Ketika cinta menggoda

Perjalanan cinta emang tak harus sampai kepuncak,kalau terpaksa berhenti untuk mengobati luka dihati dan memperbaiki keadaan serta mempersiapkan perjalanan selanjutnya,tetap semangat dan tegar..meskipun harus mengganti teman perjalanan yang setia membantu dikala melewati jalan yang berliku dan terjal,perih memang dirasa..tapi apa daya..karna dia memilih jalan yang berbeda dan memilih teman yang terbaik yang telah ia pilih untuk menemani perjalanan menuju cinta yang abadi yaitu cinta kepada Allah Azzawajalla.

Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakang kita. Suatu saat tiba-tiba.. kita baru sadar, cinta menyergap kita tanpa peringatan.. Yap, tanpa disadari, tanpa pengumuman... Andai aja rasa itu pake izin ato pengumuman, pasti kan kusiasati ato bahkan kuusir ato kucancel... Lha ini, datang aza tanpa permisi, gimana mau ngusir??? Sahabat.., sekarang aku serasa didatangi tamu tak diundang (bukan jalangkung lo..)di saat sikon yang gak tepat... aku gila karena rasa... Mau ngusir kaga tega, mau dikasih minum kaga rela... Kalo bisa juga, q usir tuw rasa... semakin besar usaha untuk menyangkal rasa itu, semakin kuat pula rasa itu naplok di hati... "Meski bibirku terus berkata TIDAK...tapi Mataku trus pancarkan sinarnyaaaa..."

Seandainya waktunya tepat, mungkin aku akan menikmati rasa ini (dalam batasan yang wajar menurut Sya’ri tentunya), maksudnya aku bakalan tenang menjalani hari sebagai pemimpin keluarga tanpa beban apapun, tapi mo gimana sikonnya belum tepat ibarat mau belok kanan ada gajah, mau belok kiri ada dinosaurus, mau balik ke belakang ada beruang, mau terus lurus ternyata mentok... Huft! Poseng..

Cinta adalah anugrah maka kita harus bersyukur,karena kita tau hidup tanpa cinta adalah perjuangan yang sia-sia,bayangkan bila tak ada cinta dihati kita, pastilah yang ada hanyalah keinginan untuk memiliki tanpa ada rasa untuk menjaga,hanya ingin memuaskan nafsu thok..!jatuh nggak tuh..


Ya Allah..Inikah nafsu,
Atau cinta yang mengharap ridhaMu?
Inikah rindu,Atau setan yang mempermainkan hatiku?
Akankah ia kuncup yang akan merekah indah,
Atau Bunga yang mekar kemudian tandus dengan sia?
Inikah jalanku meniti surga, Atau
Langkah pelanku menyusuri jalan menuju neraka hina?
Inikah...Hal yang EngKau ridhai,
Atau Engkau murkai?
Beri tahu aku ya Allah..Beri tahu aku...
Aku tak bisa berbuat semauku,
Tanpa petunjuk dariMu...
Jikalau ini memang salah dan Engkau ingin kumeninggalkannya,
Huff...

Bismillah...DemiMu Yaa Allah,
Daripada kukehilangan cintaMu,
Daripada Engau tinggalkanku,
Daripada Rasulullah tak sudi menganggapku,
Lebih baik kutinggalkan dia,
Walaupun dengan begitu amat sakit yang kurasa...
Hhiks, huaaaaaaaaaaaaa...
Beritahu aku ya..Allah..
Beritahu Aku...

