasa... Mau ngusir kaga tega, mau dikasih minum kaga rela... Kalo bisa juga, q usir tuw rasa... semakin besar usaha untuk menyangkal rasa itu, semakin kuat pula rasa itu naplok di hati... "Meski bibirku terus berkata TIDAK...tapi Mataku trus pancarkan sinarnyaaaa..."

Seandainya waktunya tepat, mungkin aku akan menikmati rasa ini (dalam batasan yang wajar menurut Sya’ri tentunya), maksudnya aku bakalan tenang menjalani hari sebagai pemimpin keluarga tanpa beban apapun, tapi mo gimana sikonnya belum tepat ibarat mau belok kanan ada gajah, mau belok kiri ada dinosaurus, mau balik ke belakang ada beruang, mau terus lurus ternyata mentok... Huft! Poseng..

Cinta adalah anugrah maka kita harus bersyukur,karena kita tau hidup tanpa cinta adalah perjuangan yang sia-sia,bayangkan bila tak ada cinta dihati kita, pastilah yang ada hanyalah keinginan untuk memiliki tanpa ada rasa untuk menjaga,hanya ingin memuaskan nafsu thok..!jatuh nggak tuh..


Ya Allah..Inikah nafsu,
Atau cinta yang mengharap ridhaMu?
Inikah rindu,Atau setan yang mempermainkan hatiku?
Akankah ia kuncup yang akan merekah indah,
Atau Bunga yang mekar kemudian tandus dengan sia?
Inikah jalanku meniti surga, Atau
Langkah pelanku menyusuri jalan menuju neraka hina?
Inikah...Hal yang EngKau ridhai,
Atau Engkau murkai?
Beri tahu aku ya Allah..Beri tahu aku...
Aku tak bisa berbuat semauku,
Tanpa petunjuk dariMu...
Jikalau ini memang salah dan Engkau ingin kumeninggalkannya,
Huff...

Bismillah...DemiMu Yaa Allah,
Daripada kukehilangan cintaMu,
Daripada Engau tinggalkanku,
Daripada Rasulullah tak sudi menganggapku,
Lebih baik kutinggalkan dia,
Walaupun dengan begitu amat sakit yang kurasa...
Hhiks, huaaaaaaaaaaaaa...
Beritahu aku ya..Allah..
Beritahu Aku...

Nantikanku Di Batas Waktu by: edCoustic
--------------------------------------------------------
"Di Kedalaman Hatiku
Tersembunyi Harapan Yang Suci
Tak Perlu Engkau Menyangsikan

Lewat Kesalihanmu
Yang Terukir Menghiasi Dirimu
Tak Perlu Dengan Kata-kata

Sungguh Walau ku Kelu
Tuk Mengungkapkan Perasaanku
Namun Penantianmu Pada Diriku
Jangan Salahkan

Kalau Memang Kau Pilihkan aku
Tunggu Sampai aku Datang
Nanti kubawa kau Pergi
Ke Syurga AbaDi

Kini Belumlah Saatnya
aku Membalas Cintamu
Nantikanku Di Batas Waktu"
--------------------------------------------------------------
Hmm..perasaan jatuh cinta memang sukar dijelaskan dan ditebak, karena penuh dengan gejolak. Semua saran dan nasihat ditolak, bahkan nalar pun bisa terdepak oleh perasaan mabuk kepayang yang membikin rasa melayang-layang. Itulah dahsyatnya perasaan yang satu ini. Gedubrak !!!

Apakah karena itu kita tak boleh mencintai dan dicintai? Uups...tentu saja boleh, karena cinta adalah pemberian Allah SWT. Mencintai dan dicintai adalah karunia, sekaligus panggilan hidup kita. Tak pernah merasakan jatuh cinta bukanlah manusia, karena manusia pasti merasakan cinta [QS Al Imran:14] Bahkan, cinta merupakan ruh kehidupan dan pilar untuk kelestarian ummat manusia.

Islam juga “ngeh” sama yang namanya cinta kok, bahkan Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun, bukan dalam komoditas rendah dan murah lho. Artinya, tingkatan mencintai sesuatu itu ada batasnya. Jika cinta itu malah membawanya kepada perbuatan yang melanggar syariat, nah..itu yang gak boleh.

