bila ikhwan nyari gebetan

anak mgaji nyari gebetan? Gak salah nih? Eit, jangan su’udzon dulu ya. Meski panggilan cowok pengajian, mereka juga kan manusia. Sama seperti cowok laen. Punya rasa punya hati dan nggak punya antivirus merah jambu. Itu artinya, ikhwan juga bisa kepeleset jatuh hati ama pesona lawan jenisnya. Terutama pada kalangan cewek pengajian yang biasa dijuluki akhwat. Soalnya mereka kan beraktivitas pada dunia yang sama. Dunia dakwah gitu, lho. Wajar dongs!

Bedanya ama cowok laen, cowok pengajian mungkin lebih punya pertimbangan mateng untuk jatuh cintrong. Ciiee, sori bukan narsis lho. So, nyari gebetan di sini bukan berarti nyari gandengan yang bisa diajak kencan atau jalan berduaan. Tapi untuk diajak serius melabuhkan cintanya di jalan yang halal. Loving you, Merit yuk? Enak..enak..enak..!

Oya, buat kamu yang masih SMA (apalagi SMP), tolong jangan merasa kalo bahasan kita kali ini tuh dewasa banget. Jangan ya. Soalnya, kalo kamu udah baligh kan disebut dewasa juga. Itu sebabnya, insya Allah masih cocok. Cuma mungkin perlu dengan catatan tambahan, bahwa kalo sampe mikirin nikah sementara masih berseragam putih-biru dan putih-abu,(kendel banget nih anak Tpa PAAS) jangan dulu deh. Oke? Jadiin aja tulisan ini sebagai info penting buat ke depannya.

Yup, pembelajaran seperti ini insya Allah penting banget. Sebab, kita juga ngeri dengan perkembangan temen-teman yang kayaknya udah “siaga satu” dalam kasus pergaulan bebas (termasuk seks bebas di dalamnya). Bahaya banget gitu lho. Jadi intinya, daripada anak-anak SMP or SMA dijejali dengan gaya hidup yang gimana gichu., yang akhirnya membuat antum salah asuh dan salah arah, mendingan kita kenalan model pergaulan dalam Islam, khususnya dalam membentuk prinsip mencari pendamping hidup. Bukan mencari teman kencan saat pacaran. Tul nggak?

Btw,gimana sih kriteria akhwat idaman..?

Pertama keimanan dong..

Rada serius dikit ya..soale dunia akherat iki...yup..kriteria pertama sebelum kriteria-kriteria lainnya. Tentu saja wanita idaman memiliki aqidah yang bagus, bukan malah aqidah yang salah jalan. Seorang wanita yang baik agamanya tentu saja tidak suka membaca ramalan-ramalan bintang seperti zodiak, shio dan Ketik reg...primbon tentunya Karena ini tentu saja menunjukkan mawutnya aqidah wanita tersebut. Membaca ramalan bintang sama halnya dengan mendatangi tukang ramal. Bahkan ini lebih parah dikarenakan tukang ramal sendiri yang datang ke rumahnya dan ia bawa melalui majalah yang memuat berbagai ramalan bintang setiap pekan atau setiap bulannya. Jika cuma sekedar membaca ramalan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan,
“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, lalu ia bertanya mengenai sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama 40 malam.” HR. Muslim no. 2230, dari Shofiyah, dari sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Jika sampai membenarkan ramalan tersebut, lebih parah lagi akibatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkan apa yang mereka katakan, maka ia telah kufur pada Al Qur’an yang diturunkan pada Muhammad.”HR. Ahmad (2/492). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan.
Begitu pula ia paham tentang hukum-hukum Islam yang berkenaan dengan dirinya dan juga untuk mengurus keluarga nantinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan seorang pria untuk memilih perempuan yang baik agamanya. Beliau bersabda,
“Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446, dari Abu Hurairah.
Jika seseorang itu menikah karena faktor agama dan agar beban lebih ringan karena ingin mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka diluar dugaan Allah akan kumpulkan untuknya kehormatan dan harta di samping agama.
So,kriteria Akhwat idaman yang perlu dicatat yaitu agamanya,sebelum kecantikan,martabat dan harta.ok!

Kriteria Kedua: Selalu Menjaga Aurat

Kriteria ini pun harus ada dan jadi pilihan. Namun sayangnya sebagian pria malah menginginkan wanita yang buka-buka aurat dan seksi.katanya nggak malu maluin nek diajak kekondangan,(emang wanita barang buat pameran apa?)Benarkah, laki-laki yang jelek memang menginginkan wanita yang jelek pula.
Padahal sangat berabe jika seorang wanita yang berpakaian namun telanjang dijadikan pilihan. Ini pas dalam Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” HR. Muslim no. 2128, dari Abu Hurairah.

