bukan pria idaman

Siapa sih yang nggak ngarepin kebaikan? Kita yakin banget bahwa setiap orang pengen dapetin kebaikan. BTW, nggak ada salahnya juga kalo ngarepin kebaikan dalam urusan pendamping hidup. Namanya juga pendamping hidup, berarti harapannya, selama kita hidup ya si dia menjadi pendamping kita. Begitu pun sebaliknya.
Jangan sampe deh kita salah dalam memilih pendamping hidup untuk memani dalam perjalanan mencari ridhoNya,emang sih pilih pendamping itu gak gampang, nggak semudah milih baju.. klo dah bosen “ganti”ini urusannya Suami Non..untuk dunia dan akhirat masak maen ganti aja…

Oya, buat kamu yang masih SMA (apalagi SMP), tolong jangan merasa kalo bahasan kita kali ini tuh dewasa banget. Jangan ya. Soalnya, kalo kamu udah baligh kan disebut dewasa juga. Itu sebabnya, insya Allah masih cocok. Cuma mungkin perlu dengan catatan tambahan, bahwa kalo sampe mikirin nikah sementara masih berseragam putih-biru dan putih-abu, jangan dulu deh. Oke? Jadiin aja tulisan ini sebagai info penting buat ke depannya.

Yup, pembelajaran seperti ini insya Allah penting banget. Sebab, kita juga ngeri dengan perkembangan temen-teman yang kayaknya udah “siaga satu” dalam kasus pergaulan bebas (termasuk seks bebas di dalamnya). Bahaya banget gitu lho. Jadi intinya, daripada anak-anak SMP or SMA dijejali dengan gaya hidup awut-awutan, yang akhirnya membuat kita salah asuh dan salah arah, mendingan kita kenalan model pergaulan dalam Islam, khususnya dalam membentuk prinsip mencari pendamping hidup. Bukan mencari teman kencan saat pacaran. Tul nggak?

Manusia idaman sejati adalah makhluk langka. Begitu banyak ujian dan rintangan untuk menjadi seorang idaman sejati. Kebalikannya, yang bukan idaman malah tersebar ke mana-mana. (teng tlecek..)So,kita harus hati-hati pilih calon pendamping hidup,nggak kayak kucing garong asal ada pepesan maen sikat maen embat..jangan ya...
Trus Siapakah pria yang pantas menjadi idaman dan tambatan hati? Apa saja ciri-ciri mereka? Ya...yang rajin dmasjid..salat jamaah .patuh ma orang tua deel el..hmm.pokoke solehlah, udah gitu gantengnya gak ketulungan,dah punya penghasilan ndiri,kaya..pake raya lagi,trus dah gitu anak tunggal,wu siapa yang gak mau tu...
Sahabat..tapi yang perlu dicatet semua orang pasti punya kelemahan dan punya kekurangan.pokoke yang penting agama sing nomer siji trus dia juga mau sama kita hi..hi..
kalau nggak mau kan..berarti cintanya bertepuk sebelah tangan (pupus-dewa)jadinya..
Btw dibawah ini kriteria bukan pria idaman, biar akhwat-akhwat nggak asal pilih,yah minimal bisa dapet yang menekati lah..

Ciri Pertama: Akidahnya Amburadul
Maaf ya..rada serius dikit pembahasannya .ok..lanjuuut...
Di antara ciri pria semacam ini adalah pria yang punya prinsip” jika cinta ditolak, maka dukun pun bertindak”. Jika sukses dan lancar dalam bisnis, menggunakan jimat-jimat. Ingain buka usaha pun ia memakai pelarisan.klo sms suka ketik “primbon”,”trus djawab deh ma kijoko blo,on”kamu tidak cocok dilaut”emang ikan apa?(bener-bener blo,on nih orang) Jika berencana nikah,pake ngitung hari(dah da tanggalan den..). Percaya ramalan bintang agar hidup semakin lancar dan semakin PD dalam melangkah.Inilah ciri pria yang nggak pantas dijadikan idaman. Akidah yang dimiliki sudah jelas rusak bin mawut...
Ibnul Qayyim mengatakan, “Barangsiapa yang hendak meninggikan bangunannya, maka hendaklah dia mengokohkan pondasinya dan memberikan perhatian penuh terhadapnya. Sesungguhnya kadar tinggi bangunan yang bisa dia bangun adalah sebanding dengan kekuatan pondasi yang dia buat. Amalan manusia adalah ibarat bangunan dan pondasinya adalah iman.” (Al Fawaid)
Berarti aqidah dan iman seseorang itu penting girs...ibarat bangunan iman adalah pondasi jika pondasinya rusak pasti bangunan diatas akan kokoh(kentir nek mikir ngono)ya rusaklah..