Hmm...cinta itu katanya jelmaan perasaan jiwa dan gejolak hati seseorang, wuis... Nah, dalam Islam kalau kita merujuk QS: At Taubah 24, maka cinta dapat dibagi dalam 3 tingkatan, yaitu:

1. Cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya
2. Cinta kepada orangtua, istri, kerabat dan seterusnya
3. Cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak istri melebihi cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.(baca Akibat terlalu cinta dunia)

Lalu gimana dong, kalau cinta itu datang, menghampiri dan menggoda di luar pernikahan? Nah lho, puyeng deh kalo gini! Padahal cinta itu kan timbul memang dari sononya, muncul dari segi zat atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Normal aja kan, jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah, masa' sih dibilang jelek!

Menurut Imam Ibnu al-Jauzi, "Kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela serta tak perlu dibuang. Namun, cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela."

Waduh...gimana dong, lagi jatuh cinta nih! Problem...problem... mana kerjaan belon ada, masih numpang ama orangtua, wah...nih cinta kok gak pengertian ya!

Kalem dong, jangan blingsatan begitu. Emangnya jatuh cinta masalah kamu aja, ya...gak lagi! Nabi Yusuf a.s. aja pernah jatuh cinta lho, bahkan kepada seseorang wanita yang telah menjadi istri seseorang. Eits...protes deh! Iya deh, kalau bukan cinta, paling gak, tertarik dan terpesona, boleh kan?

Buka deh surat Yusuf, romantika kisah beliau diceritakan dengan tuntas, awal, proses, konflik hingga klimaks dan ending-nya. Nah lho...Nabi aja bisa punya 'konflik' seperti itu, apalagi kita, iya kan? Romantika cinta beliau bukan kacangan, atau pepesan kosong, namun apa yang dialami beliau bisa menjadi pelajaran buat kita bagaimana kalau cinta itu demen banget menggoda kita. Beliau sadar, dan mengerti betul bahwa itu terlarang, meski ada gejolak di hatinya [QS Yusuf: 24]

Namun... Kondisi di atas itu gak terjadi begitu aja lho, karena sebelumnya Nabi Yusuf a.s. pun telah berusaha untuk menolaknya saat wanita itu terus merayunya. Eh...nabi Yusuf pun dikejarnya, dan yang dikejar malah lari terbirit-birit, wuus...

Lantas apa dong pelajaran yang bisa kita ambil, saat cinta itu menggoda kita? Pelajarannya adalah:

1. Setiap orang memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, perasaan ini manusiawi, fitrah sekaligus anugerah.
2. Namun, gejolak itu harus diatur lho, kalau gak maka kita akan terperosok ke jurang kenistaan, karena diperbudak gejolak jiwanya. Lantas jadi merana deh, angan-angan melulu. Innan nafsa la ammaaratun bis-suu, sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak kepada kejahatan kecuali nafsu-nafsu yang diberi rahmat oleh Allah [QS Yusuf:53].
3. Kalau kita jatuh cinta pada lawan jenis, dan mengharapkan terbalaskan cintanya, maka saat itu ada sebagian dari akal dan logika yang hilang. Sekian banyak pertimbangan akal sehat yang dipunyai jadi ngadat, gak jalan! Gak percaya? Kata yang udah nikah nih..”Coba deh, ntar kalau kamu tambah dewasa, udah nikah, mungkin mikir, "Kok, dulu begitu ya?", "Kok, dulu gak mikir ya?", dan "kok-kok" yang lain.
4. Dulu waktu ngejar-ngejar, wah...dimana-mana hanya terpampang wajah dia seorang, kekasih hati. Tidur gak nyenyak, makan pun terasa gak enak, bukan karena banyak nyamuk atau lauknya gak enak, dunia ini pun hanya untuk berdua, yang lain ngontrak, ck...ck...ck... Kalau gak ketemu, rasanya gimana gichuu. Dikejar setengah mati deh, pokoke mesti dapet! Tapi begitu udah dapat, lalu masuk dunia rumah tangga, gejolak itu bisa berganti dengan rutinitas dan bisa bosan. Itulah sifat manusia, karena itu bila mencintai seseorang, cintailah sewajarnya, siapa tahu ntar kamu benci padanya. Begitu juga sebaliknya, kalau benci, bencinya yang wajar aja deh, siapa tahu ntar malah jatuh cinta :)
5. Ingat lho, gak semua yang kita inginkan itu harus terpenuhi, kalau gak mau dibilang egois. Tidak semua cita-cita itu harus terkabul, dan tidak pula semua gejolak harus dituruti. Di dunia ini ada banyak pilihan, kalau gak dapat yang satu, pilihan lain masih banyak kan? Siapa tahu malah lebih baik. Makanya buka mata lebar-lebar, masa' sih cuma ada dia aja di dunia ini, emang yang lain kemana,kelaut..?
6. Tidak semua yang kita anggap baik itu baik, dan tidak semua yang dianggap indah itu indah. Segala sesuatu itu pasti ada cacat dan cela-nya. Saat jatuh cinta sih, wuah...indah buanget, tiada cacat dan cela. Padahal bisa aja kan, cacat dan cela itu jauh lebih banyak dari baik dan indahnya.
7. Akhirnya, kalau kamu udah sampai pada puncak cinta, yaitu pernikahan, ingat deh kalo puncak masalah pernikahan itu bukanlah pada siapa yang akan jadi pasangan kita, tapi gimana agar kita bisa survive di dalamnya, siapapun pasangan kita.