Nantikanku Di Batas Waktu by: edCoustic
--------------------------------------------------------
"Di Kedalaman Hatiku
Tersembunyi Harapan Yang Suci
Tak Perlu Engkau Menyangsikan

Lewat Kesalihanmu
Yang Terukir Menghiasi Dirimu
Tak Perlu Dengan Kata-kata

Sungguh Walau ku Kelu
Tuk Mengungkapkan Perasaanku
Namun Penantianmu Pada Diriku
Jangan Salahkan

Kalau Memang Kau Pilihkan aku
Tunggu Sampai aku Datang
Nanti kubawa kau Pergi
Ke Syurga AbaDi

Kini Belumlah Saatnya
aku Membalas Cintamu
Nantikanku Di Batas Waktu"
--------------------------------------------------------------
Hmm..perasaan jatuh cinta memang sukar dijelaskan dan ditebak, karena penuh dengan gejolak. Semua saran dan nasihat ditolak, bahkan nalar pun bisa terdepak oleh perasaan mabuk kepayang yang membikin rasa melayang-layang. Itulah dahsyatnya perasaan yang satu ini. Gedubrak !!!

Apakah karena itu kita tak boleh mencintai dan dicintai? Uups...tentu saja boleh, karena cinta adalah pemberian Allah SWT. Mencintai dan dicintai adalah karunia, sekaligus panggilan hidup kita. Tak pernah merasakan jatuh cinta bukanlah manusia, karena manusia pasti merasakan cinta [QS Al Imran:14] Bahkan, cinta merupakan ruh kehidupan dan pilar untuk kelestarian ummat manusia.

Islam juga “ngeh” sama yang namanya cinta kok, bahkan Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun, bukan dalam komoditas rendah dan murah lho. Artinya, tingkatan mencintai sesuatu itu ada batasnya. Jika cinta itu malah membawanya kepada perbuatan yang melanggar syariat, nah..itu yang gak boleh.

Hmm...cinta itu katanya jelmaan perasaan jiwa dan gejolak hati seseorang, wuis... Nah, dalam Islam kalau kita merujuk QS: At Taubah 24, maka cinta dapat dibagi dalam 3 tingkatan, yaitu:

1. Cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya
2. Cinta kepada orangtua, istri, kerabat dan seterusnya
3. Cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak istri melebihi cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.(baca Akibat terlalu cinta dunia)

Lalu gimana dong, kalau cinta itu datang, menghampiri dan menggoda di luar pernikahan? Nah lho, puyeng deh kalo gini! Padahal cinta itu kan timbul memang dari sononya, muncul dari segi zat atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Normal aja kan, jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah, masa' sih dibilang jelek!

Menurut Imam Ibnu al-Jauzi, "Kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela serta tak perlu dibuang. Namun, cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela."

Waduh...gimana dong, lagi jatuh cinta nih! Problem...problem... mana kerjaan belon ada, masih numpang ama orangtua, wah...nih cinta kok gak pengertian ya!

Kalem dong, jangan blingsatan begitu. Emangnya jatuh cinta masalah kamu aja, ya...gak lagi! Nabi Yusuf a.s. aja pernah jatuh cinta lho, bahkan kepada seseorang wanita yang telah menjadi istri seseorang. Eits...protes deh! Iya deh, kalau bukan cinta, paling gak, tertarik dan terpesona, boleh kan?

Buka deh surat Yusuf, romantika kisah beliau diceritakan dengan tuntas, awal, proses, konflik hingga klimaks dan ending-nya. Nah lho...Nabi aja bisa punya 'konflik' seperti itu, apalagi kita, iya kan? Romantika cinta beliau bukan kacangan, atau pepesan kosong, namun apa yang dialami beliau bisa menjadi pelajaran buat kita bagaimana kalau cinta itu demen banget menggoda kita. Beliau sadar, dan mengerti betul bahwa itu terlarang, meski ada gejolak di hatinya [QS Yusuf: 24]

Namun... Kondisi di atas itu gak terjadi begitu aja lho, karena sebelumnya Nabi Yusuf a.s. pun telah berusaha untuk menolaknya saat wanita itu terus merayunya. Eh...nabi Yusuf pun dikejarnya, dan yang dikejar malah lari terbirit-birit, wuus...