Ciri Kedua: Menyia-nyiakan Shalat
Seseorang yang beriman pastilah slalu menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya yaitu pertama selalu menjaga salat berjamaah dimasjid,nggak shalat jama'ah di masjid termasuk ciri pria bukan idaman. karena shalat jama'ah bagi pria adalah suatu kewajiban
Imam Asy Syafi'i sendiri mengatakan, “Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.” (Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 107)lebih lengkapnya(baca buletin edisi 20)
Seorang ulama besar, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dalam kitabnya Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 7, mengatakan, ”Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”lho..gedhe banget kan dosanya..
Jika pria yang salat sendirian aja bukan termasuk pria idaman apalagi yang tidak salat?
‘Padahal dimasjid dan musolla yang ada bapak-bapak,masak kita suruh ngrebut suami orang” sekarang pria idaman emang langka kok mbak..kata pak ustadz”sesuau yang special ya.harus dengan usaha yang special juga.sekarang tinggal kita pilih yang mana yang soleh apa yang cakep,orang bijak pasti pilih kabeh..

Ciri Ketiga: Sering Melotot Sana Sini

Inilah ciri berikutnya, yaitu pria yang matanya hijau ketika melihat wanita.saat ada wanita punya usul,memanfaatkan momen ini untuk memandangnya sampe berbusa,kesempatan katanya. Inilah ciri bukan pria idaman. Karena Allah Ta'ala berfirman,
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".” (QS. An Nur: 30)
Hm.bisa kita bayangkan jika besok udah keluarga klo siPria masih melihara kebiasaan melototin akhwat, bisa berabe. Klo kita nih bisanya ngomongnya Astaghfirullah..tapi matanya tetep tepat sasaran “ah.. mubadhir(emang makanan).tapi mo gimana ya..habis Akhwatnya juga ngejual,ibarat nih “kucing di kasih ikan”kucing mana yang nggak mau, bingung juga kan..masak kita harus merem.(asal nggak merem-melek he..hee)

Ciri Keempat: Senangnya Berdua-duaan

Inilah sikap pria yang tidak baik yang sering mengajak pasangannya yang belum halal baginya untuk berdua-duaan (baca: pacaran mboten ah..). Berdua-duaan (kholwat) di sini bisa pula bentuknya tanpa hadir dalam satu tempat, namun lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via FB dan lainnya. Seperti ini pun termasuk semi kholwat yang juga terlarang.karena ini juga jalan menuju zina dan udah banyak kan.. kasus yang mengerikan karena salah dalam penggunaan media elktronik.
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,ٍ
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)

Ciri Kelima: Tangan Suka Usil

Ini juga bukan ciri pria idaman. Tangannya suka usil,klo ada wanita gayane sok alim”ngejak salaman” padahal bukan mahromnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun ketika berdakwah tidak pernah menyentuh seorang wanita.
Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, ”Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)

Ciri Keenam: Tanpa Arah yang Jelas

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Seseorang dianggap telah berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Muslim no. 996)
Berarti kriteria pria idaman adalah ia bertanggungjawab terhadap istrinya dalam hal nafkah.Sehingga seorang pria harus memiliki jalan hidup yang jelas dan tidak boleh ia hidup tanpa arah yang sampai menyia-nyiakan tanggungannya. Sejak dini atau pun sejak muda, ia sudah memikirkan bagaimana kelak ia bisa menafkahi istri dan anak-anaknya. Di antara bentuk persiapannya adalah dengan belajar yang giat sehingga kelak bisa dapat kerja yang mapan atau bisa berwirausaha mandiri.
Begitu pula hendaknya ia tidak melupakan istrinya untuk diajari agama. Karena untuk urusan dunia mesti kita urus, apalagi yang sangkut pautnya dengan agama yang merupakan kebutuhan ketika menjalani hidup di dunia dan akhirat. Sehingga sejak dini pun, seorang pria sudah mulai membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup untuk dapat mendidik istri dan keluarganya.
Sehingga dari sini, seorang pria yang kurang memperhatikan agama dan urusan menafkahi istrinya patut dijauhi karena ia sebenarnya bukan pria idaman yang baik.