Semoga tulisan dibawah ini membantu akhi wa ukhti, jangan lupakan Allah SWT kalau antum jatuh cinta ya.(tentunya saya juga) Jatuh cinta-lah karena Allah SWT, mencintai dan dicintai hanya karena akan mengingatkan kita akan kebesaranNya.cinta yang nantinya akan jadi penolong,dihari yang tidak ada penolong selainNya.cinta yang benar-benar tidak dilandasi nafsu ingin menguasai dan memiliki karena semua dilakukan atas dasar iklas karena Allah.
Wallahu a`lam bis-shawab.

------------------------------------------------

BILA AKU JATUH CINTA

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Amiin.(fery sumanto)

Cintakahkah kita kepada keluarga

0 komentar

Pembaca yang budiman.. mungkin kita sudah mengetahui berita tentang anak umur 4 tahunan yang udah lihai merokok dan terbiasa bicara cabul. Aduh, pas tahu ada berita ini, saya sedih banget,..apalagi orang tuanya merasa nggak bersalah dan tak bisa berbuat apa-apa dengan alasan takut ngamuk-ngamuk.nangis lagi ..deh saya.
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya,mungkin pepatah ini tepat ditujukan pada mereka orang tua yang selalu mencontohkan dan giat menyebarkan virus dari rokok,kebiasaan tentang perilaku orang tua yang pastinya secara tidak sadar pasti akan dicontoh oleh anak-anaknya. Baik akhlak orang tuanya, insya Allah baik akhlak anaknya. Buruk orang tuanya, buruk pula anaknya. Kita memang harus hati-hati memberikan contoh perilaku kepada anak kecil. Memang tidak murni sepenuhnya salah kita.karena lingkungan di sekitar kehidupan anak kita juga akan turut mempengaruhi.
disadari atau tidak disadari tingkah laku dan kebiasaan kita para orang tua, sebenarnya menjadi cerminan bagi anak-anak di rumah. Memang benar ada karakter yang diwariskan secara genetis kepada anak-anak, seperti yang diuraikan berbab-bab oleh para ahli biologi. Tetapi sebenarnya jauh lebih banyak karakter yang diperoleh anak-anak dari hasil didikan kita.
Anak-anak belajar dari orang tua mereka dengan cara mendengarkan, mengamati dan memikirkan tingkah laku orang tua. Ayah dan ibunya mengajak anak-anak untuk sholat, akan direkamnya, kebiasaan ibunya membuatkan secangkir kopi bagi ayahnya, kebiasaan ayahnya berpamitan kepada ibunya saat berangkat ke tempat kerja, kebiasaan mereka berdua mencurahkan kasih sayang pada mereka, anak-anaknya, menjadi pelajaran-pelajaran yang lebih berkesan ketimbang duduk mendengarkan ceramah berjam-jam. Bahkan kebiasaan ‘sepele’ seperti jam berapa menyalakan televisi dan acara apa yang biasa kita saksikan, seluruhnya terekam baik dalam ingatan anak.oleh karena itu mari kita jadikan Keluarga adalah pendidikan bagi anak-anak kita,jikalau kita ingin anak-anak kita menjadi anak yang pintar,dan sholeh/sholekhah mari kita buktikan dengan memberi contoh dari yang hal yang kecil yang bermanfaat, mendidik dan menjaganya
sebagai bukti kita sayang dan cinta kepada keluarga salah satunya meninggalkan merokok,karena merokok selain haram/mencontohkan perbuatan yang tidak bermanfaat juga akan menggangu kesehatan keluarga kita.
Mungkin kita sering baca tulisan dalam kemasan rokok“MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER,SERANGAN JANTUNG,IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”kita semua tau bahayanya merokok dan jelas haram,ibarat.. kita bunuh diri dengan pelan-pelan dan dampak dari semburan asap anda pastilah lebih berbahaya bagi kesehatan anak-anak dan keluarga,bagaimana anak-anak kita mau pintar lawong masih kecil aja sudah kita infus dengan udara yang bercampur nikotin,malahan yang terjadi mereka akan menderita sesak nafas bahkan bisa jadi paru-paru mereka pada bolong-bolong,kalau sudah begitu bagaimana bisa mikir jernih yang ada generasi bangsa ini...bisa anda bayangkan sendiri.