Allah Ta’ala juga berfirman,
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59).

Syarat kelima: Tidak menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.
Kebanyakan akhwat sekarang pakainnya menyerupai pakaian ikhwan ,semua pake celana ,(lagi teren katanya)klo panjang sih msih mendingan ..la ini udah pendek,ketat lagi,trus banyak dari mereka yang udah doyan ngerokok,tindik sembarang anggota tubuh,malah ada yang tatoan lagi,aduh...bikin jatuh nggak tuh..padahal rosulullah benci kepada kaum wanita yangmenyerupai kaum pria,seperti riwayat Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.”
Dan lebih parahnya lagi.. pakain dan gaya anak sekarang menyerupai mereka kaum kapir karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”.
Waduh ngeri nggak tuh..meniru ato menyerupai aja udah termasuk bagian dari mereka,(jangan-jangan kamu malah do cuek bebek iki..gedubrak..!)so kita harus pinter pilih-pilih, masak seh pejantan tangguh pake rok mini entar dikira banci nyasar

Kriteria keempat: Betah Tinggal di Rumah
Betul den...betah dirumah adalah bagian dari Akhwat idaman,bisa kebayangkan..jika punya istri tiap malam malah hobi klabing,klo disuruh jaga rumah malah ngelayap,waduh pasti bikin poseng,padahal Akhwat seperti ini jauuuh dari yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah,karena ciri wanita sholekhah adalah betah berada di rumah,pandai menjaga harta suaminya dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki. “Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”.
Hal seperti ini pas dalam firmanAllah Ta’ala:

“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).


Kriteria Kelima: Memiliki Sifat Malu
Malu adalah cabang dari iman den..jadi Akhwat idaman harus punya rasa malu bukan malah malu-maluin,aib suaminya sendiri malah diobral pada tetangga” harusnya siAkhwat ikut malu bila aib suaminya ketahuan orang banyak,karena rasa malu pasti mencegah dari hal-hal yang buruk,ini juga pas dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.”
Eit..perlu dicatet rasa malu ini bukan dalam melakukan kebaikan,’eh dia tuh klo mau beribadah ato ikut kajian malu..ato malu klo disuruh bantu-bantu untuk jualan es dawet ato hal-hal yang keliatan miskin,Akhwat idaman adalah selalu taat pada suami dan tidak malu jika disuruh dalam kebaikan,tapi emang sih banyak Akhwat yang malu jika suminya berpenghasilan rendah,berarti klo gitu si Akhwat nggak terima apa adanya dung.. Padahal
Kriteria malu pada wanita idaman adalah ketika bergaul dengan pria. Wanita yang baik seharusnya memiliki sifat malu yang sangat. ketika bergaul dengan lawan jenis, ketika berbicara dengan mereka dan ketika berpakaian.

kepribadianmu yang kumau

catetan bagi seorang ikhwan, harusnya mikir-mikir dulu kalo mau ngelamar Akhwat yang cuma punya kelebihan di penampilan fisik sebagai idaman. karena pasalnya yang Pertama, penampilan fisik itu sifatnya sementara. Bakal habis bin pudar dimakan usia atau bisa rusak karena musibah. Kalo kita matok rasa suka bin cinta cuma lantaran fisik, siap-siap aja kehilangan keindahan yang memikat kita itu. (Nggak bener-bener cinta tuh kayaknya).

Kedua, lawan jenis yang diidamkan bukan cuma untuk mengisi ruang khayal semata, jadi bahan gosipan di antara teman, atau buat nemenin ke kondangan. Lebih dari itu, akhwat idaman berarti seseorang yang ditargetkan untuk menjadi istri, ibu dari anak-anak, mitra dakwah, sekaligus seorang sahabat dekat yang mengingatkan kala khilaf dan memompa semangat kita saat dirundung musibah. Semua peran itu dilahirkan dari pemahaman Islam dan kedewasaan dalam bersikap pada diri seorang akhwat, bukan dari penampilan fisik. Catet tuh!
Kondisi ini mengingatkan kita pada sebuah hadits: “Tiga kunci kebahagiaan seorang laki-laki adalah istri shalilah yang jika dipandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjaga kehormatanmu, dirinya, dan hartamu; kendaraan yang baik yang bisa mengantar ke mana kamu pergi; dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang.” (M. Fauzhil Adhim, ‘Kupinang Engkau dengan Hamdallah’)