Jika si dia melamarmu...

Maaf, maaf, jangan keburu kepikiran pembahasan ini khusus dewasa. Ya, mungkin ini lebih baik, daripada ditulis: “jika si dia memacarimu...”. Tul nggak? Justru kita harus membiasakan pemahaman bahwa hubungan akrab pranikah itu salah. Sementara hubungan yang sah untuk saling mencurahkan kasih-sayang dan perhatian antara ikhwan-akhwat, tentunya lewat pernikahan. Ini yang harus terus dikampanyekan. Itu sebabnya saya lebih memilih diksi alias pilihan kata, “melamarmu”. Setuju kan? Awas kalo nggak setuju (idih, ngancem!)

Ketika kamu sudah siap untuk nikah dan ada ikhwan yang melamar, siapapun orang yang dateng, walaupun anak pejabat kelurahan, jangan langsung memutuskan mau apa tidak,minta petunjuk kepada Allah adalah solusinya yaitu dengan salat istikharah,
Tapi urusan fisik en materi, kayaknya nggak zamannya lagi dipermasalahkan (yang harus dilobi tuh ortu, coz siapa sih ortu yang rela anaknya hidup miskin. Kedengeran matre sih, tapi sebenernya ortu bersikap kayak gitu, aku yakin alasan mendasarnya bukan karena matre, mereka cuma pengen anaknya hidup bahagia. Ciee.. sok bijaksana gini nih).

Eh, kalo ada ikhwan yang gagah, keren, pinter, tsaqafah Islamnya juga tinggi, anak orang kaya, rajin berdakwah, sholeh, keimanannya mantep (wuih, ada nggak sih se-perfect ini di dunia nyata?), teruskamu ngarepin jadi pendamping hidupnya nggak?
“semua pasti bilang ”Ingin banget” tapi semua keputusan akhir, Allah yang nentuin, kita mungkin cuma bisa usaha,”

Tapi, gimana kalo setelah sekian lama menanti ikhwan idaman hati, eh, yang dateng tuh ikhwannya dengan kriteria: wajah pas-pasan, miskin, ilmu agamanya biasa aja, hanya rajin sholat dan dakwah. Gimana tuh?
“nek orangnya terbuka, bijak, dewasa, dan tanggung jawab,jika itu adalah Arjuna yang Allah kirim buat kamu, yo nggak apa-apa. Mungkin Kekayaan baginya adalah adalah kaya hati,bukan sebanyak apa harta yang kita miliki tapi seluas apa hati kita menerima dan mensyukuri setiap apa-apa yang di berikan Allah untuk ibadah

Ukhti-Ukhti yang semoga dicintai Allah.., kesimpulan bahwa umumnya para akhwat mencari ikhwan idaman itu yang imannya mantep, sholeh, pengertian, perhatian, dan punya jiwa pengemban dakwah. Wuih, sederhana dan sangat wajar. Semoga ini menjadi pegangan dan ukuran kita semua. Karena, yang namanya keimanan (akidah) tuh kriteria number one dalam prioritas pilihan kita untuk mencari pendamping hidup. Ingat ini harga toko”Nggak bisa ditawar lagi.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa sebagai petunjuk bagi para wanita muslimah yang ingin memilih laki-laki yang pas untuk dirinya. Dan juga bisa menjadi koreksi untuk dirinya,dan satu lagi yang perlu di catet” wanita-wanita solekhah hanya untuk laki-laki soleh begitupun sebaliknya,dan wanita-wanita keji hanya untuk laki-laki keji begitupun sebaliknya(baca terjemah surat An-nur ayat 26)

Semoga tulisan ini sama dengan perkataan Nabi Syu’aib dalam Firman Allah surat hud Ayat 88 yang Artinya:”Aku tidak bermaksud kecuali(mendatangkan )perbaikan selama Aku masih berkesanggupan dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan)Allah.hanya kepadaAllah aku bertawakkal dan hanya kepadaNya lah aku kembali.(fery sumanto)

0 komentar:

Posting Komentar

 
  • Mengenal alqur'an lebih dekat © 2012 | Designed by dara izhhar, in collaboration with syarie blogmaker , Blogger Templates and WP Themes