Kandungan Berbahaya Dalam Rokok (Fakta)

Sebenarnya kita semua sudah tau haramnya dan isi racunnyadalam rokok ,tapi yang saya tidak habis terfikir banyak dari pegawai rumah sakit,pegawai pemerintahan dan bahkan para aktivis masjid takmir atau ustadz malah rajin dan setia untuk selalu mencontohkan menghisap rokok bahkan yang lebih parah mereka berdalil bahwa merokok itu tidak apa-apa(hanya makruh).
Apakah mereka tidak menghitungnya berapa orang yang telah mencontoh perbuatan dan perkataannya?padahal mereka juga mengetahui bahwa MUI telah menegaskan bahwa”merokok itu haram”dan mereka juga mengetahui bahwa racun dari setiap batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4 000 bahan kimia beracun yang membahayakan dan bisa jadi membawa maut. Dengan ini setiap hisapan itu menyerupai satu hisapan maut. Di antara kandungan asap rokok termasuklah bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di "kamar gas maut" bagi narapidana yang menjalani hukuman mati, dan banyak lagi. Bagaimanapun, racun paling penting adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida.

Tar mengandungi sekurang-kurangnya 43 bahan kimia yang diketahui menjadi penyebab kanker . Bahan seperti benzopyrene iaitu sejenis policyclic aromatic hydrocarbon (PAH) telah lama disahkan sebagai agen yang memulakan proses kejadian kanker.

Nikotin, seperti najis dadah heroin, amfetamin dan kokain, bersifat menyerang di dalam otak dan mempunyai dampak pada sistem mesolimbik yang menjadikan kecanduan. Sindrom ketagihan terhadap nikotin yang ditunjukkan dengan gejala gian, tolerans dan tarikan, adalah mungkin lebih hebat berbanding najis dadah. Malah daripada kajian saintifiknya nikotin itu juga sejenis najis dadah, sepertimana yang telah diiktiraf oleh dunia perubatan. Seseorang yang kehabisan rokok kadangkala berkelakuan seperti mengalami gangguan akal dan dalam keadaan yang amat tertekan sekali. Oleh itu terlalu sukar untuk sesiapa yang telah terjerat dengan ketagihan merokok, meninggalkan tabiat itu untuk selamanya, kecuali dengan ikhtiar yang serius dan kehendak Allah SWT.

Nikotin turut menjadi pendukung utama risiko serangan penyakit jantung dan strok. Hampir satu perempat orang yang terkena jantung adalah hasil dari kebiasaan merokok.

Karbon Monoksida pula adalah gas beracun yang biasanya dikeluarkan oleh ekzos kenderaan. Gas ini bisa menyebabkan maut apabila karbon monoksida di dalam tubuh melebihi 60%.

Apabila racun rokok itu memasuki tubuh manusia ataupun hewan, racun itu akan membawa kerusakkan pada setiap organ disepanjang yang dilaluinya, yiaitu bermula dari hidung, mulut, tenggorokan, saluran pernafasan, paru-paru, saluran penghazaman, saluran darah, jantung, organ pembiakan, sehinggalah ke saluran kencing dan pundi kencing, higga apabila sebahagian dari racun-racun itu dikeluarkan dari badan.


Akibat Asap Rokok Kepada Si Perokok Dan Orang Disekeliling

Si perokok bukan hanya perlu bertanggungjawab pada diri sendiri tetapi turut bertanggung jawab pada orang disekeliling akibat dari bahaya asap rokok. Asap rokok yang dihirup oleh perokok atau mereka yang berada di sekelilingnya, akan memasuki rongga mulut dan hidung melalui kerongkong ke paru-paru. Kandungan asap rokok akan menyebabkan kerusakan di sepanjang perjalanan di ruang ini. bisa menyebabkan berbagai penyakit di mulut, kerongkong, paru-paru dan darah . Asap akan melalui saluran pernafasan ke dalam paru-paru dan merusakkan saluran bronkus, menyebabkan bronkitis, penyakit di bahagian paru paru. dan juga akan merusakkan pundi udara dalam paru-paru (alveoli) dan menyebabkan penyakit emfisima.
Asap rokok yang dihirup juga akan melalui saluran pencernaan, yang bisa menyebabkan barbagai penyakit di bahagian esofagus, perut dan pankreas.
Racun dalam asap rokok yang larut air akan memasuki sistem saluran darah dan dibawa ke seluruh badan. Bahan nikotin, bukan saja memberi sifat ketagihan, malah menyebabkan saluran darah arteri menjadi sempit. Ia juga merosakkan dinding arteri dan akan memudaratkan organ berkaitan.
Akibatnya dalam jangka panjang, akan menyebabkan simptom kebas pada kaki, jari, migrain, sakit kepala, pedih ulu hati, kekejangan otot kaki, serangan penyakit jantung dan sebagainya.
Racun rokok akhirnya disaring dalam buah pinggang dan dihapuskan dari badan melalui air kencing. Dalam proses ini pula, racun dari hasil penguraian kimia asap rokok yang turut merusakkan buah pinggang. Racun dalam air kencing juga menyebabkan kerusakan pundi kencing.