Lantas apa dong pelajaran yang bisa kita ambil, saat cinta itu menggoda kita? Pelajarannya adalah:

1. Setiap orang memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, perasaan ini manusiawi, fitrah sekaligus anugerah.
2. Namun, gejolak itu harus diatur lho, kalau gak maka kita akan terperosok ke jurang kenistaan, karena diperbudak gejolak jiwanya. Lantas jadi merana deh, angan-angan melulu. Innan nafsa la ammaaratun bis-suu, sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak kepada kejahatan kecuali nafsu-nafsu yang diberi rahmat oleh Allah [QS Yusuf:53].
3. Kalau kita jatuh cinta pada lawan jenis, dan mengharapkan terbalaskan cintanya, maka saat itu ada sebagian dari akal dan logika yang hilang. Sekian banyak pertimbangan akal sehat yang dipunyai jadi ngadat, gak jalan! Gak percaya? Kata yang udah nikah nih..”Coba deh, ntar kalau kamu tambah dewasa, udah nikah, mungkin mikir, "Kok, dulu begitu ya?", "Kok, dulu gak mikir ya?", dan "kok-kok" yang lain.
4. Dulu waktu ngejar-ngejar, wah...dimana-mana hanya terpampang wajah dia seorang, kekasih hati. Tidur gak nyenyak, makan pun terasa gak enak, bukan karena banyak nyamuk atau lauknya gak enak, dunia ini pun hanya untuk berdua, yang lain ngontrak, ck...ck...ck... Kalau gak ketemu, rasanya gimana gichuu. Dikejar setengah mati deh, pokoke mesti dapet! Tapi begitu udah dapat, lalu masuk dunia rumah tangga, gejolak itu bisa berganti dengan rutinitas dan bisa bosan. Itulah sifat manusia, karena itu bila mencintai seseorang, cintailah sewajarnya, siapa tahu ntar kamu benci padanya. Begitu juga sebaliknya, kalau benci, bencinya yang wajar aja deh, siapa tahu ntar malah jatuh cinta :)
5. Ingat lho, gak semua yang kita inginkan itu harus terpenuhi, kalau gak mau dibilang egois. Tidak semua cita-cita itu harus terkabul, dan tidak pula semua gejolak harus dituruti. Di dunia ini ada banyak pilihan, kalau gak dapat yang satu, pilihan lain masih banyak kan? Siapa tahu malah lebih baik. Makanya buka mata lebar-lebar, masa' sih cuma ada dia aja di dunia ini, emang yang lain kemana,kelaut..?
6. Tidak semua yang kita anggap baik itu baik, dan tidak semua yang dianggap indah itu indah. Segala sesuatu itu pasti ada cacat dan cela-nya. Saat jatuh cinta sih, wuah...indah buanget, tiada cacat dan cela. Padahal bisa aja kan, cacat dan cela itu jauh lebih banyak dari baik dan indahnya.
7. Akhirnya, kalau kamu udah sampai pada puncak cinta, yaitu pernikahan, ingat deh kalo puncak masalah pernikahan itu bukanlah pada siapa yang akan jadi pasangan kita, tapi gimana agar kita bisa survive di dalamnya, siapapun pasangan kita.

Semoga tulisan dibawah ini membantu akhi wa ukhti, jangan lupakan Allah SWT kalau antum jatuh cinta ya.(tentunya saya juga) Jatuh cinta-lah karena Allah SWT, mencintai dan dicintai hanya karena akan mengingatkan kita akan kebesaranNya.cinta yang nantinya akan jadi penolong,dihari yang tidak ada penolong selainNya.cinta yang benar-benar tidak dilandasi nafsu ingin menguasai dan memiliki karena semua dilakukan atas dasar iklas karena Allah.
Wallahu a`lam bis-shawab.

------------------------------------------------

BILA AKU JATUH CINTA

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Amiin.(fery sumanto)

0 komentar:

Posting Komentar

 
  • Mengenal alqur'an lebih dekat © 2012 | Designed by dara izhhar, in collaboration with syarie blogmaker , Blogger Templates and WP Themes