Nah sobat, sepertinya kepribadian (syakhsiyah) seorang akhwat yang tercermin dalam caranya berpikir dan bersikap sesuai aturan Islam layak jadi ukuran standar bagi kaum Adam untuk memilih istri. Kalo emang bener mo ngebangun rumah tangga yang sakinah mawahdah, wa rohmah. Tapi bukan berarti kita ngelarang kamu pake pertimbangan fisik lho. Silahkan aja kalo mo pake standar ideal: cantik, kaya, sholihah, dan mau ama kita. Tapi kalo kriteria itu nggak ada, cukup asal mau ama kita, sholihah, kaya dan cantik. Yeee...itu mah sama aja atuh!Ups! Maksute relakanlah predikat sholehah dari seorang wanita yang menerima cinta kita mengalahkan ego kita untuk dapetin yang cantik atau tajir. Yakin deh, selalu ada inner beauty dan kekayaan yang tak ternilai oleh materi pada diri seorang wanita sholehah (pengalaman nih ceritanya, huhuy!). Yes!

Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya semata, boleh jadi kecantikannya itu akan membawa kehancuran. Dan janganlah kalian menikahi wanita karena kekayaannya semata, boleh jadi kekayaannya itu akan menyebabkan kesombongan. Tapi nikahilah wanita itu karena agamanya, sesungguhnya budak wanita yang hitam lagi cacat, tetapi taat beragama adalah lebih baik (daripada wanita kaya dan cantik yang tidak taat beragama).” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Jangan egois donk!

Allah swt berfirman:

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). ..” (QS an-Nûr [24]: 26)

Dari ayat itu, Allah emang Maha Adil. Dia menjanjikan wanita yang baik untuk pria yang baik pula. Sebagaimana layaknya Aisyah r.a. menjadi istri Nabi saw. Pria yang tidak baik untuk wanita yang tidak baik pula. Itu berarti kalo pengen dapetin akhwat yang sholehah, kita juga kudu sholeh dong. Jangan cuma mikirin keinginan diri sendiri. Nggak adil tuh. Mengidamkan akhwat yang baik tapi kitanya sendiri jeblok. Karena kaum hawa juga berhak mendapatkan tipe-tipe primus alias pria mushola yang sholeh. Tul nggak sih?

Makanya kita jangan egois. Kita juga punya kewajiban yang sama seperti kaum Hawa untuk memoles kepribadian dan menghiasinya dengan akhlak Islam. Percaya deh, syakhsiyah Islam akan membantu kita untuk lebih bijak dalam mensikapi hidup. Kita jadi punya standar untuk berbuat atau menilai suatu perbuatan. Termasuk dalam memilih istri. Nggak asal nunjuk. Trus, di mana kita bisa dapetin syakhsiyah Islamiyah?

Yang pasti, syakhsiyah Islam nggak dijual bebas di pinggiran jalan, klub malem atau diskotek. Tapi kita bisa dengan mudah dapetinnya di forum-forum pengajian. Yup, di tempat pengajian kita diperkenalkan lebih dalam dengan Islam dan aturan hidupnya yang sempurna dan cocok buat kita. Ini yang bisa menjadi benih tumbuhnya syakhsiyah Islamiyah. Perlu perawatan yang rutin dengan getol mengkaji Islam jika kita ingin pertumbuhannya sesuai dengan yang diharapkan.

Dengan dibubuhi pupuk keikhlasan semata-mata ingin dapetin ridha Allah (bukan cuma pengen dapet calon istri solihah.. ehm..), syaksiyah Islam akan mengantarkan kita pada predikat kemuliaan. Di hadapan manusia, dan yang menciptakan manusia. Bukankah ini yang kita harapkan?

So, jangan tunggu hari esok. Mari kita sama-sama menjadi bagian dari generasi anak ngaji. Membentuk syakhsiyah pada diri kita dan menanamkan akhlakul karimah (akhlak yang mulia). Sekaligus memperkuat barisan perjuangan untuk memuliakan diri kita, Islam, dan kaum Muslimin di seluruh dunia. Moga-moga Allah masukin kita dalam daftar orang-orang yang berhak dapetin pasangan hidup yang sholehah. Mau dong? Yuuuk!
Semoga tulisan ini sama dengan perkataan Nabi Syu’aib dalam Firman Allah surat hud Ayat 88 yang Artinya:”Aku tidak bermaksud kecuali(mendatangkan )perbaikan selama Aku masih berkesanggupan dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan)Allah.hanya kepadaAllah aku bertawakkal dan hanya kepadaNya lah aku kembali.(fery sumanto)

0 komentar:

Posting Komentar

 
  • Mengenal alqur'an lebih dekat © 2012 | Designed by dara izhhar, in collaboration with syarie blogmaker , Blogger Templates and WP Themes