Racun akibat merokok juga mempunyai akibat tidak berfunsiobat-obatan. Secara umum diketahui merokok dapat memperlambat fungsi beberapa kumpulan enzim di hati dan kadang dapat mempercepatkan efek samping sesuatu obat itu.

Akibat Asap Rokok Terhadap Isteri dan keluarga Perokok Adalah :
- Melahirkan bayi yang kurang berat badan
- Melahirkan bayi yang tidak cukup bulan
- Mengurangkan kesuburan dan putus haid awal
- Lebih mudah lelah
- Mendapat jangkitan paru-paru
- Pertumbuhan paru-paru anak-anak terganggu
- Mudah menjadi perokok apabila dewasa kelak


4 cara mudah untuk berhenti merokok.

1. Selalu Berpuasa.
Amalan berpuasa dari pandangan islam ialah untuk mengawal nafsu dari melakukan maksiat. Apabila berpuasa, kita tidak dapat merokok sekurang-kurangnya 13 jam iaitu dari subuh hingga ke waktu maghrib. jikalau masih berpelung untuk merokok pada waktu malam membuat jadwal setiap hari harus mengurangi merokok dan pastikan paling lama satu bulan kedepan sudah tidak merokok.sambil tatap puasa sunah tentunya,karena jika kita selalu berpuasa, kita tidak hanya dapat menghentikan tabiat merokok tetapi kita juga dapat beribadah ke jalan Allah.

2. gunakan uang untuk yang ber manfaat
.Gunakan uang yang digunakan untuk membeli rokok itu untuk tambahan tabungan.Bayangkan.. bila sehari menghabiskan rokok( menurut survey) minimal satu bungkus atau seharga Rp 9000,-bisa kita hitung bahwa sebulan kita membuang uang Rp 9000,-X 30 hari yaitu Rp270.000,- padahal uang begitu banyaknya bisa untuk menutupi tagihan-tagihan tiap bulannya(tentunya bagi yang punya tagihan) atau untuk investasi di akhirat yaitu dengan disedekahkan atau menyantuni anak yatim danmembantu orang yang kurang mampu Tentu lumayan pahala yang bakal diperolehi nanti.

3. menjadi contoh untuk keluarga.
Seperti juga orang tua kita, tentu kita tidak ingin anak-anak kita merokok bila mereka dewasa kelak. Untuk itu kita haruslah menjadi contoh yang positif kepada mereka. Dengan selalu tidak akan merokok di hadapan anak dan keluarga, terutama anak yang masih balita bisa kita bayangkan betapa bahayanya akibat dari racun rokok apalagi terhadap anak balita bisa jadi mengganggu tumbuh kembangnya sikecil,hal seperti ini secara tidak langsung dapat mengurangi bahkan semoga dapat menghentikan kebiasaan kita dalam merokok.

4. Sibukkan diri dengan kerja dan beramal dilingkungan yang bebas asap rokok .

pembaca yang budiman..mari kita buktikan sayang dan cinta kita kepada keluarga dengan “tidak merokok” agar tercipta kelurga yang sehat,linkungan yang seha.dan pastinya akan segera berjejer barisan-barisan generasi yang sehat dan kuat yang selalu setia membela Syari’at islam .

semoga maksud sayai dalam tulisan ini sama dengan perkataan Nabi Syu’aib dalam firmanNya Q.S:Al Huud ayat 88 yang artinya:
“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama Aku masih ber kesanggupan,dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah.Hanya kepada Allah aku beryawakal dan hanya kepadaNya lah aku kembali.(fery sumanto)

bila ikhwan nyari gebetan

0 komentar

anak mgaji nyari gebetan? Gak salah nih? Eit, jangan su’udzon dulu ya. Meski panggilan cowok pengajian, mereka juga kan manusia. Sama seperti cowok laen. Punya rasa punya hati dan nggak punya antivirus merah jambu. Itu artinya, ikhwan juga bisa kepeleset jatuh hati ama pesona lawan jenisnya. Terutama pada kalangan cewek pengajian yang biasa dijuluki akhwat. Soalnya mereka kan beraktivitas pada dunia yang sama. Dunia dakwah gitu, lho. Wajar dongs!

