surat cinta dariku-untukmu


Assalamualaikum wr.wb..

Segala puji hanya bagi Allah tuhan semesta alam segala kebaikan ada di tanganNya.sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita rosul Allah  Muhammad sholallohualaihiwassalam.

Semoga ukhti dan keluarga selalu dalam petunjuk dan rahmat-Nya.
ukhti yang saya hormati..walaupun kita belum pernah saling mengenal tapi entah mengapa dihati ini ada rasa ingin bersama dalam menggapai RidhoNya. Bersama Dalam cinta yang bisa menyempurnakan dari separuh agama,cinta yang tidak dilandasi rasa saling menguasai ,cinta yang dilakukuan karena Allah.yaitu cinta yang merupakan bagian dari perjuangan untuk meniti sunnah-sunnah dalam mencari Ridho Allah SWT.

Ukhti..tentu engkau juga rindu dengan rumah tangga yang berdasar cinta seperti cinta Rosululloh kepada bunda khodijah,walaupun saya tahu cinta pasangan Rosul Allah dan ibu kaum mukminin itu terlalu sempurna buat kita contoh. Mungkin ibarat jaraknya  jauh bagai langit dan bumi.namun walaupun demikian saya akan berusaha untuk membawa engkau untuk mengambil sikap melahirkan cinta itu,kemudian merawatnya dengan hangat.
Jika Rosululloh sebagai uswatun khasanah bagi umat manusia ,maka teladan itu Insya Allah bisa diraih.sesulit dan sesusah apapun jika Allah berkehendak pasti bisa digali.dan tentunya  keluarga yang demikian akan menjadikan madrasah utama bagi mujadid-mujadid kita,dari sinilah ketenangan itu hadir,ada cinta kasih dan rahmah,ada sakinah ada mawaddah.

Ukhti..Aku yakin engkau tahu benar, engkau akan berusaha dan bisa menjadi bidadari terbaik serta amanah dan tak kenal lelah untuk menjadikan madrasah dirumah.
saya juga yakin ukhti pasti punya niat untuk terus menjadi cahaya umat, tidak semata menjadi cahaya di rumah saja.
 Ukhti..mari bersama kita kepakan sayap untuk terus berkembang dengan dua kekuatan besar dalam sebuah rumah tangga yang tak ubah bagai sebuah markas jihad. Bagai sayap burung, ia kan terus terbang lebih tinggi. Tak kenal henti, karena ada tujuan bersama yang begitu indah… Jannah dan pertemuan dengan-Nya.
Ukhti..saat tiba waktu kita menikah nanti maka saat itulah genderang jihad dibunyikan untuk melihat sejauh mana kita menyatukan kekuatan besar tersebut dalam berkolaborasi membangun sebuah kekuatan yang dasyat untuk menjadi kemanfaatan yang besar bagi umat, masyarakat,dan terutama bagi dien kita.
 Ukhti..PR ini bukan main-main, agenda ini harus senantiasa di evaluasi bersama.untuk itu saya butuh ukhti untuk mengingatkan,menyemangati serta mendorong untuk berjihad dan menutup pintu rumah dikala  saya bermalas-malasan dari dakwah.
Ukhti…saya juga yakin bahwa enkau akan berusaha dan bisa untuk menjadi umi yang dimaksud Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Mluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri yang baik “Yaitu menjadi seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dan bersikap lemah lembut dalam segala keadaan, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut.

Ukhti.. saya juga yakin benar bahwa ukhti bisa seperti bumi dan tanah yang datar bagi suami,selalu menilai suami kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan juga mendengarkannya kecuali sebagai penyimak dengan baik serta melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan,bersifat qona’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, dan qana’ah dalam menerima pemberian suami.

Ukhti taukah engkau…diri ini rindu sekali kepada istri yang selalu mengingatkan ketika melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki: “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.” masyaAllah…

Ukhti..adakah lelaki yang shaleh telah mengkhitbahmu?
Jika tidak..izinkan aku yang sedang belajar menjadi shalih ini bertaarufan denganmu.
Aku berharap taaruf  yang dapat menumbuhkan rasa ketertarikan Bukan taaruf yang telah di bumbui oleh syetan yang menjadi prasangka yang menyesatkan bukan mencari kekurangan yang pasti ada tanpa dicari sekalipun. juga tak ada tajassus(mematai untuk mencari aib) walupun kejelasan harus ada.

Ukhti…sekiranya tidak merepotkan anti sudilah ukhti menjadi perhiasan buat saya didunia yang akan menggenapkan  dien saya.menjadi pasangan yang akan mengantar dan menyertai saya hingga jannahNya
ukhti..mari Bariskan harapan kita pada istikharah sepenuh ikhlas hati.
mari kita relakan pilihan Allah,karena pilihan Allah itulah yang terbaik.memang ..pilihan Allah tak selalu seindah ingin kita, tapi itu pilihan-Nya.mungkin kebaikan itu bukan pada apa yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kita pilih,
seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasan kita menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi.

Ukhti..seandainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauhul Mahfuz.
`Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu.Itu janji Allah.
Akan tetapi,selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang Halal,selagi itu
jangan dibazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan.Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.Jika benar cinta itu kerana ALLAH maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran ALLAH kerana hakikatnya ia berhulu dari ALLAH maka ia pun berhilir hanya kepada ALLAH..
ukhti…Kerana hati kita begitu mudah untuk dibolak-balikkan.. maka mari kita serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya.. biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang tepat pada waktunya.
Fery sumanto

0 komentar:

Posting Komentar

 
  • Service rolling door folding gate kanopi pagar etalase pintu kaca alumunium Bantul Jogja Sleman © 2012 | Designed by dara izhhar, in collaboration with syarie blogmaker , Blogger Templates and WP Themes