Bedanya ama cowok laen, cowok pengajian mungkin lebih punya pertimbangan mateng untuk jatuh cintrong. Ciiee, sori bukan narsis lho. So, nyari gebetan di sini bukan berarti nyari gandengan yang bisa diajak kencan atau jalan berduaan. Tapi untuk diajak serius melabuhkan cintanya di jalan yang halal. Loving you, Merit yuk? Enak..enak..enak..!

Oya, buat kamu yang masih SMA (apalagi SMP), tolong jangan merasa kalo bahasan kita kali ini tuh dewasa banget. Jangan ya. Soalnya, kalo kamu udah baligh kan disebut dewasa juga. Itu sebabnya, insya Allah masih cocok. Cuma mungkin perlu dengan catatan tambahan, bahwa kalo sampe mikirin nikah sementara masih berseragam putih-biru dan putih-abu,(kendel banget nih anak Tpa PAAS) jangan dulu deh. Oke? Jadiin aja tulisan ini sebagai info penting buat ke depannya.

Yup, pembelajaran seperti ini insya Allah penting banget. Sebab, kita juga ngeri dengan perkembangan temen-teman yang kayaknya udah “siaga satu” dalam kasus pergaulan bebas (termasuk seks bebas di dalamnya). Bahaya banget gitu lho. Jadi intinya, daripada anak-anak SMP or SMA dijejali dengan gaya hidup yang gimana gichu., yang akhirnya membuat antum salah asuh dan salah arah, mendingan kita kenalan model pergaulan dalam Islam, khususnya dalam membentuk prinsip mencari pendamping hidup. Bukan mencari teman kencan saat pacaran. Tul nggak?

Btw,gimana sih kriteria akhwat idaman..?

Pertama keimanan dong..

Rada serius dikit ya..soale dunia akherat iki...yup..kriteria pertama sebelum kriteria-kriteria lainnya. Tentu saja wanita idaman memiliki aqidah yang bagus, bukan malah aqidah yang salah jalan. Seorang wanita yang baik agamanya tentu saja tidak suka membaca ramalan-ramalan bintang seperti zodiak, shio dan Ketik reg...primbon tentunya Karena ini tentu saja menunjukkan mawutnya aqidah wanita tersebut. Membaca ramalan bintang sama halnya dengan mendatangi tukang ramal. Bahkan ini lebih parah dikarenakan tukang ramal sendiri yang datang ke rumahnya dan ia bawa melalui majalah yang memuat berbagai ramalan bintang setiap pekan atau setiap bulannya. Jika cuma sekedar membaca ramalan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan,
“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, lalu ia bertanya mengenai sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama 40 malam.” HR. Muslim no. 2230, dari Shofiyah, dari sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Jika sampai membenarkan ramalan tersebut, lebih parah lagi akibatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkan apa yang mereka katakan, maka ia telah kufur pada Al Qur’an yang diturunkan pada Muhammad.”HR. Ahmad (2/492). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan.
Begitu pula ia paham tentang hukum-hukum Islam yang berkenaan dengan dirinya dan juga untuk mengurus keluarga nantinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan seorang pria untuk memilih perempuan yang baik agamanya. Beliau bersabda,
“Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446, dari Abu Hurairah.
Jika seseorang itu menikah karena faktor agama dan agar beban lebih ringan karena ingin mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka diluar dugaan Allah akan kumpulkan untuknya kehormatan dan harta di samping agama.
So,kriteria Akhwat idaman yang perlu dicatat yaitu agamanya,sebelum kecantikan,martabat dan harta.ok!

Kriteria Kedua: Selalu Menjaga Aurat

Kriteria ini pun harus ada dan jadi pilihan. Namun sayangnya sebagian pria malah menginginkan wanita yang buka-buka aurat dan seksi.katanya nggak malu maluin nek diajak kekondangan,(emang wanita barang buat pameran apa?)Benarkah, laki-laki yang jelek memang menginginkan wanita yang jelek pula.
Padahal sangat berabe jika seorang wanita yang berpakaian namun telanjang dijadikan pilihan. Ini pas dalam Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” HR. Muslim no. 2128, dari Abu Hurairah.

Allah Ta’ala juga berfirman,
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59).

Syarat kelima: Tidak menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.
Kebanyakan akhwat sekarang pakainnya menyerupai pakaian ikhwan ,semua pake celana ,(lagi teren katanya)klo panjang sih msih mendingan ..la ini udah pendek,ketat lagi,trus banyak dari mereka yang udah doyan ngerokok,tindik sembarang anggota tubuh,malah ada yang tatoan lagi,aduh...bikin jatuh nggak tuh..padahal rosulullah benci kepada kaum wanita yangmenyerupai kaum pria,seperti riwayat Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.”
Dan lebih parahnya lagi.. pakain dan gaya anak sekarang menyerupai mereka kaum kapir karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”.
Waduh ngeri nggak tuh..meniru ato menyerupai aja udah termasuk bagian dari mereka,(jangan-jangan kamu malah do cuek bebek iki..gedubrak..!)so kita harus pinter pilih-pilih, masak seh pejantan tangguh pake rok mini entar dikira banci nyasar

Kriteria keempat: Betah Tinggal di Rumah
Betul den...betah dirumah adalah bagian dari Akhwat idaman,bisa kebayangkan..jika punya istri tiap malam malah hobi klabing,klo disuruh jaga rumah malah ngelayap,waduh pasti bikin poseng,padahal Akhwat seperti ini jauuuh dari yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah,karena ciri wanita sholekhah adalah betah berada di rumah,pandai menjaga harta suaminya dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki. “Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”.
Hal seperti ini pas dalam firmanAllah Ta’ala:

“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).


Kriteria Kelima: Memiliki Sifat Malu
Malu adalah cabang dari iman den..jadi Akhwat idaman harus punya rasa malu bukan malah malu-maluin,aib suaminya sendiri malah diobral pada tetangga” harusnya siAkhwat ikut malu bila aib suaminya ketahuan orang banyak,karena rasa malu pasti mencegah dari hal-hal yang buruk,ini juga pas dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.”
Eit..perlu dicatet rasa malu ini bukan dalam melakukan kebaikan,’eh dia tuh klo mau beribadah ato ikut kajian malu..ato malu klo disuruh bantu-bantu untuk jualan es dawet ato hal-hal yang keliatan miskin,Akhwat idaman adalah selalu taat pada suami dan tidak malu jika disuruh dalam kebaikan,tapi emang sih banyak Akhwat yang malu jika suminya berpenghasilan rendah,berarti klo gitu si Akhwat nggak terima apa adanya dung.. Padahal
Kriteria malu pada wanita idaman adalah ketika bergaul dengan pria. Wanita yang baik seharusnya memiliki sifat malu yang sangat. ketika bergaul dengan lawan jenis, ketika berbicara dengan mereka dan ketika berpakaian.

kepribadianmu yang kumau

catetan bagi seorang ikhwan, harusnya mikir-mikir dulu kalo mau ngelamar Akhwat yang cuma punya kelebihan di penampilan fisik sebagai idaman. karena pasalnya yang Pertama, penampilan fisik itu sifatnya sementara. Bakal habis bin pudar dimakan usia atau bisa rusak karena musibah. Kalo kita matok rasa suka bin cinta cuma lantaran fisik, siap-siap aja kehilangan keindahan yang memikat kita itu. (Nggak bener-bener cinta tuh kayaknya).

Kedua, lawan jenis yang diidamkan bukan cuma untuk mengisi ruang khayal semata, jadi bahan gosipan di antara teman, atau buat nemenin ke kondangan. Lebih dari itu, akhwat idaman berarti seseorang yang ditargetkan untuk menjadi istri, ibu dari anak-anak, mitra dakwah, sekaligus seorang sahabat dekat yang mengingatkan kala khilaf dan memompa semangat kita saat dirundung musibah. Semua peran itu dilahirkan dari pemahaman Islam dan kedewasaan dalam bersikap pada diri seorang akhwat, bukan dari penampilan fisik. Catet tuh!
Kondisi ini mengingatkan kita pada sebuah hadits: “Tiga kunci kebahagiaan seorang laki-laki adalah istri shalilah yang jika dipandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjaga kehormatanmu, dirinya, dan hartamu; kendaraan yang baik yang bisa mengantar ke mana kamu pergi; dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang.” (M. Fauzhil Adhim, ‘Kupinang Engkau dengan Hamdallah’)

Nah sobat, sepertinya kepribadian (syakhsiyah) seorang akhwat yang tercermin dalam caranya berpikir dan bersikap sesuai aturan Islam layak jadi ukuran standar bagi kaum Adam untuk memilih istri. Kalo emang bener mo ngebangun rumah tangga yang sakinah mawahdah, wa rohmah. Tapi bukan berarti kita ngelarang kamu pake pertimbangan fisik lho. Silahkan aja kalo mo pake standar ideal: cantik, kaya, sholihah, dan mau ama kita. Tapi kalo kriteria itu nggak ada, cukup asal mau ama kita, sholihah, kaya dan cantik. Yeee...itu mah sama aja atuh!Ups! Maksute relakanlah predikat sholehah dari seorang wanita yang menerima cinta kita mengalahkan ego kita untuk dapetin yang cantik atau tajir. Yakin deh, selalu ada inner beauty dan kekayaan yang tak ternilai oleh materi pada diri seorang wanita sholehah (pengalaman nih ceritanya, huhuy!). Yes!

Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya semata, boleh jadi kecantikannya itu akan membawa kehancuran. Dan janganlah kalian menikahi wanita karena kekayaannya semata, boleh jadi kekayaannya itu akan menyebabkan kesombongan. Tapi nikahilah wanita itu karena agamanya, sesungguhnya budak wanita yang hitam lagi cacat, tetapi taat beragama adalah lebih baik (daripada wanita kaya dan cantik yang tidak taat beragama).” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Jangan egois donk!

Allah swt berfirman:

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). ..” (QS an-Nûr [24]: 26)

Dari ayat itu, Allah emang Maha Adil. Dia menjanjikan wanita yang baik untuk pria yang baik pula. Sebagaimana layaknya Aisyah r.a. menjadi istri Nabi saw. Pria yang tidak baik untuk wanita yang tidak baik pula. Itu berarti kalo pengen dapetin akhwat yang sholehah, kita juga kudu sholeh dong. Jangan cuma mikirin keinginan diri sendiri. Nggak adil tuh. Mengidamkan akhwat yang baik tapi kitanya sendiri jeblok. Karena kaum hawa juga berhak mendapatkan tipe-tipe primus alias pria mushola yang sholeh. Tul nggak sih?

Makanya kita jangan egois. Kita juga punya kewajiban yang sama seperti kaum Hawa untuk memoles kepribadian dan menghiasinya dengan akhlak Islam. Percaya deh, syakhsiyah Islam akan membantu kita untuk lebih bijak dalam mensikapi hidup. Kita jadi punya standar untuk berbuat atau menilai suatu perbuatan. Termasuk dalam memilih istri. Nggak asal nunjuk. Trus, di mana kita bisa dapetin syakhsiyah Islamiyah?

Yang pasti, syakhsiyah Islam nggak dijual bebas di pinggiran jalan, klub malem atau diskotek. Tapi kita bisa dengan mudah dapetinnya di forum-forum pengajian. Yup, di tempat pengajian kita diperkenalkan lebih dalam dengan Islam dan aturan hidupnya yang sempurna dan cocok buat kita. Ini yang bisa menjadi benih tumbuhnya syakhsiyah Islamiyah. Perlu perawatan yang rutin dengan getol mengkaji Islam jika kita ingin pertumbuhannya sesuai dengan yang diharapkan.

Dengan dibubuhi pupuk keikhlasan semata-mata ingin dapetin ridha Allah (bukan cuma pengen dapet calon istri solihah.. ehm..), syaksiyah Islam akan mengantarkan kita pada predikat kemuliaan. Di hadapan manusia, dan yang menciptakan manusia. Bukankah ini yang kita harapkan?

So, jangan tunggu hari esok. Mari kita sama-sama menjadi bagian dari generasi anak ngaji. Membentuk syakhsiyah pada diri kita dan menanamkan akhlakul karimah (akhlak yang mulia). Sekaligus memperkuat barisan perjuangan untuk memuliakan diri kita, Islam, dan kaum Muslimin di seluruh dunia. Moga-moga Allah masukin kita dalam daftar orang-orang yang berhak dapetin pasangan hidup yang sholehah. Mau dong? Yuuuk!
Semoga tulisan ini sama dengan perkataan Nabi Syu’aib dalam Firman Allah surat hud Ayat 88 yang Artinya:”Aku tidak bermaksud kecuali(mendatangkan )perbaikan selama Aku masih berkesanggupan dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan)Allah.hanya kepadaAllah aku bertawakkal dan hanya kepadaNya lah aku kembali.(fery sumanto)

 
  • Mengenal alqur'an lebih dekat © 2012 | Designed by dara izhhar, in collaboration with syarie blogmaker , Blogger Templates and WP Themes